Israel Membangkang Terhadap AS, Hamas dan Fatah Akhirnya Pecah

Permukiman Yitzhar di wilayah Tepi Barat y

ang ditempati orang-orang Yahudi garis keras difoto dari udara.

Duka Kita Bagi Bangsa Palestina Belum Berakhir

Kegelisahan kita akhirnya benar, masalah Palestina kian rumit dan berkepanjangan dengan adanya pembangkangan Israel terhadap AS masalah pemukiman, dan pecahnya konflik antara Hamas dan Fatah yang dalam hal ini diwakili Mahmud Abbas yang sebentar lagi habis masa jabatannya sebagai Kepala Otorita Palestina. Pembunuhan terhadap aktivis Hamas, penjegalan kurikulum pendidikan dan buku sekolah  serta kontrol terhadap media pers merupakan pengakuan terhadap pemerintah resmi zionisme Israel di Tepi Barat, setelah perjanjjian koalisi gabungan antara Ramallah dan Zionisme terbentuk.

Jika kita melihat kronologis peristiwa apa yang terjadi saat ini sudah dapat diramalkan sebelumnya bila melihat kembali peristiwa Gaza dan episode berikutnya.Saat itu  terlihat jelas pengkhianatan Mahmud Abbas ketika seluruh dunia bersatu mengutuk tindakan Israel, ia tidak berbuat banyak bahkan merugikan perjuangan bangsa Palestina dengan menolak mengajukan Israel sebagai penjahat perang ke Mahkamah Internasional.  Berbagai kasus lainnya kemudian susul menyusul sangat mencurigakan menikam dari belakang, dan akhirnya terbukti melakukan pengejaran serta pembunuhan, merevisi kurikulum pendidikan juga akan memberangus media pers.

Masalah pemukiman Israel ini sudah bukan hal yang aneh lagi bagi kita. Atas desakan George Michael utusan khusus AS yang mengawasi masalah perluasan pemukiman sudah seringkali sebetulnya  diperingatkan sejak tahun 2001, namun selalu kalah dengan lobi Israel di PBB, resolusi dikeluarkan tidak pernah ada tindak lanjut. Track record George Michael sendiri cukup bagus dan tegas di Irlandia, dan terakhir Palestina ketika tahun 2001 terjadi konflik pemukiman Israel di wilayah Palestina. Kini untuk kesekian kalinya pembangkangn tersebut telah dilakukan pemerintah Benyamin Netanyahu.

Baca kembali revieuw lengkap hasil liputan TV One dan TV. Aljazera (penerjemah Lili Nur Aulia), serta analisa terakhir akhir bulan Februari 2009 dan episode berikutnya sejak perang pecah pada tanggal 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009 di Jalur Gaza.   (Teguh)

Arsip Sumber :

https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2009/01/18/zat-kimia-israel/#more-6432

http://www.tvone.co.id/index.php/cp/newsdetail/6934/10-pelayat-tewas-dalam-serangan-israel-di-kota-gaza )

(http://www.tvone.co.id/index.php/arsip/newsdetail/6731/israel-gunakan-bom-kimia )

http://202.129.216.67/~tvone/index.php/arsip/newsdetail/7372/erdagon-kecam-serangan-israel

http://www.youtube.com/watch?v=JGBoGKPZlQE&feature=related

http://www.youtube.com/watch?v=dlfhoU66s4Y&feature=player_embedded

Donasi Bagi Bangsa Palestina http://www.mer-c.org/

Israel Membangkang Terhadap AS
Kompas (Ant/AFP) Minggu, 31 Mei 2009

JERUSALEM,KOMPAS.com-Israel tidak akan menyetujui tuntutan Amerika Serikat (AS) untuk membekukan semua kegiatan permukiman di Tepi Barat. Demikian diungkapkan seorang menteri yang dekat dengan PM Benjamin Netanyahu, Minggu (31/5).

“Saya ingin mengatakan dengan tegas bahwa pemerintah Israel sekarang tidak akan menyetujui setiap cara bahwa kegiatan permukiman yang sah di Judea dan Samaria dibekukan,” kata Menteri Transportasi Yisrael Katz, mengacu pada Tepi Barat. “Pemerintah akan mempertahankan kepentingan vital negara Israel,” katanya kepada radio militer Israel.

Ini adalah reaksi pertama dari pejabat tinggi Israel terhadap imbauan Presiden AS Barack Obama, Kamis, dalam satu pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas agar Israel menghentikan aktivitas permukiman yang merupakan hambatan penting dalam perundingan perdamaian Timur Tengah.

Walaupun masyarakat internasional menganggap semua permukiman Israel adalah ilegal, Israel membedakan permukiman-permukiman yang diizinkan pemerintah dari apa yang disebut pos-pos garis depan yang liar yang dibangun oleh para pemukim.

Netanyahu mengatakan pemerintahnya akan membongkar pos-pos depan itu, tetapi menegaskan perluasan blok-blok permukiman yang ada akan diizinkan untuk dilanjutkan.

