Kompak Bentrok dengan Preman Pro Kapolri

Kompak Vs Massa Bayaran Pro Kapolri

Pagi hingga siang tadi  dilayar TV swasta kita masih menyaksikan parade aksi premanisme yang berusaha membungkam kebenaran dan penegakan hukum.  Premanisme yang berjumlah puluhan mengaku pendukung berat Kapolri berusaha menghalau dan mengusir kelompok Kompak (Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi) yang terdiri dari para aktivis LSM, mahasiswa, akademisi, dan elemen masyarakat.

Menyedihkan sekali disuguhkan dilayar kaca secara terbuka dan vulgar. Secara  eksplisit ini adalah pameran kekerasan yang coba dilakukan kelompok preman jalanan dan mustahil tidak dibayar. Maju tak gentar membela yang bayar.

Indikasi bocoran demo bayaran ini sudah terjadi sebelumnya bahkan sejak awal kasus Bibit dan Chandra melesat naik. Bukti – bukti tersebut juga sangat kuat  mencoba menandingi opini publik.  Keberadaan kelompok Kompak (Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi) kian hari kian dihitung dalam konstelasi politik ketika perannya mewakili masyarakat menggebrak DPR RI Komisi 3.

Begitupula agenda penting lainnya yang semakin terbuka mengarah pada pusat kekuasaan   SBY/ Boediono  dengan mengawal skandal kasus Century hingga tuntas.  Jakarta semakin memanas dan Kompak akan terlibat pertikaian besar melawan para elit kekuasaan.

==================================

Baca berita terkait

Demo di Bundaran HI
Massa Kompak Dibubarkan Massa Pendukung Kapolri
Reza Yunanto – detikNews

Jakarta – Massa dari Komisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) berdemo di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Tiba-tiba sekelompok massa yang mengaku pendukung Kapolri datang dan menghampiri massa Kompak.
Saat 30-an aktivis beraksi di dalam bundaran air mancur patung ‘Selamat Datang’ di Bundaran HI, tiba-tiba 20-an orang yang di antaranya gempal, bertato dan beranting datang ingin menghampiri massa Kompak.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (29/11/2009) massa tersebut jalan sambil berteriak-teriak, “Hidup Kapolri, Hidup Kapolri. Bubarkan KPK!”.

“Antasari nggak penting, KPK bubarkan saja yang penting Kapolri,” teriak mereka lagi.

Saat ditanya dari organisasi mana massa pro Kapolri itu berasal, salah satu dari mereka mengatakan, “Masyarakat Indonesia Timur”.

Saat hendak menuju bundaran air mancur itu, sekitar 50-an polisi mencegah massa pro Kapolri ini bentrok dengan massa Kompak.

Sementara massa Kompak tetap di dalam bundaran air mancur, bergeming, tak menghiraukan. Mereka tetap menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti ‘KPK di Dadaku’. (nwk/nwk)

2 responses

  1. pak saya harun kurnia
    mahasiswa komunikasi untirta kelas 1a
    dan bisa lihat artikel saya .
    mohon kunjungi blog saya yakni :

    http://harunscreamo.blogspot.com

    Rabu, Desember 9, 2009 pukul 12:04 pm

  2. pak, saya Sayidah mahasiswi komunikasi 1A Untirta.
    saya ingin memberitau kalau artikel saya sudah jadi.
    bapak bisa lihat artikelnya d blog saya : sayidahkhusnulkhotimah.blogspot.com

    Selasa, Desember 8, 2009 pukul 9:26 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s