Pamor-Pakem SBY dan Pameran Kabinet

Judul diatas saya ambil dari  filosofi Jawa dalam hal menilai keris yaitu  pamor, pakem, dan pamer. Begitupula filosofi lainnya yaitu watak, watek, dan watuk (sikap dan kelakuan).  Menyoal berita hari ini mengenai pemerintahan dan komposisi menteri kabinet SBY-Boediono saya  tak begitu optimis akan membawa banyak perubahan yang berarti bagi kemajuan bangsa ini. Pemerintahan SBY lalu sebagian besar tidak begitu  cerdas dan analitis menyoal kebijakan strategis , stagnan-estabilishtment kurang revolusioner,   plin plan tidak memiliki ketegasan, citra iklan yang kelewatan, banyak bencana,  neo liberalisme tulen, gagal menuntaskan kasus korupsi besar, menggantung dan mengambangkan  masalah, dan banyak lagi.

Belajar dari jejak dimasa lalu dan refleksi serta visi  mendapat nilai nol menyoal daya kritis dan jangkauan ke masa datang.  Sehingga seorang pakar ekonomi UGM Dr. Ichsanuddin Noorsy ketika diwawancara stasiun tv swasta  berkata, ” bagaimana mungkin bicara menetapkan 34 menteri sedangkan visi saja belum ada.”  “Jika visi sudah ada baru bicara mengenai struktur berapa jumlah menteri yang dibutuhkan dan apa saja yang harus dilaksanakan dimasa datang.”

Opini ini berkembang setelah adanya desakan penciutan jumlah kementrian menjadi lebih efisien dan ramping seperti negara-negara lainnya. Kabinet Indonesia  dianggap termasuk paling gemuk di dunia. Masalah birokrasi yang tidak efisien ini masih menjadi tema sentral agenda reformasi, baik ditingkat nasional maupun didaerah.

Sebagian besar kabinet hari ini adalah orang baru, menyiratkan pekerjaan rumah yang harus dituntaskan sangat berat, butuh adaptasi cepat, program yang realistis dan proporsional, serta berani melakukan terobosan dengan visi yang bernuansa kerakyatan.

Sedangkan pilihan posisi Menteri Pertahanan kepada Purnomo menyiratkan bahwa SBY tidak memiliki kecerdasan yang tinggi. Terlalu jebloknya raport Purnomo ketika menjabat Menteri ESDM  selama 3 periode pemerintahan dalam kabinet, membuktikan kegagalannya dengan kebijakan yang tidak populis bagi rakyat.

Pilihan pada posisi Menteri Pertahanan juga dianggap tidak realistis meskipun selama 2 (dua) tahun pernah mengajar sebagai widyaiswara (instruktur) di Lemhanas (sumber data ensklopedia tokoh nasional). Sepertinya beliau ini telah memotong karir para perwira dan intelektual cerdas lainnya di Lemhanas dan departemen pertahanan. Dan barangkali pula dengan posisi baru ini akan lebih memantapkan posisinya sebagai penjaga gawang dari kegagalannya sebagai Menteri ESDM. Tugas Menteri Pertahanan sebagian besar adalah masalah teritorial dan alutista (peralatan) keamanan yang digunakan.

Adanya input/ masukan bagi masyarakat menyoal para menteri  kabinet hari ini baik orang baru maupun orang lama dari apa yang disampaikan oleh Andi Malarangeng, saya berharap ini bukan hanya respon yang tidak memiliki arus balik feed back atau hanya kamulfase politik pencitraan lagi.  Setiap masukan dari masyarakat adalah refleksi dari track record  yang bersangkutan apalagi sebagian besar menteri kabinet mungkin dianggap tidak berpengalaman.

Banyak hal dari berbagai masalah bangsa ini yang belum tuntas. Sistem ekonomi yang masih carut marut diakibatkan oleh neo liberalisme dan produk peraturan perundangan, seharusnya dijadikan cambuk visi dan misi  nasionalisasi untuk menuntaskan masalah bangsa ini.

Begitupula kebijakan dan sistem hukum, sistem politik, dan masalah sosial budaya menyiratkan masih tersisa banyak  pekerjaan rumah yang membuat kita miris dan ngeri, bahwa bangsa ini sesungguhnya sedang mengalami krisis  dan sedang mengarah pada kehancuran, jika tidak dapat diatasi secara revolusioner.

Mengingkari revolusi adalah mengingkari agama kita, karena para nabilah yang selalu mengajarkan pada kita berjiwa revolusioner untuk melakukan banyak perubahan.

2 responses

  1. Rakyat Biasa

    Sampaikan ungkapan cinta, keluh kesah, kritik, dan saran anda untuk pemimpin kita

    http://www.facebook.com/pages/Presiden-Indonesia/204016290557

    Sabtu, November 7, 2009 pukul 12:48 am

  2. jennisaris

    akan kah kabinet jilid 2 akan membawa perubahan terhadap tanah air kita kita saksikan saja …..>!

    Kamis, Oktober 22, 2009 pukul 10:21 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s