Kesaksian Williardi Membuat Polemik Baru

Apa Benar Terjadi Rekayasa Kasus Antasari ?

Setelah kasus Bibit Rianto dan Chandra Hamzah menimbulkan kontradiksi dan polemik yang melibatkan dukungan publik dengan opini yang sangat tinggi diberbagai media massa (cetak dan electronic; televisi dan cybernet), kini kasus pertama yang menyeret petinggi KPK Antasari Azhar kembali diprediksi akan mengalami nasib pro dan kontra . Kesaksian Williardi Wizar mantan Kapolres Jakarta Selatan sebagai terdakwa sangat mengejutkan dengan pernyataannya di pengadilan (10/11), menyudutkan penyidik telah merekayasa   Antasari Azhar sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen Direktur PT. Putra Rajawali  Banjaran.

Terpukulnya lembaga anti korupsi KPK dengan kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen ini sangat luarbiasa, karena menimbulkan ketidakpercayaan dari masyarakat. Apalagi adanya terdakwa yang dimajukan oleh Polri ke pihak Kejaksaan sangat mengejutkan public yang melibatkan petinggi Kapolres Jakarta Selatan, dan 2 konglomerat. Dengan adanya kesaksian Williardi Wizar ini maka menambah pertanyaan baru bagi public, apakah saksi Williardi ini sebagai indikasi adanya operasi khusus dari Polri untuk membungkam KPK lantaran Jaksa Urip, Mantan Kapolri Rusdiharjo, Mantan Kabareskrim Suyitno Landung, dan sebagainya ditangkap oleh KPK karena kasus gratifikasi/suap, ataukah ini merupakan strategi Brutus  untuk menyelamatkan Antasari, dan  ataukah ada motif lain. Pertanyaan ini tentu memusingkan kepala bagi kita, dengan berbagai asumsi dan hipotesa serta kecurigaan terhadap mereka semua (Polri, Rani, Wiliardi Wizar,  dan Antasari). Siapakah dari mereka yang benar ?

Kita lihat saja kasus Antasari ini sampai sejauhmana akan selesai dengan tuduhan pelecehan seksual dan kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen. Siapa yang salah dan benar akan terbongkar. Jika tidak didunia di padang mahsyar  semua akan dibuka semua kamulfase.

———————————————————————————

Sumber Video You Tube

Kronologis Kasus Pembunuhan Nasruddin Versi Polri


Kesaksian Rani 5 Jam Di Depan Polisi

Williardi Membuat Anatasari Menangis

Polri Bantah Kesaksian Williardi Wizar

Mengapa Williardi Ungkap Skenario Antasari

Williardi dijanjikan akan dibebaskan jika menuruti keinginan penyidik.

Selasa, 10 November 2009

Pipiet Tri Noorastuti, Aries Setiawan

Sidang Pembunuhan Nasrudin : Wiliardi Wizard (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

BERITA TERKAIT

VIVAnews – Williardi Wizar mengungkap penyidikan kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, diskenariokan untuk menjebak Antasari Azhar sebagai dalang pembunuhan. Ia mengungkap ada persengkokolan di antara penyidik.

Ia menceritakan, suatu malam, ia didatangi Inspektur Jenderal Hadiatmoko yang kala itu menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. “Kamu dijamin pimpinan Polri, tidak ditahan, hanya dikenakan sanksi disiplin,” kata Williardi menirukan ucapan Hadiatmoko. “Ada saksinya, istri, adik saya dan adik ipar saya.”

Sekitar 30 menit kemudian, seorang penyidik menghampirinya dan mengatakan, “Sudah silakan saja kamu buat yang bisa menjerat Antasari.” Ia pun sepakat menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah dibuat penyidik.

Namun, informasi dalam BAP itu ternyata membuat keluarganya menderita. Orangtuanya masuk rumah sakit, dan anaknya tak mau sekolah. Ia juga tetap ditahan. Sebab itu, ia berupaya mencabut kesaksian ‘rekayasa’ itu. “Saya lalu sms Kombes M Iriawan (Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya), saya katakan janjimu mana, saya nggak sebejat itu,” ujarnya.