Baca Selanjutnya Sumber : www. infopalestina.com Sumber : http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2bcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2bi1s7ofe8BPkeigk9fXXbwaAhFyKU6OOpdQeoioBUNFaJW9FtmHv%2bU%2fpzcdA0cMwKnSv9xNRmfG5wxtaACyicTbUn41%2bHiBEoOs8JgK3HLQ%2fwt0U%3d (Konflik Hamas dan Mahmud Abbas Pemerintah Otorita Palestina dari Fatah)

Hamas: Darah Para Syuhada Suci, Para Mujahid Harus Dilindungi
[ 31/05/2009 – 09:51 ]

Gaza-Infopalestina : Gerakan perlawanan Hamas menegaskan, peristiwa Qalqilia Tepi Barat, ketika aparat keamanan Abbas mengepung para mujahid Al-Qossam, hingga gugurnya Muhammad Saman dan Muhammad Yasin menunjukan urgensi aparat ini terhadap perlawanan.

Juru Bicara Hamas, DR, Fauzi Barhum dalam keterangan persnya yang dilansir infopalestina Ahad (31/5) menyatakan apa yang terjadi di Qalqilia, Tepi Barat berupa pengepungan terhadap para mujahid Al-Qossam termasuk komandanya, Muhammad Saman dan pengawalnya, Muhammad Yasin terjadi 48 jam setelah gugurnya koamdan Al-Qossam Tepi Barat, Abdul Majid Daudin. Barhum menganggap kejahatan sadis ini merupakan penyempurnaan bagi peran penjajahan Zionis dalam menghapus hak-hak rakyat dan untuk mempertegas peran aparat Abbas dalam memberangus perlawanan.

Peristiwa ini merupakan realisasi Mahmud Abbas atas janjinya pada perjanjian “Peta Jalan Damai” yang digagas Amerika.

Pemimpin Hamas ini menganggap Abu Mazen (Mahmud Abbas) secara pribadi bertanggung jawab penuh atas peristiwa ini dan atas semua tindakanya terhadap kelompok perlawanan, bekerja sama dengan pasukan Zionis.

Ia mengungkapkan, gerakan Fatah tidak bisa dimaafkan atas tanggung jawab ini. Karena gerakan inilah yang melegitimasi semua tindakan Abu Mazen, berupa penghancuran dan perpecahan serta kerja samanya dengan Zionis.

Dalam pada itu Barhum mengajak para pemimpin gerakan Fatah untuk mempertanggung jawabkan kejahatan mereka di depan public. Jika tidak, maka mereka pun dianggap bersekongkol dalam menghabisi gerakan Hamas dan para pemimpinya di Tepi Barat.

Barhum melanjutkan, tidak ada faidahnya berdialog dengan gerakan Fatah, selama kejadian seperti ini terus terjadi di Tepi Barat. Padahal Fatah melihat semua kejadian ini di meja dialog. Mereka melihat anggotanya dengan pedang terhunus membantai para mujahid Tepi Barat. Oleh karena itu, Fatah harus memilih antara berdialog atau kembali ke pangkuan Zionis dan melanjutkan pemberangusannya terhadap perlawanan. Harus kami katakan, apa yang terjadi di Tepi Barat saat ini berupa pembantaian dan penangkapan terhadap perlawanan adalah kerjaan Fatah terutama Abu Mazen sebagai pimpinan tertinggi, ungkap Barhum. Ia menegaskan, perlindungan terhadap para mujahid gerakan adalah kewajiban nasional. Semua pihak harus melindunginya. Kami tidak akan biarkan siapapun menyentuh mereka, kapanpun dan dimanapun. (asy)

Musa : Apa Yang Terjadi di Tepi Barat Sebuah Pengkhianatan Bangsa

[ 31/05/2009]

Gaza-Infopalestina : Pemimpin dan anggota fraksi Hamas di parlemen Palestina, Yahya Musa menegaskan, apa yang terjadi di Tepi Barat berupa pengejaran terhadap para mujahidin Qossam oleh aparat Abbas merupakan pengkhianatan terhadap bangsa Palestina.

Dalam pernyataan khususnya kepada Infopalestina Ahad (31/5) Musa mengatakan, apa yang terjadi di Tepi Barat akhir-akhri ini merupakan bukti bahwa pemerintahan Ramallah telah keluar dari koridor nasional. Mereka kini menjasi kaki tanganya keamanan Zionis dalam menangkapi para pejuangan perlawanan, demi mendekati para pejabat Zionis untuk memulai kembali perundingan semu dengan aliran ultra kanan Zionis.

Ia menambahkan kita menyaksikan kebobrokan moral yang dipertontonkan aparat keamanan Abbas seolah berlomba untuk mendapat cap yang paling loyal terhadap Entitas Zionis dengan menumpahkan darah Palestina dan memburu kelompok perlawanan. Mereka juga membunuhi dan menangkat serta memberangus perlawanan di Tepi Barat.

