Turut Berduka Cita, Catatan Singkat Diskusi dan Bom Kuningan

Catatan Singkat Diskusi Politik dan Islam,

dan Tragedi Bom Bunuh Diri Kuningan

Tragedi bak petir ditengah suasana tenang tak ada angin dan hujan seusai Pilpres telah terjadi ledakan bom bunuh diri di hotel Ritz Cartlon dan JW Marriott pada pukul 07.47 WIB pagi pada hari Jumat 17 Juli 2009. Aksi terorisme ini menimbulkan reaksi keras dari dalam dan luar negeri sekaligus mengulangi aksi untuk keduakalinya di tempat yang sama di Hotel JW. Marriot pada tahun 2003. Aksi terorisme tersebut diduga berkaitan dengan kelompok yang sama yaitu kelompok Noordin M. Top dengan dugaan pelaku bom bunuh diri bernama Nur Sahid dan Ibrahim orang dalam JW Marriott yang hingga kini masih buron. Kelompok radikal anarkis Jamaah Al Islamiyah yang diduga bermarkas di Malaysia ini (1999-2002, diduga pula memiliki jaringan dengan Al Qaeda) dituding sebagai pelaku tindakan bom bunuh diri (klik http://www.tvone.co.id/arsip/view/18344/2009/07/17/cctv_detikdetik_menjelang_ledakan_di_jw_marriott)

Saya sangat terkejut dengan peledakan tersebut karena pada malam harinya pada tanggal 16 juli 2009, kami sempat berdiskusi di Rumah Dunia markas budayawan Gola Gong dengan tema yang cukup berat, Islam dan Politik di Indonesia. Materi tersebut diantarkan oleh Zulkiflimansyah anggota DPR RI dari PKS disampaikan dengan sangat ringan dan lebih bertujuan membangun kebersamaan dengan kawan-kawan yang hadir yaitu, Gola Gong, Firman Fenayaksa, Ibnu Avicena, Moh. Iksan, Edi dosen dari Unpas, Moh. Ali Suro, Ustad Sudarman, Bahroji, orang muda dari komunitas Rumah Dunia, FAM, dll.

Berawal mengurai dari Spirit Islam, kemudian semakin tajam dan diskusi berkembang oleh peserta yang hadir lebih luas lagi mengurai Sejarah Islam, Intelektual dan Peradaban Islam, Politik Islam, perkembangan Islam di tanah air dan percaturan dunia Internasional, serta wacana modernitas dan humanisme universal ikut pula dibahas dengan sangat jernih dan tajam, sebagian besar sumbangan pemikiran dari Ustad Sudarman banyak memberikan pencerahan bagi kita semua. Barangkali yang terlewatkan adalah masalah Sistem Ekonomi Indonesia karena waktu yang terbatas dan sudah larut menjelang jam 12 malam.

Masalah ini pula yang justru kemudian kami cukup kaget dengan peristiwa esok harinya dengan peledakan bom bunuh diri yang diduga terkait juga dengan masalah ekonomi, dengan tewasnya petinggi CEO dari perusahaan Multi Nasional yang cukup merajai di tanah air. Mereka menjadi target pembunuhan pada pagi hari jam 7.47 WIB ketika para boss CEO tersebut mengadakan rapat meeting di Hotel JW. Marriot.

Peristiwa ini juga sangat mengejutkan karena dugaan kelompok radikal Islam yang biasanya ada di wilayah aksi sistem sosial budaya dan politik, ternyata memiliki target melakukan pembunuhan para boss Multi Nasional yang memiliki pengaruh sangat besar bagi perekonomian kita.

Dari sudut pandang politik jelas ini pula menimbulkan kekagetan karena saat ini memasuki masa tenang paska pilpres dan cenderung tanpa gejolak, meskipun adanya protes dari pihak yang kalah

Hubungan baik dengan negara-negara Eropa, Amerika dan Australia akan semakin rawan jika terorisme ini dibiarkan. Bahkan perkembangan selanjutnya bagi dunia internasional umumnya terkhusus masalah Palestina yang hingga kini telah mendapat support sangat baik dari negara-negara barat menghadapi Israel

Sedangkan bagi umat muslim sendiri dengan peristiwa tersebut sangat merugikan bagi perjuangan selanjutnya, karena stereotipe yang dibangun kemudian mempertegas bahwa kelompok muslim identik dengan terorisme dan masih sangat berbahaya serta perlu diwaspadai ditingkat nasional maupun internasional. Islam sebagai agama yang rahmatin lil alamin rahmat bagi alam semesta jelas terdistorsi dengan tragedi tersebut. Saya yakin perjuangan kawan-kawan yang menghendaki Syariat Islam sesuai dengan Piagam Jakarta ditanah air dengan damai akan ikut pula terpukul dengan kejadian peledakan tersebut

Bagi kawan-kawan yang yang menghendaki campur tangan negara pada sektor strategis secara damai untuk menasionalisasi aset nasional ikut juga terpukul dengan peristiwa tersebut. Karena mengacaukan strategi perjuangan secara damai dan konstitusional untuk mengambil alih aset strategis tersebut

Diantara sesama negara Asean masalah terorisme ini juga mendapat perhatian penuh dengan ditandatangani Asean Charter, tetapi meskipun demikian keregangan dan ketegangan dipastikan akan memuncak antara Indonesia dan Malaysia akan terjadi apabila benar kelompok radikal Jamaah Islamiyah yang diduga berpusat di Malaysia (1999-2002) sejak tahun 2003 telah melakukan aksi di negara kita, tidak mendapat penanganan serius dari negara jiran tersebut.

Serang 21 Juli 2009

bersambung …………

Berbagai sumber berita dari media massa mengenai peristiwa tersebut dapat disimak dibawah ini

————————————————————————————————————————————————————————-

Kapolri Akui Ada Upaya Gagalkan Pelantikan SBY
Komjen Bambang Hendarso D

Artikel Terkait:
Jumat, 17 Juli 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Ancaman terhadap keamanan Republik Indonesia selalu ada dan bertambah dalam momen pemilihan umum seperti saat ini. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) mengakui adanya berbagai ancaman yang datang sejak proses kampanye hingga menjelang pelantikan presiden terpilih.

“Secara tegas, betul ada yang akan menduduki Komisi Pemilihan Umum, tindakan kekerasan, ancaman presiden tidak perlu dilantik,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, dalam konferensi pers di halaman Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (17/7).

Namun, dia berjanji Polri akan menindak tegas pelakunya karena hukum memang harus ditegakkan. Dia memberi contoh tentang ancaman penembakan yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kalimantan Timur. Menurutnya, saat ini pelaku telah diketahui dan ditangkap pada 5 Mei 2009 lalu.

Dia berharap masyarakat memberikan kontribusi dalam penertiban keamanan. Dia tak ingin kejadian yang ada di Cilacap dan Malang terjadi kembali. Apalagi, lanjutnya, kejadian di kawasan Mega Kuningan ini. “Bom yang ditemukan di sana (Cilacap dan Malang), identik dengan di sini (Mega Kuningan). Padahal mereka ada di perkampungan, tapi tidak ada yang bisa mengidentifikasi siapa mereka,” kata dia.

Terkait Politik, Dalang Bom Bisa Pendukung Calon

Sabtu, 18 Juli 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Ledakan bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton dituding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai terkait dengan politik. Bisa jadi pernyataan tersebut benar, tetapi bukan dari lawan politiknya.

Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Faruq Muhammad mengatakan bahwa insiden tersebut bisa saja didalangi oleh pendukung kandidat capres dan cawapes.

“Bicara kemungkinan motif politik, jangan terus membayangkan yang kalah, yakni JK-Wiranto dan Mega-Prabowo. Mereka orang terhormat. Tetapi yang di belakang itu bisa jadi tidak puas,” tutur Faruq dalam diskusi mingguan bertema “Bom Lagi”, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (18/7).

Ia mencontohkan, kejadian ini seperti supporter sepak bola yang kemudian mengamuk karena jagoannya kalah di lapangan. Namun, tambahnya, motif dan modus peledakan bom Jumat pagi kemarin perlu ditelusuri lebih jauh.

“Sampai di mana koneksinya antara pilpres dan teror bom, akarnya kejahatan balas dendam atau karena kekecewaan, atau bunuh diri, itu perlu diinvestigasi lebih dalam,” ujarnya.