Perwira polisi berpangkat Komisaris Besar, itu kemudian memutuskan untuk mencabut semua kesaksian ‘rekayasa’ itu dan mengungkapnya di persidangan. “Keterangan itu saya cabut semua, saya dikatakan pengkhianat,” kata Williardi. “(Tapi) penyidik bilang, kalau BAP seperti ini tidak bisa menjerat Antasari.”

Semua itu disampaikan Williardi saat bersaksi dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen atas terdakwa Antasari Azhar, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 10 November 2009.

Kasus pembunuhan Nasrudin menyeret sejumlah nama pejabat seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar, serta dua pengusaha papan atas yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru bersarang di kepalanya.

• VIVAnews

http://nasional.vivanews.com/news/read/104346-mengapa_williardi_ungkap_skenario_antasari

Keluarga Nasrudin Zulkarnaen

Nasrudin Jadi Tumbal Untuk Jerat Antasari?

“Sebegitu sistematiskan almarhum dikorbankan untuk menjerat Antasari?”

Rabu, 11 November 2009

Elin Yunita Kristanti

Nasrudin Zulkarnaen (Dok. Pribadi)

BERITA TERKAIT

VIVAnews – Pengakuan mengejutkan Wiliardi Wizar di persidangan terdakwa Antasari Azhar, juga menuai reaksi dari keluarga Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen di Makassar.

Menanggapi kesaksian Wiliardi, kakak Nasrudin, Andi Syamsudin Iskandar mengatakan keluarga tidak mempersoalkan apakah Antasari diuntungkan atas pernyataan Wiliardi.

“Bukan soal Antasari, yang kita inginkan siapa pembunuh adik saya,” kata Andi dalam perbincangan di tvOne, Rabu 11 November 2009.

Pernyataan Wiliardi yang mengungkap adanya dugaan skrenario kasus Nasrudin untuk menjerat Antasari justru menimbulkan tanda tanya besar bagi keluarga.

“Skrenario tumbal adik saya. Sebegitu sistematiskan almarhum dikorbankan untuk menjerat Antasari?,” tambah Andi.

Pernyataan Wiliardi dalam BAP, tambah dia, naif. “Wiliardi dalam BAP sesuatu yang naif. Seorang Kombes bisa ditekan dan diatur dalam BAP,” kata Andi.

Pernyataan Wiliardi, tambah dia, jangan dulu dianggap benar. Nama-nama oknum kepolisian yang disebut Wiliardi sebagai pelaku rekayasa harus dihadirkan dalam persidangan untuk mengkonfrotir pernyataan Wiliardi.

Dalam sidang atas terdakwa Antasari kemarin, Williardi mengungkap penyidikan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen diskrenariokan untuk menjebak Antasari Azhar sebagai dalang pembunuhan.

Ia diminta membuat BAP yang menyudutkan Antasari, dengan iming-iming akan dibebaskan. “Sudah silakan saja kamu buat yang bisa menjerat Antasari,” kata Williardi menirukan kalimat penyidik.

Lantaran janji tak segera dipenuhi, Williardi memutuskan mencabut kesaksiannya dalam BAP ‘rekayasa’ itu. “Keterangan itu saya cabut semua, saya dikatakan pengkhianat, dan penyidik bilang, kalau BAP seperti ini tidak bisa menjerat Antasari.”

Kasus pembunuhan Nasrudin menyeret sejumlah nama pejabat seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar, serta dua pengusaha papan atas yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru bersarang di kepalanya.

• VIVAnews

http://nasional.vivanews.com/news/read/104475-nasrudin_jadi_tumbal_untuk_jerat_antasari_

Mabes Polri Bakal Periksa Williardi  

Nina Bahri dan Yudhistira


Wiliardi Wizard

Artikel Terkait

11/11/2009 18:18

Liputan6.com, Jakarta: Dugaan rekayasa kasus mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang diungkap terdakwa Williardi Wizar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terus bergulir. Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri menyatakan akan memeriksa Wiliardi terkait disebutnya tiga nama petinggi Polri dalam kasus rekayasa tersebut, Rabu (11/11) [baca: Wiliardi: Penahanan Antasari Dikondisikan Petinggi Polri].

Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri yang namanya juga disebut Williardi, membantah kesaksian anak buahnya itu. Lantas, siapa yang benar dan siapa yang berbohong? Yang jelas, pernyataan mantan Kapolres Jakarta Selatan itu membuat skenario kriminalisasi KPK terlintas kembali. Jadi akankah kebenaran terungkap?

