Kebijakan Pemerintah Belum Berpihak ke PTS

Kebijakan Pemerintah Belum Berpihak ke PTS

Kompas Rabu, 6 Agustus 2008

JAKARTA, RABU – Kebijakan pendidikan tinggi yang dikeluarkan pemerintah terlihat masih belum berpihak kepada perguruan tinggi swasta. Akibatnya, perguruan tinggi swasta memiliki akses terbatas untuk bisa mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan daerah untuk pengembangan kualitas layanan pendidikan di masing-masing perguruan tinggi.

Dalam membicarakan pendidikan, seharusnya tidak lagi ada dikotomi lembaga pendidikan negeri dan swasta. “Jangan lagi kebijakan yang dibuat pemerintah itu berpihak ke golongan tertentu seperti negeri saja. Yang perguruan tinggi swasta pun seharusnya juga bisa menikmati bantuan dari pemerintah lewat APBN dan APBD, “kata Suyatno, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III saat melakukan rapat kerja di Jakarta, Rabu (6/8)

Suyatno mencontohkan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah lewat hibah bersaing atau blockgrant, perguruan tinggi swasta harus bersaing tidak setara dengan perguruan tinggi negeri. Padahal, banyak PTS yang kondisi dan kualitasnya jauh di bawah PTN sehingga tidak punya kesempatan untuk mendapatkan kucuran dana yang jumlahnya terbatas itu.

“Untuk jabatan koordinator kopertis juga, kenapa harus selalu PTN. Kalau memang di aturannya disebutkan harus pegawai negeri sipil, kan di swasta ada PNS yang diperbantukan. Ini hanya sebagian kecil ketidakberpihakan pemerintah dalam pendidikan yang juga dikontribusikan swasta. Kondisi ini perlu diperbaiki demi kemajuan pendidikan kita,” jelas Suyanto yang juga Rektor UHAMKA Jakarta.

MTS Arief, Ketua Litbang dan Diklat APTISI III, menngatakan persoalan kualitas PTS memang menjadi perhatian serius yang perlu dibenahi. Dari sebnayak 317 PTS di wilayah Jakarta dan sekitarnya, diakui sekitar 30 persen saja yang punya potensi untuk berkembang menjadi PTS besar dan kuat.

APTISI sendiri melakukan program-program yang mendorong supaya setiap PTS secara internal dan eksternal bisa memiliki jaminan dan kontrol kualitas yang semakin baik. Persaingan semakin ketat, tanpa kualitas yang baik, PTS akan ditinggalkan, kata Arief.

PTS juga didorong untuk tidak mengandalkan sumber dana hanya dari mahasiswa, tetapi juga dari sumber-sumber lain. Dengan demikian, jika ada program studi yang dalam perkembangannya tidak diminati, PTS tersebut tetap memiliki dukungan dana untuk meningkatkan fasilitas dan layanan pendidikan.

PTS memang masih sering berkutat dengan persoalan internalnya sendiri. Supaya PTS semakin setara dengan PTN, tentu pengembangan keilmuan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat juga harus mulai ditingkatkan, kata Arief yang juga menjabat Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kusuma Negara Jakarta.

Artikel Terkait:

800 PTS Gulung Tikar

PTS Babel Langsung Berburu Mahasiswa

Pemda Wajib Bentuk BKPM

30 PTS di Yogya Segera Tutup

PTS Keluhkan Penerimaan Mahasiswa PT BHMN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s