Bos – Bos Multi Nasional Jadi Korban

Sabtu, 18-Juli-2009

Ledakan bom di dua hotel di kawasan Mega Kuningan, Jumat (17/7) bertepatan dengan acara meeting yang didahului sarapan bersama beberapa bos perusahaan besar. Mereka tergabung dalam forum antar CEO di Indonesia bernama Castle Asia. Mereka pun jadi korban

AGUNG-TITIK-ANDRESWARI-Jakarta

Daniar Rianawati, istri Kevin Moore (presiden direktur Husky Energy, perusahaan migas), mengaku merasa tidak enak sejak malam sebelum kejadian. Ibu dua anak itu bahkan tidak bisa tidur bersama anak bungsunya, Jessica Moore, yang masih berusia 11 tahun.

“Entah mengapa, ada perasaan tidak enak,” ujarnya saat menunggui suaminya di ruang operasi RS Metropolitan Medical Center, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

Wanita yang bekerja sebagai perancang busana itu menuturkan, perasaan gelisah tersebut berlanjut hingga pagi kemarin. Jessica pun tak tidur bersama dirinya. Daniar mengaku tak henti-henti berdoa ketika salat tahajud dan salat subuh.

Paginya, saat pulang belanja, dia tidak melihat Kevin. Suaminya itu, tampaknya, sudah berangkat bekerja. “Saya mengira, ini pasti pertemuan rutin tiap Jumat. Biasanya, antara bos-bos perusahaan minyak bertemu tiap Jumat. Tempatnya pindah-pindah. Kalau tidak di Ritz-Carlton, ya di JW Marriott,” ujarnya.

Wanita yang rambutnya dicat cokelat itu menuturkan, sekitar pukul 08.00, dirinya melihat berita ledakan tersebut di televisi. Dia langsung menelepon ponsel Kevin. Tidak ada jawaban. Bahkan, nada sambung pun tidak terdengar. Tak lama kemudian, salah seorang sekretaris kantor menelepon Daniar. “Katanya, Bapak kena dan sekarang ada di Rumah Sakit MMC,” ungkap wanita berdarah Jawa tersebut.

Ketika berangkat ke MMC, Daniar tidak memberi tahu kedua putrinya. Dia khawatir mereka shock dan ingin ikut ke rumah sakit. Tapi, Rachel Moore, anak pertama pasangan beda negara itu, sudah tahu. Dara berusia 14 tahun tersebut mengetahui ayahnya ikut jadi korban lewat internet dan televisi beberapa jam kemudian. “Dia lalu menelepon saya dan ingin ngomong sama Papa. Saya bilang tidak bisa karena Papa masih dirawat. Nanti kalau sudah bisa saya telepon lagi,” kata Daniar yang tampak tenang itu.

Kondisi Kevin memang cukup parah. Kaki kanan lelaki yang sudah 15 tahun tinggal di Indonesia itu bengkak. Di dalamnya tertancap sejumlah material. Mulai bahan yang terbuat dari metal hingga pecahan kaca. Bahu tangan dan punggungnya terbakar. “Tapi, syukurlah dia masih sadar,” ujar Daniar. Kevin, kata dia, sempat berlari ke luar saat ledakan tersebut terjadi. Dia terus berusaha menjauhi lokasi ledakan dan meminta bantuan petugas di sekitar lokasi kejadian. Kendati terluka parah, Kevin tidak gugup. “Ketika tadi saya datangi pun, dia masih tenang. Sejak dulu dia memang tetap tenang, apa pun yang terjadi,” jelasnya.

Setelah dirawat di RS MMC, Daniar berencana membawa Kevin ke rumah sakit di Singapura. Dia ingin mendapatkan pelayanan intensif dan optimal. Sebab, dirinya melihat rumah sakit tersebut sudah terlalu banyak menangani pasien korban ledakan.

Daniar khawatir layanan yang diberikan tidak maksimal. “Mungkin nanti saya bawa ke Mount Elizabeth,” tuturnya.

Nasib lebih tragis menimpa Presiden Direktur PT Holcim Timothy McKay. Pria 60 tahun tersebut terluka parah, kemudian meninggal di Rumah Sakit Medistra. Menurut saksi di lokasi hotel saat ledakan, Tim -panggilan akrab Timothy McKay- sempat terlihat keluar dari hotel dengan berlumuran darah. Dia berjalan tertatih-tatih dengan kondisi mengenaskan. Wajah bagian kiri remuk, kaki patah, sekujur tubuh penuh luka, dan hanya mengenakan celana pendek. Meski terluka sangat parah, dia masih terlihat berusaha bertahan. Saksi itu menyebutkan, Tim akhirnya tak tertolong karena bantuan baru datang 45 menit setelah dia tergeletak di luar hotel. Corporate Communications Coordinator Holcim Indonesia Dedy Nugroho menyatakan tak bisa menutupi perasaan dukanya atas kepergian sang bos tersebut. “Pak Tim sudah meninggalkan kita,” ujarnya. Sumber Radar Banten (*)

Surabaya, (tvOne)

Muhamadiyah : Jangan Kaitkan Bom Terorisme Dengan Islam

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur meminta agar semua pihak tidak saling menuduh ataupun mengaitkan peristiwa pengeboman yang terjadi di JW Marriott dan Ritz-Carlton dengan umat Islam sebelum diketahui siapa sebenarnya pelaku aksi teror itu.

Ketua PWM Jatim Syafik Mugni mengatakan, secara organisasi pihaknya mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang menjadikan puluhan korban terluka dan beberapa lainnya meninggal dunia.

Menurutnya, tindakan itu tidak Islami, dan pada hakekatnya Islam mengutuk keras setiap tindakan kekerasan hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. “Kami mengutuk keras dan meminta agar aparat bisa mengusut siapa pelakunya, karena tidak ada yang diuntungkan dalam peristiwa ini baik bangsa Indonesia, maupun umat Islam,” katanya di Surabaya, Sabtu (18/7).

Bahkan aksi bom bunuh diri ini, kata dia, bisa menghambat dakwah Islam. Pasalnya, selama ini setiap peristiwa aksi pengeboman arahnya selalu tertuju pada umat Islam, padahal tidak demikian. “Kami khawatir aksi bom bunuh diri ini akan merusak citra umat Islam, apalagi mayoritas warga Indonesia memeluk agama Islam. Untuk itu saya tegaskan agar masyarakat tidak terpancing atau terprovokasi yang hanya akan memperkeruh suasana,” katanya sembari meminta masyarakat tetap tenang dan tidak saling tuduh, sambil menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

Sementara menanggapi pandangan sejumlah kalangan bahwa Muhammadiyah termasuk salah satu dari jaringan Islam Mujahidin Indonesia, Syafik mengatakan itu tidak benar. “Kami tidak ada hubungannya dengan mereka, dan tidak ada anggota Muhammadiyah yang masuk anggota mereka,” katanya seperti dikutip Antara.

Bahkan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menginstruksikan kepada semua jajaran Muhammadiyah baik di tingkat provinsi hingga kabupaten dan pengurus ranting, supaya meluruskan persepi miring tersebut.

Jakarta, (tvOne)

RS Jakarta Rawat 7 Pasien dan MMC 15 Pasien

Rumah Sakit Jakarta masih merawat inap 7 korban ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Demikian informasi yang diberikan petugas pendaftaran dan operator rumah sakit tersebut, Aan saat dihubungi Antara, Sabtu (18/7) dini hari. “Saat ini kami merawat inap tujuh pasien yang semuanya warga negara Indonesia,” katanya.

Saat ditanya mengenai nama dan data singkat para korban Aan mengaku tidak memiliki informasi tersebut. Dia menambahkan jumlah total pasien korban ledakan bom yang diterima pihak rumah sakit sejak terjadinya peristiwa tersebut sebanyak 17 orang. Namun 10 pasien sudah diperbolehkan pulang.

Sementara itu pihak Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) Kuningan, Martono saat dihubungi mengatakan masih merawat 15 pasien korban ledakan bom. “Ada enam orang warga asing dan sisanya sembilan orang Indonesia,” katanya.

