Kualitas Demokrasi Pemilu 2009 Meragukan?

Barangkali inilah fenomena perjalanan demokrasi kita yang hingga kini ditenggarai masih rawan dan belum menunjukan kualitas demokrasi yang sebenarnya.  Dugaan dan indikasi kecurangan pemungutan suara  masih diwarisi Pemilu kita kali ini.

Demokrasi sebagai cita-cita reformasi dimasa Orde Baru dahulu sarat dengan tirani dan despotisme kini telah mengalami fragmentasi dan skenario yang sulit ditebak,  sehingga telah banyak kehilangan esensi awal dan  akhir dari perjuangan yang sejati.

Bagaimana kita akan membangun demokrasi,  jika prosesnya saja diduga akan banyak merugikan perjuangan rakyat, kini dan dimasa datang. Begitupula kompleksitas demokrasi sebagai alat perjuangan terkadang juga menjadi batu sandungan yang harus dengan pahit dan jiwa besar  diterima para pejuang-pejuang rakyat yang memiliki track record, visi dan misi sangat bagus. Sedangkan masalah lainnya diluar hal tersebut adalah tingginya biaya demokrasi dll.
https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2008/06/18/kalkulasi-demokrasi-2/)

Publikasikan Hasil Tiap  TPS Di Media Massa

Saya bersyukur dengan pemilihan secara demokratis memilih orang, bukan lagi memilih simbol gambar parpol yang cenderung menguntungkan nomor urut jadi (<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>
https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2008/07/13/broker-parpol-di-bubarkan ).Namun, ternyata saya juga sangat sadar apalagi berkaca  dari hasil diskusi dimasa lalu dengan senior aktivis Pers Mahasiswa UGM Angkatan 80-an Muhammad Al Faris, Gandung Ismanto akademisi dan Imanurasyadi wartawan senior pada tahun 2006. Titik lemah dari pemilihan langsung dan modernisasi serta kamulfase juga kontaminasi perjuangan masih sangat tinggi.

Contohnya modernisasi teknologi dan informasi serta studi riset dengan sistem Quick Count/Hitung Cepat belum tentu menjadi dasar pertimbangan pemenangan PEMILU. Berbagai modus kasus diduga cukup merebak sangat nyata ketika pada saat Pilkada di Banten sebagai sampel. Ternyata hitung manual pada saat akhir masih dibutuhkan bahkan sangat penting untuk tingkat lokal dan nasional. Anda tidak percaya ?

Banyak modus dan pelanggaran dapat terjadi pada saat di Kelurahan (PPS) dan Kecamatan (PPK) , begitupula di KPUD, sehingga surat suara dapat saja berubah. Apalagi tidak adanya saksi yang cukup pada caleg DPD dan tingginya individualisme caleg di parpol, barangkali akan membuat titik rawan pemilu dianggap tidak jurdil. Untuk itu saya dan Muhammad Al Faris serta kawan-kawan yang berniat baik bertekad dan berharap agar  sistem manual pada saat akhir juga turut menjadi pertimbangan KPU/KPUD dalam hal publikasi, verifikasi dan evaluasi penghitungan suara Pemilu dan Pilpres kali ini.

Pengumuman hasil dari TIAP TPS yang dipublikasikan melalui media massa lokal dan nasional serta cyber net merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita.

Baca berita terbaru di Media Indonesia Tanggal 16 April 2009 (<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–> http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/70184/3/1/Ditemukan-Indikasi-Manipulasi-Rekapitulasi-di-Tingkat-Kecamatan-)

Pemilu Ulang dan Susulan

Pemilu harus diulang demikian diungkapkan Sekjen KIPP Mochtar Sindang kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (16/4). “KPU harus memperbaiki DPT untuk Pilpres, selain itu harus ada pemilu susulan bagi seluruh masyarakat yang tidak tercantum dalam DPT. Karena persoalan ini tidak bisa selesai begitu saja dengan minta maaf. KPU harus memenuhi hak rakyat,” cetusnya.

Sungguh sangat memalukan ternyata KPU telah gagal memenuhi hak memilih bagi rakyat. Hampir 30 juta orang tidak terdata dan tidak  tercantum  sebagai DPT (Daftar Pemilih Tetap). KIPP mengusulkan untuk digelar kembali Pemilu Ulang bagi yang tidak terdaftar sebagai DPT. Komisi Pemilihan Umum (KPU), harus melaksanakan pemilu susulan bagi masyarakat yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilu legislatif lalu. Hal itu sebagai konsekuensi atas kelalaian KPU yang sengaja atau tidak, telah menghilangkan hak masyarakat untuk ambil bagian dalam pemilu.Baca selengkapnya (http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/70187/3/1/Harus-Ada-Pemilu-Susulan-bagi-yang-tidak-Masuk-DPT

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/70181/3/1/Kubu-Anti-Manipulasi-DPT-Rapatkan-Barisan-Lagi

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–> http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/70170/3/1/KPU-Bentuk-Tim-Pelacak-Pelanggaran-Pemilu

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>http://indonesiamemilih.kompas.com/read/xml/2009/04/16/12392461/Kekacauan.DPT..KPU.Diminta.Bongkar.Keterlibatan.Pemerintah..

Sumber Referensi Penulis

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–> https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2008/07/13/broker-parpol-di-bubarkan/

https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2008/06/18/kalkulasi-demokrasi-2/

https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2008/09/11/2913/

https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2008/12/24/selamat-untuk-suara-terbanyak-memilih-orang/

https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2009/02/02/6784/

One response

  1. terima kasih atas informasinya
    masalah begini saya singgung pula di blog saya

    Senin, April 13, 2009 pukul 2:04 pm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s