Turunkan Premium, Pertamina Dilempari Uang Receh

Turunkan Premium, Pertamina Dilempari Uang Receh

Bandung – Sekitar 30-an orang dari BEM Bandung Raya melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Pertamina Unit Pemasaran III Cabang Bandung di Jalan Wiratayudha. Mereka melakukan aksinya untuk menolak politisasi penurunan BBM. Dalam aksi, para mahasiswa yang datang dengan mengenakan jas dan bendera almamaternya membawa poster dari karton yang bertuliskan antara lain ‘Kenapa Cuma Rp 500 Ada Apa dengan Pemerintah’ dan ‘Cuma Premium yang Turun, Kenapa’ lalu ‘Susah Cari Minyak Murah? Tanya SBY-JK’.Mereka berorasi di depan gerbang Kantor Pertamina yang ditutup rapat dan dijaga oleh seorang satpam. Menariknya, di tengah-tengah orasi, para demonstran melemparkan uang logam sebanyak Rp 10 ribu dalam pecahan Rp 500 dan Rp 100.

“Simbol pelemparan uang ini karena pemerintah tidak memperhatikan rakyatnya. Karena harga BBM yang naik tentu akan menambah derita masyarakat. Selain itu simbol ini menceritakan bahwa kebijakan Pertamina bisa dibeli oleh pihak asing,” ujar salah seorang demonstran, Faqih yang juga menjabat sebagai Wapres BEM IT Telkom, disela-sela orasinya, Jumat (7/11/2008). Hanya 15 menit mereka melakukan aksi di depan kantor pertamina. Dengan pengawalan polisi, mereka terus berjalan kaki melalui Jalan Sentot Alibasyah menuju Gedung Sate.
Arus lalu lintas sempat terhambat saat para demonstran menyeberang jalan menuju Gedung Sate.

Sumber: http://bandung.detik.com/read/2008/11/07/104838/1032899/486/turunkan-premium-pertamina-dilempari-uang-receh

Penurunan Harga Premium Sarat Nuansa Politis

Bandung – Beres melempar uang receh ke Kantor Pertamina Unit Pemasaran III Cabang Bandung di Jalan Wiratayudha, sebanyak 30-an mahasiswa dari BEM Bandung Raya menyambangi Gedung Sate untuk menyuarakan aspirasinya. Mereka merasa penurunan harga premium sarat nuansa politis.

Yang menarik, dalam perjalanannya dari Kantor Pertamina ke Gedung Sate, para demonstran mendorong 8 unit sepeda motor dan membawa seekor kuda yang dikendarai oleh seorang pria dengan mata yang ditutup sebelah.
Menurut Koordinator BEM Bandung Raya Gena Bijaksana saat ditemui di Gedung Sate, Jumat (7/11/2008), maksud mereka mendorong motor dan membawa kuda adalah sebagai simbol bahwa pemerintah tidak serius mengatasi krisis energi di Indonesia.

“Ini simbol pemerintah tidak mampu dan tidak serius mengatasi krisis energi di Indonesia. Bila hal ini terus berlanjut, 5 tahun ke depan sepeda motor ini hanya bisa didorong dan tidak bisa digunakan,” ujar Gena.
Gena menambahkan, krisis global yang terasa hingga ke Indonesia menjadi pemicu tidak stabilnya perekonomian bangsa. Turun drastisnya harga minyak dunia telah membuat pemerintah menurunkan harga premium menjadi Rp 5.500 per awal Desember nanti.


“Kenapa hanya premium saja yang diturunkan. Padahal ada solar dan minyak tanah yang dibutuhkan oleh rakyat banyak. Saya melihat ini ada unsur politis dalam penurunan harga premium,” kata Gena berapi-api. Dalam aksinya, BEM Bandung Raya menuntut kepada pemerintah agar tidak mempolitisasi penurunan BBM. Bukan hanya itu, mereka juga menuntut untuk menasionalisasi aset penting serta berantas mafia perminyakkan dan perbaiki sistem regulasi migas.


Sebanyak 15 polisi berjaga di depan gerbang Gedung Sate. Sempat terjadi aksi dorong mendorong antara polisi dengan demonstran. Bahkan demonstran juga sempat goyang-goyangkan gerbang Gedung Sate.
Hingga pukul 11.15 WIB aksi masih terus berlangsung. Keinginan mereka (demonstran – red) untuk memasukan kuda yang mereka bawa ke dalam halaman Gedung Sate tidak mendapatkan izin dari polisi. Akhirnya kuda hanya diparkir di luar gerbang Gedung Sate.

Sumber: http://bandung.detik.com/read/2008/11/07/113359/1032930/486/penurunan-harga-premium-sarat-nuansa-politis

Bdg. 07-11-2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s