Martono mengaku tidak mempunyai data mengenai kondisi medis ataupun data para pasien yang masih menjalani perawatan inap. Sedangkan pihak rumah sakit Medistra, Rudi tidak dapat memberikan keterangan mengenai jumlah korban yang masih dirawat.

Sebelumnya pada Jumat pagi salah satu korban ledakan, Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Timothy D. Mackay meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medistra. Jumlah korban meninggal dalam peristiwa ledakan ini sebanyak sembilan orang dengan 53 korban luka yang sebagian sudah diperbolehkan pulang.

Dua ledakan bom terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 07.45 di restoran Airlangga Hotel Ritz Carlton dan disusul ledakan kedua pada pukul 07.47 di restoran Syailendra Hotel JW Marriot.

Senin, 20/07/2009

SBY Diminta Buktikan Tudingan Bom Terkait Pilpres

Muhammad Taufiqqurahman – detikNews

Jakarta – Presiden SBY diminta mempertanggunjawabkan ucapannya saat menanggapi peristiwa pengeboman di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. Terutama tentang adanya hubungan teror bom dan pemilihan presiden yang digelar 8 Juli lalu.

“Presiden harus bersikap mempertanggungjawabkan omongannya, tuduhan itu seharusnya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum oleh presiden,” kata mantan juru bicara presiden era Gus Dur, Wimar Witoelar.

Hal itu ia sampaikan usai menyampaikan ucapan duka dan doa bagi korban pengeboman di depan Hotel JW Marriott, Kuningan, Jaksel, Senin (20/7/2009).

Wimar menilai, SBY sebagai presiden sudah mengambil sikap yang jelas. Tidak ada lagi keragu-raguan dalam ucapannya kala itu. “Ini pertama kalinya selama 5 tahun,” tegasnya.

Untuk itu, pria yang berambut kribo ini meminta semua pihak tidak menjadikan pernyataan SBY polemik yang berkepanjangan. Justru sebaliknya, seluruh pihak harus membantu penyelesaian masalah ini.

“Saya juga mengimbau untuk semua kalangan pejabat, jangan menjadi ahli teror,” tegasnya.

(mad/asy)

Senin, 20/07/2009

Pelaku Bom di Ritz Pria, Sempat Mengaku Tinggal di Kamar 2701

Muhammad Taufiqqurahman, Arifin Asydhad – detikNews

Jakarta – Bom di Hotel JW Marriott meledak di JW Lounge, bukan di Restoran Syailendra. Sedangkan bom di Hotel The Ritz Carlton meledak di Restoran Airlangga. Pelaku peledakan bom di Ritz Carlton sempat mengaku tinggal di kamar 2701. Pelaku bukanlah wanita seperti isu selama ini.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari polisi mengenai dua pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Identitas dua pelaku bom bunuh diri masih simpang siur. Polisi belum membuka, karena masih terus menyelidikinya.

Seorang sumber detikcom menceritakan, bom di Ritz Carlton meledak sekitar pukul 07.47 WIB, Jumat (17/7/2009). Pusat ledakan terjadi di Restoran Airlangga. Saat ledakan terjadi, asap putih pertama kali yang datang ke arah lobi berasal dari lorong akses menuju Restoran Airlangga.

Sumber itu menceritakan pelaku peledakan adalah seorang pria. “Jadi, bukan wanita seperti yang diberitakan sejumlah media,” kata dia.

Sebelum ledakan terjadi, pria yang membawa tas itu masuk ke restoran Airlangga dengan berpura-pura ingin makan pagi. Dia masuk ke dalam restoran dan langsung duduk. Pelayan restoran yang membawakan minuman teh hangat sempat menanyakan kepada pelaku tinggal di kamar berapa.

“Saat itu, pelaku menyebut kamar 2701,” kata sumber itu. Namun, setelah pelayan mengatakan tidak ada kamar 2701, karena jumlah lantai Ritz Carlton hanya 26, akhirnya pelaku meralatnya. Entah berapa nomor kamar yang diralatnya.

Yang jelas, tidak lama kemudian, terdengar ledakan dari JW Marriott. Beberapa menit kemudian, ledakan juga datang dari arah pria yang mengaku tinggal di kamar 2701 itu. Cerita ini belum mendapat konfirmasi dari Polri.

Saat ini disebut-sebut bahwa pelaku peledakan bom di Marriott adalah Nur Sahid alias Nuri Hasdi alias Nur Hasbi alias Nurdin Aziz. Pria asal Temanggung itu pernah jadi santri Ponpes Ngruki. Saat ini, polisi tengah mencocokkan DNA orangtua Nur Sahid dengan DNA tubuh pelaku ledakan bom.

Sedangkan, pelaku ledakan di Ritz Carlton disebut-sebut seorang wanita. Isu ini muncul setelah ditemukan jenazah wanita yang sangat hancur terkena ledakan. Namun, isu ini belum memiliki indikasi kuat. Bahkan, cerita sumber tadi menjelaskan bahwa pelaku bom di Ritz Carlton juga seorang laki-laki.

(asy/mad)

Polisi Masih Periksa 15 Saksi

Senin, 20 Juli 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian Republik Indonesia masih melakukan penyelidikan terkait bom bunuh diri di kawasan Mega Kuningan. Kini, Polri memeriksa 15 saksi terkait pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Polisi tetap melindungi identitas ke-15 saksi itu. “Ada 15 saksi yang sudah diperiksa,” ujar Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Sulistyo Ishak kepada wartawan usai konferensi pers up date informasi di Jakarta Media Crisis Center, di Bellagio Mall, Jakarta, Senin (20/7).

Menurut dia, melindungi saksi merupakan salah satu instrumen yang diawasi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. “Kan dalam bekerja, kepolisian selalu diawasi oleh sejumlah pihak,” kata dia.

Oleh karena itu, Sulistyo tidak mau sembarangan memberikan keterangan kepada publik. Menurut Sulistyo, memang ada keidentikan bom JW Marriott-Ritz Carlton dengan bom di Bali dan Cilacap, baik dari metode maupun materialnya. “Namun, ini baru dugaan. Polri tetap mengawasi kelompok-kelompok lain,” katanya.

Korban Bom yang Teridentifikasi
Karangan bunga dari Organisasi Masyarakat terus berdatangan di depan Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Minggu (19/7). Pascaledakan bom berbagai aksi simpatik kepada korban terus berdatangan ke lokasi. Selain berdoa mereka juga mengeluarkan kecaman terhadap aksi biadab ini.

Senin, 20 Juli 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Tiga hari pascapengeboman di Mega Kuningan, Jakarta, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil mengidentifikasi lima dari sembilan korban meninggal. Saat ini empat jenazah yang masih diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Indentification (DVI) Mabes Polri di Rumah Sakit Soekanto Kramat Jati, Jakarta.

Lima jenazah yang telah teridentifikasi itu adalah:

1. Evert Mokodompis (WNI).

2. Timothy D Mackay (Selandia Baru).

3. Senger Craig Andrew (Australia).

4. Mcevoy Garth Rupert John (Australia).

5. Verity Nathan John (Australia).

Sementara itu, masih ada 13 korban luka yang dirawat di Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Pusat Pertamina, dan Rumah Sakit MMC.

Senin, 20/07/2009

Bom Marriott dan Ritz Carlton

Mertua Nur Said Sulit Telepon Anaknya

Muchus Budi R. – detikNews

Jakarta – Mertua Nur Said, Siti Lestari, tidak percaya bahwa suami putri keduanya itu sebagai pelaku bom di Hotel JW Marriott. Namun, yang meresahkan saat ini, Siti dan keluarganya tidak bisa menghubungi anaknya, Dwi Prastiwi, yang juga istri Nur Said itu.

“Dalam situasi seperti ini saya tinggal berharap Dwi menghubungi saya untuk menjelaskan bahwa dia bersama keluarga dalam kondisi baik-baik,” kata Siti Lestari sambil menahan tangis saat ditemui wartawan di rumahnya, Dusun Tempel Rt 18 Rw 7, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jateng, Senin (20/7/2009).

Gesang, adik Dwi, mengaku sangat sulit menghubungi kakaknya. Hingga saat ini, Gesang masih belum berhasil menghubungi telepon kakaknya. Telepon kakaknya tulalit.

