#ingsun

Donasi Pemeliharaan

Donasi Pemeliharaan Web Blog dan Media Sosial

Bergerak Melayang Ke Alam Nyata dan Alam Maya

tip-of-the-iceberg

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kepada Yth. Khalayak Peminat Web blog dan media sosial kami, jika anda tertarik dengan web blog dan media sosial  kami dan berharap di masa datang bisa dikembangkan secara maksimal, anda dapat mendorong kami dengan cara menjadi  donasi di web blog kami yang bergerak di dunia nyata dan dunia maya  sejak tahun 2007.  Tanpa modal  hanya semangat militan dan total melanjutkan fase Gerakan Mahasiswa HMR (Himpunan Mahasiswa Revolusioner) 1993-1997 di Unpas Bandung,  sejak kembali 1998/1999 hingga sekarang aktivitas kerja terganggu tanpa adanya Tim Kerja yang Tangguh dan modal operasional memadai. 

Baca lebih lanjut

Khazanah Sejarah Keris

Sejarah Keris 

pandawa limaMenurut pakar perkerisan dari kraton Surakarta, Panembahan Hadiwidjaja Sang Maharsitama, keris berasal dari bahasa Sanskritkris yang berarti menghunus. Sedangkan menurut etimologis jawa atau jarwodhosok nya, keris berasal dari dua kata, sinengker dan aris,dimana sinengker artinya rahasia, disembunyikan,dan aris berarti bijaksana,hati-hati,itu semua mengandung maksud agar manusia yang mempunyai keris mempunyai sikap yang rendah hati, tidak suka menonjolkan diri, tidak sombong, yang dikiaskan dengan bahasa sinengker dan juga mempunyai sikap yang bijaksana, hati-hati, tidak sembrono, atau grusa-grusu.

Baca lebih lanjut

Keris Berdiri dan Tarian Perang Ronggolawe

keris-ronggo-1.jpg

Keris Ronggolawe

Keris berdiri luk 3 panjang 35 cm, bahan meteor. Dhapur Kyai Brojol pijitan tangan pada besi dan meteor panas sama dengan Kyai Betok. Tangguh Kerajaan Jenggala Abad 11 Masehi bukan Majapahit,  Jaman Madya Kuno, hasil karya Mpu Sutapasana, lainnya bisa dilihat pada sumber Wikipedia soal Keris.  Keris berkhodam kelas atas dengan nama Ronggolawe, ajeg berdiri dan menari tarian perang.

Saya dapatkan dari Kp. Tongleng, Cisait, Kragilan, Kab. SerangBanten dan legendaris sudah dikenal masyarakat. Metamorfosa dan adaptasi di Banten menari dengan musik patingtung dan kendang penca. Gambar film agak remang disebabkan pengaruh khodamnya yang sedang mentas, tak ada rekayasa dan sudah banyak warga lainnya melakukan pengambilan gambar dengan hp dan handy camp jika sdg mentas, keris sudah sering dicoba pemilik lamanya.  Jika dikaitkan fakta sejarah antara Ronggolawe Panglima Perang Majapahit 1295 m dengan  Kerajaan Jenggala (Sejarah Jenggala-Wikipedia) abad 1042-1130 dengan Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Ranggalawe (Kisah Ronggalawe-Wikipedia) mungkin saja ada rentang masa sejarah yang tak berjauhan antara 11 m dan 1295 m jika benar hasil ensiklopedia keris dan sejarah ronggolawe.  Soal fakta sejarah Panglima Perang Ronggalawe  dan nama khodam Ronggolawe, Wallahu’alam Bishawab, saya hanya bedah dari ensiklopedia keris Kyai Brojol dari Jenggala.

Baca lebih lanjut

Jika Senja Sudah Datang, Hanya Bisa Katakan, “Selamat Jalan”.

Selamat Jalan Ustad Uje dan Selamat Jalan Kang Dadi Ruswandi

abah-dadi-259x300.jpgJika senja sudah datang, saya hanya bisa katakan, “Selamat jalan”. Akhir  drama kehidupan yang ada di dunia fana menapaki hidup yang kekal sebagai manusia abadi dan hanya sekejap berada diantara kita.  Kematian dan ajal adalah saudara kita yang paling dekat selama ruh dan nyawa belum terlepas. Sebenarnya jarang saya berbicara soal pribadi di blog, tapi kali ini saya katakan, Selamat Jalan untuk Kang Dadi yang paling saya kenal akrab dan Ustad Uje yang juga sudah wafat  meninggal dunia. Keduanya orang bersahaja, sederhana dan orang baik.

