Kejati Banten dan DPRD Banten Banci Menyikapi LHP BPK ?

Kejati Banten dan DPRD Banten Banci Menyikapi LHP BPK ?

Sangat disayangkan sekali pernyataan seorang Ketua DPRD Banten, Aeng Haerudin mengatakan, bahwa, “Peraturan yang mengamanatkan untuk meneruskan berbagai temuan BPK melalui pansus, bukan meneruskannya ke aparat penegak hukum.” Apa yang menjadi statemen Ketua DPRD Banten tersebut, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2010 dan Peraturan Tata Tertib DPRD Banten Nomor 1 Tahun 2010 mengatur bahwa LHP BPK akan dipelajari DPRD melalui panitia khusus (pansus).

Bagaimana mungkin PP No. 16/2010 dan Tata Tertib DPRD Banten Nomor 1 Tahun 2010 ternyata lebih sangat kerdil dibandingkan masyarakat yang melaporkan bahwa ayamnya telah dicuri, misalnya ? Dan lebih parah lagi Sdr. Aeng Haeruddin selain tidak akan melaporkan tindak pidana korupsi ke pihak berwenang, akan memberikan arahan dan masukan ke Gubernur, seperti penasehat dan staf ahli Bappeda saja. Apa gunanya ada parlemen? Apakah Aeng tidak mengerti fungsinya sebagai wakil rakyat yang berhak mengontrol, mengawasi, bahkan menjatuhkan seorang pejabat eksekutif bilamana melanggar hukum ? Hak interpelasi (bertanya) dan hak angket (menyelidiki) saja dapat dibawa ke ranah hukum. Statemen Aeng Haeruddin tak lebih merupakan pendangkalan rasio  dengan banyak justifikasi pembenaran membela diri dan retorika.

Sedangkan yang lebih sangat lucu dan ironi lagi, saya yakin Kejati Banten dan Kejari Kab./Kota tidak pernah atau jarang melihat Laporan Hasil Pemeriksaan BPK tiap semester sebagai referensi dugaan terjadinya korupsi untuk ditindak lanjuti, sesuai juga dengan pernyatan Mustaqim, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Banten, tidak pernah melihat LHP BPK (http://www.satunews.com/read/9523/2010/06/28/lhp-bpk-tak-masuk-ranah-hukum-html).

LHP BPK 2009 dan Catatan Tahun Sebelumnya

Pada Sidang Paripurna DPRD Banten Kamis lalu, Slamet Kurniawan menyampaikan LHP BPK 2009, menyebutkan ditemukan kerugian daerah LHP 2009 mencapai Rp 13,08 miliar (lebih lengkap lagi dapat dilihat berdasarkan sumber sumber radar bantenhttp://radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=56703).

Kerugian ini meningkat tajam dari LHP 2008 sebesar Rp 4,80 miliar dan LHP 2007 sebesar Rp 1,28 miliar. Sedangkan 17 rekomendasi tahun sebelumnya 197, 76 m belum diselesaikan. Dari 182 rekomendasi banyaknya yang telah ditindak lanjuti, yang tidak sesuai sebesar Rp.731,36 miliar. Secara keseluruhan Banten menindaklanjuti 245 rekomendasi yang sesuai sebesar 542,01 miliar.Dengan demikian total 942,16 m selama 3 tahun, nyaris 1 triliun potensi penyelewengan uang negara.

Mengenai data tersebut, ada juga diantara para wakil rakyat yang mempertanyakan dan mengancam menggunakan hak interpelasi, tetapi sayangnya belum mendapatkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK tersebut. Ini juga sangat aneh menyoal data base semestinya BPK dan Pemerintahan Banten baik eksekutif,legislatif,yudikatif, tidak lagi menyediakan dengan cara manual yang terkadang sulit dicari. Sudah saatnya menggunakan e-goverment menyediakan e-book soal LHP BPK RI, dan RAPBD, APBD, LKPJ dan LPJ di situs internet.

Mengenai LHP BPK biasanya, saya dan beberapa orang kawan seringkali mendapatkan akses data dari situs pusat (www.bpk.go.id) dan daerah (www.banten.bpk.go.id) , tapi sudah dua tahun lamanya kedua situs tersebut sedang dalam perbaikan dan tidak menyediakan LHP BPK serta lainnya.

Semoga pihak BPK dan Pemprov Banten serta Legislatif dapat memenuhi kebutuhan hak informasi publik tersebut dengan cepat. Saya juga berencana untuk mengundang Kepala BPK Slamet Kurniawan untuk menjawab soal LHP BPK masuk jeratan hukum dan bagaimana seharusnya yang dilakukan Pemprov Banten untuk menjawab LHP BPK tersebut, bersih tanpa kecuali (WTP/Wajar Tanpa Pengecualian) baik tindak pidana maupun kesalahan administrasi. Semoga !!! Salam Revolusi !!

Sumber :
http://www.bpk.go.id
http://www.banten.bpk.go.id
http://radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=56703
http://www.satunews.com/read/9523/2010/06/28/lhp-bpk-tak-masuk-ranah-hukum-html

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s