Setelah menikah dengan Nur Said, Dwi memang jarang pulang ke rumah di Klaten. Dia bersama Nur Said sempat pulang ke Klaten pada tahun 2005 lalu. Namun, saat itu, Dwi dan Nur Said hanya singgah, tidak sampai sehari di Klaten.

Menurut Gesang, praktis selama ini komunikasi keluarga dengan Dwi hanya dilakukan melalui telepon genggam. Namun, anehnya, yang selalu telepon ke Klaten adalah Dwi. Telepon genggam Dwi selalu tidak bisa dihubungi. Dwi juga selalu menggunakan HP dengan nomor yang berbeda.

“Selama ini kalau komunikasi dengan Mbak Dwi dilakukan via HP. Tapi yang telepon selalu Mbak Dwi, nomornya ganti-ganti. Nomor terakhir yang dipakai Mbak Dwi, ketika saya hubungi tidak aktif,” ujar dia. Gesang mengaku kakaknya bertelepon terakhir kalinya beberapa bulan lalu.

Gara-gara diduga Nur Said sebagai pelaku, keluarga sangat terkejut. Karena itu, Gesang berharap polisi segera memastikan siapa pelaku aksi pemboman itu sehingga keluarga segera mendapat kepastian.

Nur Said menikahi Dwi Prastiwi pada tahun 2000. Selama ini pihak keluarga tidak mengetahui alamat pasti mereka tinggal. Namun, Dwi pernah mengaku tinggal di Semarang.

Nur Said alias Nur Sahid alias Nuri Hasdi alias Nur Hasbi alias Nurdin Aziz berasal dari Temanggung. Pihak keluarga di Temanggung juga mengaku bahwa Nur Said sudah tidak pernah pulang selama empat tahun.

(mbr/asy)

Senin, 20/07/2009

Bom Marriott dan Ritz Carlton

Nur Said Dikenal Sebagai Tukang Kunci dan Penjual Kaca Mata

Muchus Budi R. – detikNews

Klaten – Dari foto-foto yang ditemukan di rumahnya di Temanggung, Nur Said aias Nur Sahid alias Nuri Hasdi alias Nur Hasbi alias Nurdin Aziz, sering berpose dengan memakai kaca mata. Dia memang dikenali oleh keluarganya sebagai penjual kaca mata. Karena itu, keluarga tak yakin Nur Said adalah pelaku bom JW Marriott.

Nama Nur Said saat ini menghiasi media massa. Maklum, dia disebut-sebut sebagai pelaku bom bunuh diri Hotel JW Marriott pada 17 Juli 2009 lalu. Bahkan, disebut-sebut potongan kepala yang ditemukan di hotel Marriott mirip dengan wajah Nur Said.

Nur Said menikahi Dwi Prastiwi (31), putri kedua Siti Lestari, warga Klaten, Jawa Tengah, pada tahun 2000 lalu. Saat ini, menurut Siti Lestari, pasangan Nur Said-Dwi Prastisi sudah dianugerahi dua anak.

Sejak menikah, Dwi jarang menengok orangtuanya di Klaten. Siti Lestari juga tak mengetahui di mana alamat pasti Nur Said-Dwi tinggal. Hanya saja, saat datang ke Klaten pada 2005 lalu, mereka pernah menyebut tinggal di Semarang.

“Saat itu pada 2005 mereka datang membawa dua anaknya. Tak sampai sehari lalu pergi lagi. Kepada kami mereka mengaku tinggal di Semarang, Nur bekerja sebagai tukang kunci dan jualan kaca mata,” kata Siti kepada wartawan di rumahnya di Dusun Tempel Rt 18 Rw 7, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jateng, Senin (20/7/2009).

Dengan bekerja sebagai tukang kunci dan berjualan kaca mata itulah, Sri Lestari tidak yakin bahwa menantunya pelaku bom. Namun, yang meresahkan saat ini, pihak keluarga tidak bisa menghubungi HP Nur Said maupun Dwi.

Telepon genggam Dwi yang pernah digunakan menelepon adiknya, Gesang, beberapa waktu lalu, sudah tidak aktif. Hingga saat ini, pihak keluarga tidak mengetahui di mana Nur Said dan Dwi berada.

Sementara dari Temanggung, kedua orangtua Nur Said, Muhammad Nasir (60) dan Tumini(57) sudah dijemput aparat kepolisian pada Senin (20/7/2009). Sebelum Matahari terbit, orangtua Nur Said sudah dibawa polisi meninggalkan rumah. Kabarnya, keduanya dibawa polisi untuk menjalani tes DNA. Tes DNA itu diperkirakan untuk memastikan apakah potongan kepala yang ditemukan memang kepala Nur Said.

Nur Said sendiri dikenal oleh tetangganya sebagai pria yang baik dan taat beribadah. Menurut pengakuan keluarganya, Nur Said memang pernah mondok di Ponpes Ngruki. Peneliti terorisme, Sydney Jones menyebut Nur Said adalah anggota Jamaah Islamiyah (JI). Namun, hingga saat ini, informasi-informasi mengenai Nur Said terlibat bom JW Marriott masih belum terkonfirmasi.

(mbr/asy)

—————————————————

Statement Nurdin M Top Di Duga Palsu

http://mediaislam-bushro.blogspot.com/

Berikut pernyataan yang mengaku sebagai Nurdin M Top pada blog : http://www.mediaislam-bushro.blogspot.com

KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA

ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH

DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW. MARRIOT Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap “KADIN Amerika” di Hotel tersebut.

Sesungguhnya telah sempurna pelaksanaan Amaliyat Istisyhadiyah dengan karunia Allah dan karomah-Nya setelah melakukan survey yang serius dan pengintaian yang mendalam terhadap orang-orang kafir sebelumnya.

Dan sungguh benar firman Allah :

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Al Anfal : 17).

Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta’ala :

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman”. (QS. Attaubah : 14).

Agar ummat ini mengetahui bahwasanya Amerika, khususnya orang-orang yang yang berkumpul dalam majlis itu, mereka adalah para Pentolan Bisnisman dan Inteljen di dalam bagian ekonomi Amerika. Dan mereka mempunyai kepentingan yang besar dalam mengeruk harta negeri Indonesia dan pembiyaan tentara kafir (Amerika) yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Dan kami akan menyampaikan kabar gembira kepada kalian wahai ummat Islam, bi idznillahi Ta’ala dengan mengeluarkan cuplikan-cuplikan film dari Amaliyat Istisyhadiyah ini insya Allah.

Dan kami beri nama Amaliyat Istisyhadiyah ini dengan : “SARIYAH DR. AZHARI”.

Kami ber-Husnu Dhon kepada Allah bahwa Allah akan menolong kami dan menolong kaum muslimin dalam waktu dekat ini.

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia

Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA

ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH

DI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.

Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini.

“Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar”. (QS. Ali Imron : 54).

Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah :

1.Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia

2.Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini

3.Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia

4.Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala’ (Loyalitas) dan Baro’ (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala’nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini

5.Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia

Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.

Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : “SARIYAH JABIR”

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia

Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

Catatan : Resmi dari pemerintah bahwa blog ini dianggap palsu, begitupula pakar telematika Roy Suryo yang mengomentari isi blog tersebut banyak terdapat kejanggalan dan salah tulis.

Benarkah Kedua Blog Ini Milik Nurdin M Top

Inilah dua blog yang diakui milik otak pelaku bom bunuh diri pada Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott, Nurdin M Top.

Kedua blog yang diberi nama BUSHRO , disebutkan bahwa pengeboman terhadap Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott dimaksudkan untuk menghabisi para bisnisman dan intelijen Amerika. Nurdin M Top, pada bawah halaman blog tersebut, disebut sebagai Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, silahkan kunjungi saja link blog tersebut yang beralamat di :

– http://mediaislam-bushro.blogspot.com/

http://bushro2.blogspot.com/

namun hingga saat ini banyak pengguna internet maupun para pakar yang meragukan kebenaran tentang log ini adalah milik Nurdin M Top

Begitu pula menurut pakar telematika , Roy Suryo menilai klaim tersebut palsu dan bukan ditulis atau dipublikasi atas perintah Nurdin M Top.

