Dinamika Sistem Ekonomi dan Danone di Padarincang

Hari ini saya tetap terus berfikir untuk memecahkan masalah nasional yaitu mngenai ;

  • problematika sistem ekonomi
  • problematika sosial budaya
  • problematika sistem politik
  • problematika sistem hukum

Sistem adalah sebuah dinamika yang berkembang dan bergejolak didalam struktur. Ia tidak selamanya sebilah alur garis linier yang dapat dipastikan melalui master plan yang terencana dengan baik (seringkali melesat lihat Bapennas dll), tetapi kadang menciptakan dinamika baru yang sarat pergolakan dimulai dengan adanya tesis-antithesa-dan akhirnya sintesa baru (mengutip hegel). Ketika struktur tidak lagi cocok memenuhi kapasitas kebutuhan rakyat dan dinamika begitu sangat kuat mendesak maka struktur dapat berubah.

Hal inilah yang kemudian saya tertarik dengan apa yang disebut dengan ekletisme yaitu mengambil nilai-nilai dan ideologi yang terbaik untuk masyarakat.

Dalam hal investasi yang dilakukan para investor asing saya berfikir mesti ada kriteria khusus yang mestinya menguntungkan bagi rakyat yaitu;

  1. Kesempatan dan peluang kerja yang luas bagi rakyat
  2. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
  3. Menyumbangkan devisa bagi negara dan pendapatan asli daerah
  4. Meningkatan PDB nasional, PDRB dan pertumbuhan serta pemerataan ekonomi
  5. Tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan yang berdimensi luas yang menimbulkan kemudian dampak besar bagi sektor ekonomi masyarakat, sosial budaya dan lain sebaginya.
  6. Hanya masuk diwilayah sektor privat (terkendali dengan mekanisme pasar dan tidak mempengaruhi kepentingan sektor yang strategis) bukan juga wilayah yang rawan dalam hal kepentingan sektor publik yang dikelola negara dengan upaya untuk diprivatisasi (diswastakan dan dijual). Ini harus memiliki tingkat kehati-hatian dan perhitungan yang cermat.

Penggalan kasus kembali muncul ditingkat lokal, hari ini saya mendengar kabar tentang kedatangan investor baru di Banten yaitu perusahaan air minum Danone di Padarincang di Serang. Saya anggap biasa saja seperti halnya yang lain, tetapi ketika melanggar kedaulatan rakyat ini tentu akan menjadi bumerang dan masalah bagi kita semua terkhusus didaerah tersebut.

Dampak dari kasus adanya perusahaan Danone ternyata menimbulkan masalah di daerah tersebut, selain kontribusi yang dihasilkan dari poin diatas sangat minim diantaranya menyerap 74 orang dan melanggar kedaulatan kepentingan rakyat.

Dampak dari perusahaan asing Danone produsen minuman air mineral Aqua dari Prancis melalui PT. Tirta Investama tersebut, menurut laporan masyarakat jelas-jelas akan melanggar Amdal karena melakukan ekplorasi air bawah tanah dengan tingkat kedalaman 500 meter setiap hari yang akan mengeringkan Cirahab dalam waktu 10 tahun mendatang. Padarincang akan mengalami nasib sama seperti Sukabumi dan Klaten yang mengalami kerusakan sangat parah dan bencana kekeringan akibat ekplorasi yang berlebihan yang dilakukan oleh PT. Tirta Investama (Danone).

Sementara itu air sebagai sumber kehidupan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Padarincang , baik sebagai bagian hidup keseharian untuk mandi dan air minum juga kegiatan usaha pertanian, kesehatan dan lain sebagainya.

Menurut laporan masyarakat pula yang dikelola melalui organisasi AMPEL (Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan) mereka sudah melakukan lobi dan berdialog serta berdiskusi dengan Pemkab Serang, tetapi mendapat jalan buntu, bahkan jalan terakhir akan dilakukan dengan protes keras serta menurunkan massa 1000 orang untuk menghentikan bencana yang akan mempengaruhi kehidupan mereka kelak.

Hasil Diskusi :

  1. Teguh Iman Prasetya
  2. Yoki Yusanto
  3. Aji Setia Karya

 

Iklan

4 responses

  1. jika ada dilokasi segeralah kontak dengan komunitas organisasi yang mengurus mslah tsb. cari tahu informasi terakhir aktual yang dapat dipercaya untuk diskusi kajian kalian dan sodorkan itu kembali pada pemkab dan minta untuk dialog.

    Teguh – HP.085920770007

    Jumat, Agustus 8, 2008 pukul 4:36 pm

  2. Aji Samahudi

    Saya lagi mengamati terus komentar dari berbagai sumber mau bagaimana terusnya……saya orang padarincang ASLI tinggal di dekat lokasi proyek.

    Jumat, Agustus 8, 2008 pukul 3:03 pm

  3. Trimksh informasi validnya. Segera akan dikonfirmasi kebenaran berita tsb. melalui kawan-kawan di Pemkab Serang. Mhn maaf jika terlalu cepat mengambil kesimpulan. Sgt bagus jika benar tidak mempengaruhi struktur air tanah permukaan dan langsung dibuang kelaut, tetapi akan lebih bagus lagi lokasi tempat Danone tsb diwilyah pegunungan. Disana sumber mata air tak akn pernah habis dan kering serta mengganggu wilyah pemukiman, pertanian dsb.

    Dialog terbuka untuk diskusi masalah lingkungan sgt dibthkan skrg di Serang. Begitupula masalah lainnya mesti ada hearing dengan elemen masyarkat.. Saya sekarang sedang berusaha untuk menginventarisir kekayaan Kabupaten dan Kota Serang. Apalagi menjelang Pilkota Serang saat ini. Potensi ekonomi kita akan dibawa kemana oleh mereka?

    Rabu, Juli 30, 2008 pukul 2:53 pm

  4. saudah

    waduh mas… ngga logis dong masak cari air aja harus ngebor sampe 500m ! hasil dari geo-listrik temen yang ngerjain rencana pembuatan MCK yang fasilitasnya kemaren dirusak gara-gara kalah pemilihan KaDes Curuggoong aja cuman antara 12-50 m meskipun itu akifer yang ngga tertekan. Kalo dari paparan di Setda2 kan jelas tuh mereka (AQUA) akan ambil air yang akifernya tertekan dan langsung mengalir ke laut jadi ngga ada hubungannya dengan air permukaan…. konfirmasi deh sama temen-temen di FKDC soalnya aku denger AQUA udah diskusi di FKDC mengenai rencana pemanfaatan air ini.

    saya ikut prihatin dengan banyak komentar tentang rencana investasi ini yang cuman bicara negatifnya aja… saya usul lebih baik semua temen-temen yang memperhatikan masalah lingkungan bisa duduk bareng sama PemKab dan investor menjadi Komite bersama bagaimana bisa mengantisipasi dampak negatif di masa mendatang. Kan sudah faktanya tanpa AQUA juga udah kering… jadi lebih baik ikut andil bagaimana membantu masyarakat yang kekeringan dengan bantuan investor…

    yah..cuman usul gitu

    Selasa, Juli 29, 2008 pukul 6:10 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s