Sementara, dukungan terhadap Polri untuk menuntaskan kasus KPK justru terus bermunculan. Seperti di Medan, Sumatra Utara. Ratusan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Hukum Sumatera Utara mengecam segala bentuk intervensi terhadap institusi kepolisian. Dalam aksi simpatik di Bundaran Majestik tersebut, demonstran juga membagikan bunga kepada polisi.

Di Solo, Jawa Tengah, ratusan massa justru menyatakan dukungannya kepada KPK. Elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Korupsi mengecam sikap Kejaksaan Agung yang tetap meneruskan kasus Bibit-Chandra ke pengadilan. Dalam aksinya, massa menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mundur lantaran dianggap gagal membersihkan kepolisian dan kejaksaan dari praktek korupsi.

Ya, pendapat boleh berbeda. Pastinya, masyarakat berharap kebenaranlah yang akan menang.(ASW/SHA)

http://berita.liputan6.com/hukrim/200911/250700/Mabes.Polri.Bakal.Periksa.Williardi

5 responses

  1. kesaksian wiliardi wizar pada sidang kasus pembunuhan direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen sangat mengejutkan
    dimana wiliardi sangat berani dan dengan gamblang menyebutkan bahwa BAP yang dibuat dirinya terdapat unsur paksaan…
    wiliardi dengan tegas memberikan kesaksian yang semakin membuat posisi POLRI tersudut

    dalam kesaksiannya tersebut, antasari sampai mengucurkan air mata
    wiliardi begitu tegas dan tanpa takut membeberkan kesaksian yang memberatkan para penuntut hukum
    dalam kasus ini, antasari diduga sebagai otak dalam pembunuhan direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

    semoga saja kasus ini dapat segeradiselesaikan.
    dan bisa memberikan jawaban siapa yang benar dan yang salah….

    Iklan

    Senin, November 16, 2009 pukul 4:26 pm

  2. Casablanka

    Selamat malam salam sejahtera selalu,🙂
    Mas teguh tukeran link donk!!!

    link mas sudah dimasukin di sisi kanan blog pada kolom Sahabat Blogger, terimakasih sebelumnya saya ucapkan atas kesediaan mas teguh mau bertukeran link dengan blog saya. salam sukses selalu dan terimakasih.

    Sabtu, November 14, 2009 pukul 12:25 am

  3. Klimax asyixxx

    POLISI”yg selama ini kami banggkan untk tmpt berlindung dr kejahatan tlh membuat rakyat tak percaya lg akn sepak terjangnya. Selama ini polisi tlh bnyk merekrut rakyat lemah.Udah kepalang tanggung rakyat dibebani dg praktik pungli. Udah terjatuh tertimpa tangga. Bak lintah penghisap darah.Dan polisi selama ini memang telah bnyk membuat resah masyarakat.Terutama se x bg rakyat lemah,krn tak berdaya akan kelicikan yg dilakukan oleh oknum polisi.Dg menutupi kebenaran dg sogokan dan mengagungkan kekuasaan demi ketidak adilan.Mungkin ini sumpah dari orang2 teraniaya yg mana penegak hukum yg adil bisg dhitung dg jari.POLISI(praktik Orang licik Seindonesia)
    yg memperdagangkan kebenaran dg ketidak adilan.Pada saat ini terjadilah kontrovesi pada tubuh polri dg adanya MARKUS makelar kasus,yg lagi memperburuk citra polri dimata dunia.Yg mana adanya praktik peloncoan dg kejagung ditubuh KPK.Maka dikatakanlah dg MAFIA peradilan.Dan tak mempedulikan laknat Allah.Akan se
    perti apakah rakyat indonesia pabila hukum tidak ditegak kan.Musuh tak jauh dari lawan/buah jatuh tak jauh dr pohonnya.Penegak hukum bertindak untk kepentingan pribadi.

    Jumat, November 13, 2009 pukul 1:40 am

  4. ok

    Kamis, November 12, 2009 pukul 10:32 am

  5. Berita artis indonesia

    mas link sudah saya pasang di h**p://artis-indo-hot.blogspot.com/2009/07/tukaran-link.html

    Link balik ya mas, terimakasih.

    Kamis, November 12, 2009 pukul 10:01 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s