Sebab, kata Roy, sepak terjang Nurdin M Top tak pernah mengklaim aksi yang dilakukannya. Apalagi, Roy melanjutkan, penulis halaman web tersebut berulang kali salah ketik: Hotel Ritz Carlton ditulis Rizt Calrton dan Hotel JW Marriott ditulis JW Marriot

Roy mengatakan tak mudah melacak siapa pemilik blog tersebut. Sebab, kata Roy, siapapun bisa dengan mudah membuat blog di blogspot. Melacak dengan menelusuri jejak IP pun tak mudah karena tidak semua pengguna internet menggunakan komputer pribadi. “Namun bukan berarti tidak bisa,” kata Roy.

Menurut Roy Suryo, polisi dapat juga menelusuri siapa saja orang yang memberi komentar pada tulisan tersebut. Salah satu dari pengirim komentar, kata Roy, “Bisa jadi pengelola blog tersebut.”

—————— 000 ————————-

Sketsa Resmi Wajah Pelaku Peledakan Bom Ritz Carlton dan JW Marriott dari Kepolisian

Kepolisian Republik Indonesia, melalui KaDiv Humas Markas Besar Polri Irjen Pol Nanan Soekarna tadi siang secara resmi telah mengumumkan sketsa wajah orang yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott.

Diindikasikan bahwa pelaku peledakan bom pada Hotel Ritz Carlton lebih muda dibandingkan pelaku peledakan bom pada Hotel JW Marriot.

Selain potongan kepala, kami menemukan serpihan-serpihan badan di lokasi pengeboman,” ujar Nanan kepada para wartawan di Jakarta.

Pihak Kepolisian memastikan bahwa pelaku yang meledakkan bom di Hotel JW Marriot merupakan orang yang menginap di hotel tersebut. Gambar pelaku sudah sering disiarkan di televisi maupun media cetak karena terekam di CCTV. Sedangkan pengebom Hotel Ritz Carlton belum terlalu jelas.

Peledakan bom pertama yang terjadi di Hotel JW Marriott pada hari Jum’at 17 Juli 2009 pukul 07.45. Baru 10 menit kemudian, bom di Hotel Ritz Carlton yang berjarak 200-an meter meledak.

Pelaku peledakan bom Marriott berusia usia antara 20 hingga 40 tahun, berkulit sawo matang, dengan tinggi badan 165 cm. Pengebom di Ritz Carlton berusia 17 hingga 20 tahun dengan kulit lebih putih. Posturnya juga lebih tinggi, sekitar 180 cm, dengan ukuran sepatu 42-43.

Masyarakat yang mengetahui identitas pelaku diimbau melaporkannya ke Jakarta Media Crisis Center di Apartemen Bellagio, Kuningan, atau menghubungi ke nomor-nomor ini: 021-300 66571 – 021-300 66575 – 021-300 66576 (faks)

Dokter Edi Suparwoto yang mendampingi Kadiv Humas Polri pada siang tadi juga menjelaskan bahwa dua wajah yang ada pada sketsa berdasarkan pengolahan empat jenazah yang masih disimpan di RS Polri di Kramatjati. Keempat jenazah itu terdiri atas satu perempuan dan tiga laki-laki.

Satu jenazah perempuan dan satu jenazah pria lainnya ternyata suami istri berkebangsaan Belanda. Jadi sisa dua lelaki diduga sebagai pelaku yang kita bikin sketsanya seperti ini,” kata dr Edi.

http://yepiye.wordpress.com/2009/07/22/inilah-sketsa-resmi-wajah-pelaku-peledakan-bom-ritz-carlton-dan-jw-marriot-dari-kepolisian/

MENGAPA MALAYSIA TAK PERNAH DAPAT TEROR BOM

Jakarta, (tvOne)

Aksi teror telah dilakukan dua ekstrimis Malaysia, Noordin M Top dan Dr Azahari, di Indonesia. Ada alasan lain mengapa mereka melakukan aksi teror di Indonesia, bukan di negerinya sendiri.

“Karena ketatnya pengamanan di sana, sehingga mereka mencari keamanan yang mudah,” kata mantan pemimpin Jamaah Islamiyah, Nasir Abas, dalam perbincangan di tvOne, Rabu 29 Juli malam seperti dilansir dari VIVAnews.com, Kamis (30/7/2009).

Tetapi, Nasir Abas buru-buru menegaskan bahwa aksi teror tidak terjadi di Malaysia, bahkan Singapura. Hambali, teroris asal Indonesia, pernah berniat dan tinggal mengeksekusi aksi teror di Bandara Changi, Singapura.

“Hambali ingin merusak Bandara Changi, Jembatan Johor. Hambali telah berusaha melakukan aksi di mana saja,” ujar kakak ipar terpidana mati bom Bali I, Muklas, ini.

Alasan lain yang menyebabkan teroris Malaysia beraksi di Indonesia adalah karena ajakan dari warga Indonesia. “Ini keinginan dari warga Indonesia. Hambali, Muklas mengundang dan memindahkan mereka (Noordin dan Azahari) ke Indonesia,” ujar dia sebelumnya.

Nama Noordin M Top diduga berada di balik bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang dan melukai 55 lainnya pada Jumat, 17 Juli lalu. Bahkan, pernyataan yang mengatasnamakan ‘Noordin M Top’ juga beredar di internet.

Pernyataan Noordin M Top Beredar di Internet
Rabu, 29 July 2009 14:44 WIB

Jakarta, (tvOne)

Siapa bertanggungjawab dalam peristiwa bom bunuh diri di dua hotel ternama di Jakarta, Hotel JM Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada 17 Juli 2009, masih belum dipastikan. Dugaan mengarah ke gembong terorisme asal Malaysia, Noordin M Top.

Secara mengejutkan, hari ini, Rabu 29 Juli 2009 beredar pernyataan Noordin M Top yang mengatasnamakan diri sebagai ‘Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah’.

Ada dua pernyataan terpisah, pertama terkait pemboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton.

Dalam pernyataannya Noordin mengaku bertanggungjawab atas pengeboman di Marriott dan Ritz Carlton. Pernyatan tersebut ditulis selang-seling antara Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia.

“Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Ritz Calrton,” kata Noordin dalam pernyataannya, seperti dimuat dalam sebuah situs internet, yang diperoleh VIVAnews, Rabu siang.

Namun, sampai saat ini belum jelas apakah benar Noordin M Top yang mengeluarkan pernyataan ini.

Bom yang meledak di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton menewaskan sembilan orang dan melukai 55 lainnya di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Polri telah menyebar sketsa dua bomber.

Berdasarkan penyelidikan tim Disaster Victim Identification (DVI), ciri-ciri pelaku di JW Marriott adalah laki-laki, usia 16-17 tahun, kulit lebih putih, rambut lurus hitam dan pendek, tinggi badan 180 centimeter, dan ukuran sepatu 42-43.

Sementara pelaku di Ritz Carlton adalah laki-laki, umur kira-kira 40 tahun, kulit sawo matang, rambut lurus, pendek, dan hitam, serta tinggi 165 centimeter. Pelaku bom bunuh diri dipastikan bukan Nur Said maupun Ibrahim.

Pelaku Peledakan Bom Sempat Tatap Mata Dadang
Senin, 27 July 2009 09:24 WIB

Jakarta, (tvOne)

Dadang Sempat Tatap Mata Pelaku

Dadang Hidayat, pegawai restoran Hotel JW Marriott yang menjadi korban peledakan bom di hotel tersebut pada Jumat 17 Juli lalu mengaku sempat berbicara dan menatap pelaku bom bunuh diri.

Seperti dilansir dari VIVAnews.com, Senin (27/7/2009), Dadang mengatakan pembicaraan dengan pelaku bom bunuh diri dilakukan saat pelaku berdiri hanya beberapa meter dari dirinya. Dadang bahkan melihat wajah si pelaku, beberapa saat sebelum dia meledakan dirinya.

Menurut Dadang dua melihat ada sebuah telepon genggam di ransel yang dipakai tersangka. Dia juga melihat earphone di telinga pelaku. Di pagi nahas itu, pelaku datang ke pintu masuk lounge, ruangan privat yang digunakan belasan eksekutif perusahaan besar untuk pertemuan, “Anda tidak bisa masuk ke ruangan, ada acara khusus,” kata Dadang, menirukan perkataannya pada pelaku.