“Apa yang terjadi saat ini sangat berbahaya dan mengkhawatirkan, ungkap Musa. Ia menganggap pemerintah Ramallah tidak mempunyai sifat-sifat nasionalisme. Mereka tidak berbeda dalam tindakannya dengan pemerintah Sharon dalam menguasai sejumlah daerah di Tepi Barat.

Musa menjelaskan, saat ini kita sedang melewati sejarah perpecahan. Hal ini menuntut kita untuk berkumpul bersama dalam menghadapi para pengkhianat bangsa. Situasi seperti itu, menunjukan tidak ada faidahnya berdialog dengan para pengkhianat. Karena mereka telah menceburkan dirinya sendiri kedalam pangkuan Zionis. Tidak ada artinya berdialog jika mereka masih bersatu dengan para agen Zionis.

Kita berada dalam situasi yang sangat membahayakan, perlu pada revolusi untuk menghentikan tindakan mereka selama ini. Ia menegaskan, berlanjutnya situasi ini di Tepi Barat akan mengubah aparat keamanan di Tepi Barat menjadi para pemburu Zionis yang senantiasa membunuhi dan menangkap pejuang keamanan.

Tindakan mereka di Qalqilia, dimana pasukan serdadu tidak bisa menjangkaunya, bertindak sebagai perpanjangan militer Zionis dalam membunuhi sejumlah warga Palestina dalam hal ini, pemimpin Al-Qossam, Abdul Majid Daudin. Tindakan tersebut memerlukan sikap yang tegas bukan hanya dari Hamas tetapi juga dari yang lainya.

Adapun terkait dengan penolakan mujahid Al-Qossam untuk menyerakan diri, Musa menegaskan bahwa semua ini bertujuan sama. Maka sejarah mencatat merekalah yang salam ini membunuhi para mujahid Palestina. (asy)

“Kami tidak akan komitmen dengan perjanjian yang ditanda-tangani Abbas”

Hamas: Pernyataan Abbas Pembenaran atas Penjajahan Zionis!

[ 30/05/2009]

Gaza – infopalestina; -Gerakan Perlawanan Islam Hamas, menilai pernyataan Kepala Otoritas Palestina (OP), Mahmud Abbas, yang habis masa jabatannya, seputar persetujuannya atas pembentukan komisi gabungan pemerintahan Ramallah dan Zionis Israel untuk merevisi kurikulum dan buku sekolah serta kontrol terhadap media Palestina. Keputusan ini diambil Abbas dengan alasan bahwa orang-orang Palestina sendiri yang memprovokasi penjajah Zionis di bidang media dan kurikulum. Menurut Hamas, langkah Abbas ini merupakan pemutarbalikkan realita dan pembodohan terhadap opini publik. Sekaligus sebagai saksi atas pembenaran dan keberlangsungan penjajah atas bangsa Palestina.

Melalui Juru Bicara (jubir) Hamas, Fauzi Barhum dalam keterangan pers yang foto kopiannya diterima koresponden infopalestina di Gaza hari ini, Sabtu (30/5) menekankan bahwa pernyataan Abbas di atas sebagai sambutan langsung atas tekanan Zionis-Amerika. ”Tidak lain pernyataan Abbas itu sebagai bentuk tekanan pada kebebasan rakyat Palestina dalam mengungkapkan pendapat tentang penderitaannya dibawah penjajahan dan ingin mengungkapkan kejahatannya di depan mata dunia,” demikian bunyi pernyataan Hamas.

Disamping itu, Barhum menjelaskan bahwa komitmen Abbas pada peta jalan damai berarti menghancurkan kesatuan barisan Palestina dan kelanjutan kerjasama keamanan dengan pihak penjajah serta memperuncing perpecahan internal Palestina. Sebab peta jalan damai ini telah ditolak oleh semua faksi perlawanan dan elemen masyarakat Palestina. Hal ini berarti memunculkan kembali superioritas satu partai dan satu tokoh yang telah merobek-robek kesatuan bangsa Palestina serta menghancurkan sistem multipartai di Palestina.

Mengenai ide Mahmud Abbas, dan ini sudah disampaikan kepada pihak Zionis Israel untuk melakukan amandemen, jubir Hamas ini menegaskan bahwa jabatan Abbas sudah berakhir dan ia tidak memiliki wewenang apapun untuk melakukan kesepakatan dengan pihak manapun di dunia. Sebab hak-hak tetap sebuah bangsa tidak bisa diamandemen, ”dan jika tetap dijalankan maka ini merupakan kejahatan dan tikaman bagi bangsa Palestina sendiri,” tambah Barhum. Barhum kembali menegaskan tidak akan komitmen terhadap semua perjanjian yang ditanda-tangani oleh Abbas, ”Kami tidak akan mengakuinya sama sekali,” demikian kata Barhum tegas. (AMRais)


Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s