Kisah Cinta Para Majnun

majnunKisah Cinta Para Majnun

“Majenun” atau “Majnun” menurut kosa kata dan sebuah arti etimologis dari bahasa Arab disebut si gila yang banyak berharap, perenung, pelamun, pengkhayal dan pecinta akan sesuatu. Tidak ada yang lain kecuali yang dicinta.Cinta seorang Majenunpun beraneka ragam, ada yang menjadi pecinta tuhan, pecinta wanita, harta, tahta, dll. Misalnya majenun dalam sebuah kisah karangan seorang sufi terkenal  Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami Gandawi (1141-1299) berabad silam di Timur Tengah.Laila dan Majnun adalah kisah cinta sejati yang sarat seloka, sarat tafsir dan begitu sangat indah. Berbagai kisah cinta kemudian mengalir ke muara seperti air jernih yang dikenalkan oleh Rumi, Attar, Al Hallaj, Jenar, dll.menjadi samudra batin yang tak terukur, sulit diuraikan dengan kata-kata dan puisi.

Laila dan Majnun disebut – sebut sebagai karya terbaik dalam hal memindahkan metafora kecintaan terhadap Allah dengan kisah cinta dua anak manusia. Majnun dan Laila sebuah tafsir yang melambangkan keindahan esoterisme dan ekstase spiritual. Hilang akal, mabuk, dan lebih dari cinta yang bersifat ragawi. Karya ini pula diduga telah diduplikasi menjadi  inspirasi oleh Shakespiere dengan karya romannya yang juga terkenal “Romeo and Juliet”.  Karya terbaik lainnya yaitu Faridudin Attar dengan  bukunya yang sangat terkenal Mantiqu’t-Thair (Musyawarah Burung) melukiskan  kisah perjalanan para burung (pengembara) menuju Simurgh (Allah) melalui 7 (tujuh) lembah.

warna duniaDengan sangat jelas dan terbuka apa yang sakral dan profan tertuang dengan sangat indah sekali, melalui banyak kisah  dalam buku itu. Kisah Syekh San’an misalnya, bagaimana seorang Syekh harus menjalani kedukaan yang luar biasa harus merasakan penderitaan dan pengorbanan akibat cintanya yang membara dengan seorang gadis cantik perenung tuhan yang beragama nasrani. Cinta yang profan akhirnya berkat doa  para sahabatnya menemukan kembali kesadarannya akan sifat-sifat cinta yang lebih tinggi.

Dan ketika si gadis nasrani meninggal dunia dengan sangat puitis sekali dilukiskan sebagai alkamar keindahan yang telah menempuh separuh dari hidupnya, mengiraikan hidup itu dari tangannya. Matahari bersembunyi di balik awan sementara ruh jelita gadis itu melepaskan diri dari jasadnya. Dia, setitik air di lautan khayali, telah kembali ke lautan hakiki.

Kita semua akan berlalu bagai angin, dia telah pergi dan kita pun bakal pergi pula. Peristiwa-peristiwa demikian sering terjadi di jalan cinta. Ada keputus asaan dan belas kasihan, angan-angan dan kepastian. Meskipun jasad nafsu tak dapat memahami rahasia-rahasia itu, namun kemalangan tak mungkin memukul-lepas bola polo kemujuran. Kita harus mendengar dengan telinga hati dan pikiran, bukan dengan telinga jasmani. Pergulatan jiwa dan jasad nafsu tiada akhirnya. Merataplah! Karena ada alasan buat berduka.

Lain lagi barangkali dengan kisah Syekh Siti Jenar wali yang dianggap murtad (atau hanya kisah yang tak pernah ada, hasil rekayasa sandiwara para wali sebagai simbolisasi, mengingat kisah yang sama sangat  terkenal didunia Islam dengan kisah Sufi Martir Al Hallaz,  Suhrawardi, Rumi, dll., di jazirah timur tengah, begitupula  para wali sanga yang juga adalah pengamal aliran tarekat, mustahil tidak merasakan esoterik, eksatase, dan fana)  dimasanya menemukan kefanaannya dan majnun ketika disapa para wali, bahwa dirinya telah tiada yang ada hanya Allah, sama halnya dengan Al Hallaj, dan banyak tokoh sufi lainnya. Makna dari semua itu adalah sesuatu yang indah dari penghayatan dan perenungan yang sangat dalam akan kecintaan dan  kerinduan, sebagaimana wujud dari kata-kata La Ilaha Ilallah, maka ia telah fana yang ada hanya Allah. Wallahu’alam.

Majenun atau majnun adalah kondisi kegilaan, mabuk, lupa diri dan hilang ingatan. Seseorang yang telah mencapai kondisi puncak tertinggi dari sebuah cinta yang hakiki, dan apabila seratus tombak menghujam dirinya tak akan terasa bagi dirinya. Ia yang telah fana dan diharapkannya hanyalah kekasih sang pujaan hati. Ia yang telah memerihkan diri pada seratus jalan yang penuh pisau belati pengorbanan dan duka cita, apapun yang dimiliki, apapun yang diminta sang kekasih akan dipenuhi dengan penuh harap dan cinta, sekalipun harus kehilangan nyawa melepas tali ikatan hidup.

Dalam banyak kisah ia mungkin tak terhitung dalam sejarah umat manusia, tetapi ia telah terpatri sebagai sejarah sangat indah dalam ruang jagad semesta alam raya.

—0—

Musyawarah Burung (Kisah Sufi) Karya Fariduddin Attar Terjemahan Balai Pustaka ed. Andang Andanjaya

  1. http://media.isnet.org/sufi/Attar/Lengkap.html
  2. Download Laila Majnun

masjid

IMG

Iklan

4 responses

  1. begitu indah sekali…..

    Minggu, Maret 10, 2013 pukul 1:49 am

  2. terimakasih salam juga untuk keluarga

    Rabu, September 16, 2009 pukul 5:09 pm

  3. mohon maaf lahir dan bathin, selamat idul fitri 1430 Hijriah.
    salam untuk keluarga.

    Selasa, September 15, 2009 pukul 8:01 am

  4. sedjatee

    majenun berarti gila… tapi gak setress ya… kalo senewen, majenun apa gak? … hehehe… salam majenun…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    Senin, September 14, 2009 pukul 7:01 pm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s