Tapi, si pelaku cuek dan tetap berlalu. Kata Dadang, pelaku tampak percaya diri dan sangat tenang. Dadang sempat memperhatikan telepon genggam di ransel pelaku. Saat itu telepon berbunyi “klik..klik..klik”

“Dia melihat ke arah saya, saya menatapnya. Tiba-tiba ada kilatan cahaya,” kata Dadang yang mengaku hanya sekitar empat meter dari si biomber saat dia meledakan dirinya. “Dia menatap lurus ke arah saya,” tambah dia.

Dadang dua kali selamat dari kejadian bom maut. Pada 2003 saat bom bunuh diri menghantam Hotel JW Marriott, Dadang selamat karena berada di area restoran. Pada peristiwa kedua, Dadang mengalami luka bakar di sekitar wajah dan bahunya.

Sampai saat ini siapa pelaku peledakan masih misterius. Polisi sudah menyebarkan sketsa wajah dua pelaku yang diperoleh dari potongan kepala yang ditemukan di lokasi kejadian.

Berdasarkan penyelidikan tim Disaster Victim Identification (DVI), ciri-ciri pelaku di JW Marriott adalah laki-laki, usia 16-17 tahun, kulit lebih putih, rambut lurus hitan dan pendek, tinggi badan 180 cm, dan ukuran sepatu 42-43.

Sementara pelaku di Ritz Carlton adalah laki-laki, umur kira-kira 40 tahun, kulit sawo matang, rambut lurus, pendek, dan hitam, serta tinggi 165 centimeter. Pelaku bom bunuh diri dipastikan bukan Nur Said maupun Ibrahim.3

Noordin M. Top Masih Misterius

Minggu, 09 August 2009

Jakarta, (tvOne)

Keberadaan gembong teroris Noordin M. Top yang sempat disebut-sebut tewas dalam penyergapan di sebuah rumah di Dusun Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Sabtu kemarin, masih misterius.

Jasad pria yang ditemukan di rumah di Dusun Beji, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pascapenyerbuan Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror belum teridentifikasi.

Dengan demikian, hingga Ahad (9/8), keberadaan Noordin belum dapat dipastikan. Operasi polisi antiteror masih terus berlanjut.

Meskipun spekulasi yang berkembang jenazah tersebut diduga sebagai Noordin M Top, hingga Minggu, Asludin Hatjani, pengacara dari Arina Rahmah, istri dari laki-laki yang mirip Noordin, menyebutkan, polisi belum meminta Arina atau pihak keluarganya untuk mengenali jenazah tersebut.

Dalam penyerbuan maraton tim polisi antiteror di Kedu, Temanggung, sekitar pukul 09.30 ditemukan jenazah pria di kamar mandi dengan sejumlah luka tembak di tubuhnya. Polisi menyerbu rumah milik Muhjahri (60) sejak Jumat (7/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Jenazah pria itu lalu dievakuasi dengan peti jenazah sekitar pukul 10.15 dan tiba di RS Polri Sukanto pukul 16.48.

Penyerbuan terhadap pria misterius itu bermula dari keterangan Aris (30) dan Hendra (28), keponakan dari Muhjahri, yang ditangkap pada Jumat (7/8). Menurut Muhjahri, pria misterius itu empat hari lalu atau Senin dibawa ke rumahnya oleh Aris dan Hendra dari Jatiasih, Bekasi.

Anak Muhjahri, Tataq Lusiyanto (30), tahun 2006 ditangkap polisi terkait pengeboman Hotel JW Marriott 2003. Keberadaan Tataq kini tak jelas.

Sementara itu, laman berita Australia, Sydney Morning Herald, edisi 9 Agustus 2009 memuat pendapat pakar teroris, Sidney Jones yang menyatakan, Noordin M. Top belum tewas.

Pendapat Jones berdasarkan foto pria yang tewas di Temanggung, yang beredar di masyarakat. Menurut dia, berdasarkan foto tersebut, itu bukan Noordin. “Sepertinya dia belum mati,” kata Jones. “Legenda itu terus berlanjut,” tambah dia.

Padahal, setelah enam tahun diburu, Noordin belum tersentuh. Penggrebekan di Temanggung memberi harapan Noordin yang licin bisa juga tertangkap.

Sebaliknya, jika pria yang tewas itu bukan Noordin M Top, ataupun dia ternyata lolos dalam penggrebekan di Temanggung dan Jatiasih, itu makin menguatkan status dia sebagai `mujahid` yang dilindungi kekuatan mistik.

Meski berita kematian Noordin terlanjur menyebar di Indonesia, kata Jones, itu bukan salah media. “Bukan salah media, sebab beberapa sumber kepolisian memang mengkonfirmasi pria itu adalah Noordin”..

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri menolak memastikan teroris yang dibekuk di Beji adalah Noordin. Kepastian, kata dia, baru bisa dikeluarkan setelah ada hasil tes DNA.

Melansir pendapat seorang ahli asal Singapura, kantor berita Qatar Aljazeera memberitakan kabar tewasnya pimpinan jaringan Al-Qaida Asia Timur tersebut kini diragukan.

“Dia (Noordin) belum tewas. Tes DNA membuktikan, jenazah itu bukan Noordin M Top,” ujar Kepala Pusat Terorisme dan Kekerasan, yang berbasis di Singapura, Rohan Gunaratna, kepada Aljazeera.

Namun, Aljazeera tidak menerangkan darimana Rohan mendapatkan tes DNA tersebut. Rohan melanjutkan, “Namun demikian, Noordin akan terus diburu hingga beberapa hari mendatang.”

Pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjajanto mengatakan, jaringan Noordin M Top bermetamorfosis pasca ledakan bom di Hotel JW Marriott pertama.

Noordin tidak lagi merekrut “pengantin” dari Jamaah Islamiyah (JI). Sayap militer jaringan Noordin bergerilya hingga akhirnya memiliki jejaring baru. Salah satunya kelompok bawah tanah, Negara Islam Indonesia (NII).

“Metamorfosis dapat dilihat dari pola rekrutmen. Lima tahun lalu Noordin sudah kesulitan merekrut “pengantin” dari JI. Lalu mereka melakukan rekrutmen di NII,” tuturnya.

Dogma atau doktrin mereka ingin menyerang kepentingan asing di Indonesia sudah tidak cukup lagi. Jika yang di Jatiasih benar, nyata mereka memiliki tujuan lain. “Sasaran mereka ingin menghancurkan simbol Indonesia, yaitu RI-1,” ujarnya.

Menurut Andi, jaringan NII yang telah dimasuki Noordin ini tersebar di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mutasi ini juga terlihat dari sikap JI saat jaringan Noordin melakukan aksi pengeboman. Sikap JI melunak dengan memberikan pernyataan, mengutuk aksi tersebut. Pernyataan itu pun, lanjutnya, disampaikan secara terbuka.

Andi juga menilai, teroris yang tertembak tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu lalu, bukan Noordin M Top. Menurut dia, janggal jika Noordin berada di rumah itu sendirian.(ANT)

http://www.tvone.co.id/berita/view/19818/2009/08/09/noordin_m_top_masih_misterius

Rabu, 12 Agustus 2009

Kabar Nasional

Beredar Foto “Noordin M Top” dengan Kepala Pecah

Sabtu, 08 August 2009

Jakarta, (tvOne)

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menolak memastikan teroris yang dibekuk di Beji, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu, 8 Agustus 2009, adalah gembong teroris Noordin M Top. Kapolri berkilah masih akan menunggu hasil tes DNA.

Kabar ini membuat berbagai kalangan yang sebelumnya yakin penghuni rumah tersebut Noordin mulai ragu. Apalagi tidak ada bukti-bukti yang menguatkan seseorang yang diserang di dalam rumah adalah Noordin M Top. Baik lilitan bom di badan, senjata-senjata dari dalam rumah hingga jumlah orang didalam rumah yang menyusut. Awalnya dikabarkan empat orang, ternyata satu orang.

Saat muncul ketidakpastian, VIVAnews, Sabtu, 8 Juli 2009, menerima kiriman foto yang diklaim oleh pengirim sebagai kepala teroris “Noordin M Top”. Foto dengan badan tidak utuh, posisi setengah badan dengan kepala hancur sama sekali tidak ada kemiripan dengan foto dan sketsa Noordin M Top yang selama ini beredar di berbagai tempat.

Dalam foto tersebut, setengah kepala hancur mulai jidat ke belakang. Wajah dengan kulit bersih, kepala agak lonjong, mengenakan pakaian warna biru. Di leher tampak mengenakan kalung warna biru. Bagian leher jenjang, tidak segemuk leher Noordin yang tampak di foto dan sketsa yang beredar.

Foto tersebut sudah beredar ke berbagai kalangan, namun tidak ada yang berani memastikan apakah foto tersebut korban tewas saat pengggerebekan di Temanggung atau foto hasil kreasi orang usil.(VIVAnews.com)

Keterangan Aris Cs Berbelit-belit

Rabu, 12-Agustus-2009
TEMANGGUNG-Untuk mengungkap sosok Mr X yang tewas dalam pengepungan di Temanggung, Sabtu (8/8), apakah Noordin M Top atau bukan, polisi berharap pada tiga orang yang sudah ditangkap, Aris, Hendra, dan Muh Djahri.

Tapi, sumber di kepolisian menceritakan bahwa keterangan ketiga orang itu sering berubah-ubah. Hingga tadi malam, polisi masih belum bisa berharap banyak dari keterangan ketiga orang tersebut.

Muh Djahri, misalnya. Ketika ditanya mengapa dia awalnya mengaku tamunya itu adalah Noordin M Top (sempat membuat polisi percaya) dan ternyata bukan, dia menjawab singkat, “Saya tidak tahu. Saya kira Noordin.”
Apakah keterangan yang berubah-ubah tersebut merupakan bagian dari strategi?
Seorang anggota senior Jamaah Islamiyah (JI) menyatakan, dalam jaringannya dikenal istilah “kontra interogasi”. Secara garis besar, kontra interogasi merupakan teknik untuk mengelabui atau mengecoh orang yang menginterogasi. “Saya dapat materi tentang kontra interogasi itu selama berlatih di kamp mujahidin Afghanistan. Itu diperuntukkan bagi anggota tingkat lanjut,” jelasnya.
Dia menambahkan, ada sejumlah teknik tertentu yang bisa digunakan. Mulai memberikan keterangan yang berbelit-belit atau memberikan nama palsu. Atau, bila sudah sangat kepepet (karena penyidik sudah mempunyai data dan bahan yang sangat kuat), tekniknya adalah mengaku tapi tidak semua. “Sifatnya lebih mengonfirmasi data yang sudah dimiliki penyidik,” tuturnya.

Dia lantas mencontohkan penerapan kontra interogasi itu. “Misalnya, saya ngaku mendapat barang ini dari si A. Lalu, saya ditanya di mana si A. Saya jawab tidak tahu,” ujarnya. “Itu hanya salah satu contoh penerapan,” lanjutnya.
Semasa mengikuti pendidikan di kamp mujahidin, sering ada simulasi antara interogator-tersangka untuk mempraktikkan teknik kontra interogasi. “Tujuannya, menutup jaringan supaya yang tertangkap tidak meluas. Bila tidak bisa, tujuannya adalah mengulur waktu selama mungkin agar yang lain punya kesempatan melarikan diri,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, mengorek keterangan dengan cara menyiksa tidak akan membuahkan hasil. “Tidak akan ada yang didapat. Malah menebalkan keyakinan mereka untuk terus bertahan. Mereka semua sudah siap mati,” tegasnya.
Lantas, benarkah Aris, Hendra, maupun Muh Djahri dan sederet nama lainnya yang baru ditangkap menerapkan teknik kontra interogasi. Bisa saja iya atau mungkin juga tidak.
Namun, sumber yang merupakan anggota senior JI tersebut meragukan. “Kalau yang mereka ketahui hanya itu, mungkin ya hanya itulah yang mereka tahu. Jadi, bukan karena mereka menerapkan teknik kontra interogasi,” ujarnya. Meski demikian, dia tidak berani memastikan jawabannya.

Meski sudah empat hari berlalu, drama penembakan teroris di rumah Muh Djahri, masih lekat dalam ingatan kita. Ingatan itu malah semakin kuat lantaran dalam perkembangannya, teroris yang ditembak mati di Dusun Beji, Kedu, Temanggung, itu ternyata hampir pasti bukan Noordin. Bagaimana keadaan rumah tersebut sekarang?
Berdasar pantauan wartawan koran ini, rumah Muh Djahri itu masih dikelilingi lembaran-lembaran seng dan di-police line. Hanya aparat dari Polres Temanggung yang boleh keluar-masuk area itu. Anggota polisi yang berjumlah lebih dari satu peleton terus berjaga. Di halaman rumah juga didirikan tenda pengamanan oleh polisi. Mungkin dipakai berteduh bila datang hujan. Sebab, atap rumah Djahri dari genting tanah liat telah berantakan saat penggerebekan.
Lalu, bagaimana dengan kondisi Endang Estiningsih (istri Muh. Djahri-red) saat ini. Akhirnya, Endang berhasil diwawancarai meski melalui perantara bernama Fredy Gustaf, keponakannya. (Dia adalah anak bungsu Darpiah, adik kandung Muh Djahri, yang juga ibu Aris dan Indra). “Tak bantu Mas. Mau bertanya apa?” tanya Gustaf membuka percakapan.
Melalui Gustaf, Endang menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal tamu yang menginap di rumahnya. Sebab, tamu itu datang sekitar pukul 03.00 Jumat.
Baru keesokannya, kata dia, dirinya diberi tahu adanya tamu tersebut oleh suaminya. “Suami saya bilang ada tamu, bikinkan minum,” ungkapnya menirukan perintah suaminya saat itu.
Endang kemudian menyuguhkan secangkir teh manis hangat yang diletakkan di meja depan pintu. “Saya bilang, Pak minumnya. Lalu, si tamu menjawab dari dalam kamar, “Ya?,” katanya. (jpnn)

Warga Tolak Ibrohim Dikubur di Kuningan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Nanan Soekarna menunjukkan foto wajah tersangka teroris Ibrohim, mantan florist di Hotel JW. Marriott di Rumah Sakit Polisi Pusat RS Sukanto, Rabu (12/8). Melalui keterangan ini Polri secara resmi mengumumkan bahwa tersangka teroris yang terbunuh pada baku tembak Dusun Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (8/8) bukanlah Noordin M Top melainkan Ibrohim.

Rabu, 12 Agustus 2009

KUNINGAN, KOMPAS.com — Warga Dusun Kliwon, Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan, menolak mayat teroris Ibrohim dikuburkan di wilayah tersebut. Selain karena lelaki dengan empat anak itu bukan warga asli Cilimus, Ibrohim pun dianggap sebagai penjahat yang mencoreng nama desa.

“Usulan agar dia tidak dimakamkan di sini karena Ibrohim dianggap bukan orang asli Kuningan, walaupun KTP-nya terdaftar di Kecamatan Cilimus,” ujar Kapolres Kuningan AKBP Nurullah kepada wartawan di depan rumah Sucihani, istri Ibrohim, di Dusun Kliwon, Desa Sampora, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (12/8) siang.

Saat ini, warga desa Sampora tengah mempersiapkan sebuah rapat di Balai Desa Sampora terkait penolakan tersebut. Sementara ada wacana penolakan tersebut, saat ini di lokasi rumah Ibrohim sudah disiapkan satu kompi Polri untuk melakukan pengamanan, jika jenazah tiba dari Jakarta.

Senada dengan Nurullah, Kepala Desa Sampora yang dihubungi secara terpisah membenarkan adanya usulan untuk menolak penguburan mayat teroris tadi. Namun, ia tidak dapat memberikan keterangan lebih jauh karena sedang sakit.

Kepala Lembaga Pengembangan Masyarakat Jauhari pun berbicara lebih tegas. Ia mengungkapkan, Ibrohim telah mencemarkan nama desa dan tidak bisa dikubur di kawasan Kuningan.

Ibrohim dinyatakan tewas dalam penggerebekan di Dusun Beji Jurang, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu lalu. Dia adalah pengatur ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton belum lama ini.

