Hapuskan Hutang Wajib Hukumnya

Ditengah RAPBN 2009 kita dengan pembayaran bunga hutang yang sangat tinggi 110,3 triliun, argumentasi hapuskan hutang luar negeri sangat mendesak untuk diwujudkan dan diperjuangkan oleh berbagai elemen masyarakat. 2 (dua) argumentasi ini adalah zonasi wilayah geografis dan kekayaan sumber daya alam hutan kita (Borneo, Papua dll) adalah penyangga/buffer paru-paru dunia. (lihat makalahku tahun 2003; Hutan, Masyarakat Adat, dan Hapuskan Hutang).  

Apa yang terjadi di Brasil dan Filipina (?), mestinya kita dapat ambil sebagi studi banding untuk mempertanyakan hal itu kepada lembaga donor asing IMF, WTO, Bank Dunia.

Lemahnya bargaining politik diplomasi sejak dulu dan kurang bergeloranya tuntutan tersebut membuat kita hanya sebagai alat kepentingan mereka saja. Mustahil jika hapuskan hutang  tidak terkait dan berkorelasi dengan isu global warming dan climate change. Maaf mereka (termasuk aktivis lingkungan) hanya pandai menuntut kita dengan isu itu tetapi tidak menghitung kompensasi yang harus mereka bayar.

Sayang sekali konferensi dunia masalah lingkungan yang pernah digelar  di Pulau Bali juga sama sekali tidak mengagendakan hal tersebut.

Masalah yang kedua, kenapa kita harus hapuskan hutang adalah disebabkan dosa-dosa masa lalu WTO, Bank Dunia, IMF, yang sengaja membiarkan terjadinya korupsi dan penyelewengan serta berbagai kebijakan-kebijakan  yang mereka terapkan sebagai obat mujarab, ternyata menimbulkan efek yang membuat bangsa ini terjebak dampak negatif neo liberalisme dan belum lepas dari bayang-bayang krisis ekonomi dimasa datang.

Teguh Iman Prasetya

Iklan

4 responses

  1. MENGENAL SWOT HAPUSKAN HUTANG

    Analisa SWOT (Strenght, Weakness, Oportunty, Treatment) atau dalam bahasa Indonesianya Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman adalah suatu alat analisis dalam menerapkan kebijakan strategi suatu organisasi bsr maupun organisasi kecil. Mau dihitung semua dengan argumentasi masing-masing terpisah yang benar maka hasilnya sama saja.

    Jika itu yang diambil kita sudah pada taraf harus mengambil kebijakan darurat sebelum terlambat. Ingat jangka waktu negeri ini selalu akan terjadi revolusi sosial (min.25 tahun).Kenapa harus menunggu lama kenapa tidak dari sekarang saja sebelum kejadian paling pahit terjadi.Proaktif, Edukatif dan Solutif. