Banten Jajaran Atas Korupsi Di Indonesia

Masalah korupsi di Banten kembali menyentakku untuk membuka data lama kasus-kasus kelas kakap di Propinsi Banten. Atas ajakan anak didik KPK baru lalu sehabis training dikampus dan permintaan para wartawan untuk membuka data korupsi sejak tahun 2001 -2007.

Sayangnya untuk kembali pada semangat militansi tinggi dan kecermatan serta kejelian terhadap kasus-kasus korupsi tersebut, membutuhkan banyak hal yang harus dibenahi yaitu, kejernihan niat dan rasionalitas, soliditas tim serta solidaritas yang tinggi juga pola perjuangan yang jelas dan tegas. Kebaruan juga sangat dibutuhkan diantaranya dokumentasi dan fakta-fakta valid serta tindak lanjut yang lebih tinggi yaitu class action dan membuat buku dokumentasi sejarah untuk tetap diwariskan pada generasi berkutnya.

Namun semua itu yang paling penting adalah dukungan moril dari masyarakat Banten sendiri, jika ingin menuntaskan dan berpartisipasi turut bersolidaritas terhadap kasus-kasus korupsi besar di Banten yang hingga kini menempati posisi jajaran atas  di Indonesia (TII-Transparansi Internasional-Indonesia), tidak beranjak turun sejak tahun 2005.

Hasil dari kami membuat Blog di http://www.bcwbanten.blogspot.com sama sekali kurang diminati oleh masyarakat meskipun kami menyuguhkan data yang sangat banyak. Mungkin karena tampilan dan daya tarik kurang begitu bagus tidak seperti di wordpress.Kami berencana untuk berfikir memindahkan ke wordpress agar ada dialog interaktif dengan masyarakat Banten.

Tebang pilih kasus kami menilai masih tetap terjadi di Propinsi Banten. Banyak data yang kemudian tidak berguna untuk dijadikan investigasi dan tindak lanjut oleh Kejati Banten dan Polda Banten meskipun data tersebut dari sumber resmi pemerintah yaitu BPK RI JKT, Lembaga studi dan riset, laporan masyarakat, LSM, dan gerakan mahasiswa.Berbeda malah dengan Kejari Pandeglang dan Kejari Serang yang terbilang cukup berani menyentuh elit-elit kekuasaan ekskekutif dan parlemen serta dinasti keluarga tokoh elit lokal berpengaruh H. Chasan Sohib (sumber analisa Koran Banten dan Radar Banten 17 November 2008 & 24 November 2008 Jaksa Mengajukan Kasasi Kasus Jalan Pasar Induk Rau).

Sejak jaman Kemas Yahya hingga kini mestinya masalah dinasti keluarga elit lokal Chasan Sohib ini harusnya segera dicegat dan dibuat lumpuh oleh Kajati dan Polda Banten untuk tidak kemudian merajalela seperti sekarang ini (data terakhir RS. Balaraja Tangerang).

Rakyat sekarang sudah sangat apatis dan ini sangat berbahaya bagi kelangsungan pembangunan di Propinsi Banten. Faktor trust yang semakin menipis ditambah apatisme serta gejala korupsi keroyokan untuk sama-sama ikut menikmati, pada akhirnya akan merugikan masyarakat Banten secara umum. Kita tak kan lagi dapat mengubur korelasi dan paralelitas angka kemiskinan dan kemunduran pembangunan yang kian bertambah tinggi akibat dampak korupsi.

Iklan

Komentar ditutup.