Kapolres mengaku mendapat kabar kematian Ibrohim langsung dari istrinya, Sucihani. Berita itu diterimanya lewat telepon pada Rabu pagi. “Dia (Sucihani) telepon saya dan bilang kalau suaminya meninggal. Selain itu, enggak ada kabar lain,” kata Kapolres.

http://radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=45401

Berita TerakhirVideo Eksklusif

Trial by Press Kesalahan BeritaTV One

Noordin M Top Di sergap dan di bunuh Densus 88 Ternyata Ibrahim

http://www.tvone.co.id/arsip/view/19779/2009/08/08/kronologi_penyergapan_teroris_yang_diduga_noordin

Paska Penyergapan Densus 88

http://www.tvone.co.id/arsip/view/19757/2009/08/08/video_eksklusif_suasana_sekitar_rumah_noordin_pasca_penggerebekanhttp://www.tvone.co.id/arsip/view/20045/2009/08/12/kiprah_ibrohim_dalam_teror_bom_ritzmarriott

PELIPUTAN TELEVISI
Terorisme dalam “Reality Show”

Kompas Minggu, 16 Agustus 2009

Budi Suwarna

Drama penyergapan tersangka teroris di Temanggung, Jawa Tengah, begitu nyata di televisi. Emosi pemirsa pun teraduk-aduk dibuatnya. Inilah reality show sesungguhnya.

Menyaksikan liputan penyergapan liputan itu di Metro TV dan tvOne, seperti sedang menonton film perang. Ada adegan mengepung, menembak, dan ”mengebom” rumah persembunyian tersangka teroris.

Reporter tvOne di lapangan membuat suasana tampak kian mencekam dan genting. Ia menceritakan pergerakan polisi antiteror, memberi tahu penonton adanya suara orang mengerang kesakitan dari dalam rumah persembunyian itu.

Ia juga menceritakan bagaimana deg-degannya berada beberapa puluh meter dari lokasi penyergapan. Kadang cerita itu disampaikan sambil mengendap-endap dengan suara nyaris berbisik.

Liputan penyergapan itu berlangsung nyaris 18 jam mulai 7 Agustus malam hingga puncaknya 8 Agustus sekitar pukul 10.00-11.00. Selama itu, potongan adegan paling dramatis diulang-ulang. Kadang, televisi memberikan suara latar (artifisial) yang mengesankan suasana tegang atau heroik.

Suasana mencekam di Temanggung pun menjalar ke rumah pemirsa. Itulah kekuatan televisi. Sebuah peristiwa menjadi sangat dramatik karena hadir secara audiovisual. Kekuatan itu berlipat ganda karena teknologi satelit mampu menghadirkan semua peristiwa secara real time.

Jika peristiwa nyata masih kurang dramatis, pembuat berita bisa membuatnya lebih dramatis dengan mengulang-ulang gambar, menambah suara artifisial, atau grafis. Liputan peristiwa di sini dikemas seperti reality show.

Inilah yang dilakukan hampir semua pengelola televisi. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga Amerika Serikat. Bonnie M Anderson, jurnalis veteran, dalam buku News Flash (2004) mencatat, jaringan televisi seperti CNN dan NBC sejak awal tahun 2000 mendramatisasi berita dengan citraan artifisial. Cara ini cukup sukses mendongkrak jumlah penonton.

Liputan penyergapan di Temanggung juga mampu merebut perhatian pemirsa. Rating tvOne untuk liputan itu rata-rata 8 atau lebih tinggi dari rating sinetron paling ngetop saat ini yang rata-rata 5-7.

Pada saat puncak penyerbuan pukul 10.00-11.00, tayangan ini menarik perhatian 44 persen pemirsa. Di Metro TV, rating tayangan langsung itu rata-rata 5 dan merebut 28,2 persen pemirsa pada jam tayang yang sama.

Persoalan

Namun, liputan langsung seperti itu bukan tanpa persoalan. Bonnie mengatakan, ketika kamera dan mikrofon terus dinyalakan, reporter di lapangan tidak akan sempat mencari informasi, menelepon sumber, dan mewawancarai orang.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia, Bimo Nugroho, menambahkan, pada liputan langsung seperti penyergapan di Temanggung, reporter cenderung menelan mentah-mentah semua informasi yang dia terima. ”Sikap skeptis tidak ada lagi,” ujar Bimo, Selasa (11/8).

Sialnya, kata Bimo, informasi yang diterima reporter ternyata keliru. Saat itu, tvOne dan Metro TV sempat memastikan gembong teroris Noordin M Top tewas dalam penyerbuan itu. Belakangan, yang tewas ternyata Ibrohim.

”Sudah liputannya penuh dramatisasi, informasi yang disampaikan salah pula. Ini bisa menyesatkan penonton,” tambah Bimo.

Wakil Pemimpin Redaksi tvOne Nurjaman Mochtar mengakui, dalam situasi kritis seperti penyergapan teroris, pihaknya tidak bisa segera mengonfirmasi semua informasi yang masuk. ”Yang terjadi akhirnya kami berspekulasi (soal tewasnya Noordin). Tetapi, kami juga menghitung probabilitasnya,” ujar Nurjaman, Jumat.

Pemimpin Redaksi Metro TV Elman Saragih mengatakan, pers memang seharusnya tidak boleh memastikan sesuatu yang belum pasti. ”Awalnya, kami menggunakan kata diduga, lalu diduga keras, tetapi akhirnya ikut-ikutan memastikan Noordin tewas,” tambah Elman, Kamis.

Pemikir Forum Studi Kebudayaan ITB Yasraf Amir Piliang melihat ada gejala hiperealitas dalam tayangan penyergapan di Temanggung.

Hiperealitas adalah istilah yang digunakan Baudrillard untuk menjelaskan keadaan di mana realitas runtuh oleh rekayasa citraan, simulasi, dan halusinasi. Hasil rekayasa itu lalu dianggap lebih nyata dari realitas sebenarnya.

Yasraf melihat gambar liputan itu diambil dari sudut-sudut terpilih. Suara latar artifisial ditambahkan untuk menimbulkan suasana tertentu.

Potongan gambar berikut efek dramatiknya yang disajikan berulang-ulang dianggap sebagai realitas. Apalagi, televisi ketika itu tidak berusaha merangkai peristiwa.

”Kita tidak tahu apa yang terjadi sebelum dan setelah penyerbuan. Yang ada, beberapa sumber disuruh menafsir peristiwa itu.

Akibatnya, yang sampai kepada pemirsa sesungguhnya bukan informasi melainkan enigma (teka-teki),” ujar dia.

Itulah yang terjadi. Pemirsa diberi teka-teki: Noordin… bukan, Noordin… bukan…. Ah, ternyata bukan.

Noordin M Top Telah Tewas

Noordin M. Top telah tewas dalam baku tembak bersama 3 orang temannya. Teroris yang berjumlah 7 (tujuh) orang tersebut berhasil ditembak dan ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 di Kepuhsari, Jebres, Solo, Jawa Tengah ketika menyerbu rumah Susilo, yang juga dianggap sebagai teroris yang menyembunyikan gembong teroris Noordin M. Top beserta kawan-kawannya. Peristiwa pengepungan yang berlangsung sejak Rabu, 16 September 2009 pukul 23.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 05.30 WIB. Empat orang di dalam rumah diduga tewas dalam pengepungan, termasuk seorang wanita, Putri Munawaroh istri Susilo. Keterangan pihak kepolisian kemarin malam seusai jenasah dibawa ke RS. Kramat Jati Jakarta melalui test sidik jari, positif jenasah yang dikirim adalah Noordin M. Top. Berbagai komentar seputar kematian Noordin M. Top yang merupakan jaringan anggota dari Al Qaeda, pemimpin tertinggi gerakan transnasional Islam beraliran garis keras untuk wilayah Asia hingga hari ini di TV. One dan televisi lainnya.

Baca berita selanjutnya

http://www.tvone.co.id/arsip/view/23445/2009/09/17/noordin_m_top_dipastikan_tewas/

http://www.tvone.co.id/berita/view/23471/2009/09/17/kronologi_penyergapan_kelompok_noordin/

http://www.tvone.co.id/berita/view/23430/2009/09/17/rumah_itu_ternyata_sarang_teroris/

http://www.tvone.co.id/berita/view/23452/2009/09/17/kapolri_acungkan_dua_jempol/

Iklan