Saya pertama kali mengenal akrab dengan Raden Dadi Ruswandi sejak 1999 di MKPD-ICMI dan Komite Pembentukan Propinsi Banten. Kang Dadi panggilan akrab saya kepada beliau.   Bagi saya Kang Dadi orang baik, kawan ngobrol yang enak, seorang seniman dan budayawan serta sejarawan yang mengenal banyak hal di daerah kami, selain sikapnya yang sangat bersahaja dan sederhana merakyat terhadap siapa saja, meski menjabat sebagai pejabat teras Kepala Disbudpar Propinsi Banten. Hingga akhir hayat terakhir bertemu tahun 2011, kadang berkomunikasi melalui facebook, kami bertemu sebagai pembicara di Seminar Budaya Lokal di Untirta 2009 dan akrab bertemu di lingkungan non formal, tak ada yang berubah dari beliau, selalu ngemong dan baik hati serta bijaksana menghadapi orang muda.

Baca lebih lanjut

Polemik Rumah Dinas Gubernur Banten Jilid 2

Museum NasionalAtut Tak Usah Dipaksa dan Rumah Dinas Jadi Museum

Kronologis gugatan masyarakat dan aksi massa mahasiswa  menolak Rumah Dinas Gubernur menyoal rumah dinas yang akan dibangun di Aula Setda Gubernur yang diambil dari Tahun Anggaran 2010, 6 milyard  dan Tahun Anggaran 2011 sebesar 10,45 m total sebesar Rp. 16,14 M dengan luas 1.654 m2 dan total lahan 39.324 m2,  sudah pernah menuai protes dan kritik pedas dari masyarakat sebab anggaran terlalu tinggi dan merusak bangunan BCB (Benda Cagar Budaya), baik oleh Pendiri Propinsi Banten UU Mangkusasmita (Sinar Banten 24 Juli 2010), BCW (Banten Corruption Watch) pada media lokal (cetak dan Banten TV) dan nasional oleh Teguh Iman Prasetya (Tempo, Selasa, 03 Agustus 2010)  dan paling akhir komentar BCW Eka Satia Laksamana (Berita Satu, Rabu, 02 Mei 2012),  Komunitas Sudirman 30, UMC (Untirta Movement Communnity), budayawan Muhammad Al Faris dan Indra Kusumah, dan banyak lainnya pada tahun 2010 sudah digempur habis-habisan dan tidak menuai hasil serta tidak bergeming untuk merubah kebijakan tersebut.  Sayangnya data kliping dan sejarah dari database koran lokal yang biasanya hadir di media on line tak ada lagi  dari 2011 ke bawah , saya menyayangkan sekali sebab jejak rekam sejarah dinamika  masyarakat sudah hilang. Sedangkan data base BCW kliping masyarakat pada blog dihacker dan hilang diambil maling yang datang ke rumah.

Baca lebih lanjut

Polemik Rumah Dinas Gubernur Banten 2010 Jilid 1

Wisata Budaya dan Sejarah Di Pusat Kota Serang

Museum NasionalSetahun yang lalu (2009) kami berdua, saya dan Nia dari Fisip Untirta diminta oleh Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3S) Imam Sunaryo untuk mengadakan diskusi terbatas dengan Dinas Kebudayaan Yogya (saya lupa tanggalnya). Ada banyak yang saya tinggalkan dari pembicaraan tersebut, diantaranya menyarankan BP3S harus membuat penyelamatan dan pemeliharaan dengan membuat Museum Nasional di Banten, juga membawa ide Istana Negara Banten. Kondisi ini sangat aktual, mengingat begitu banyaknya benda-benda bersejarah dan purbakala berserakan tak terurus, terlantar, bahkan tak tentu rimbanya di daerah Banten. Namun, jelas kami akan menolak tegas, jika perkembangan waktu kemudian akan menjadi rumah tinggal dinas Gubernur dengan biaya yang sangat tinggi.

Baca lebih lanjut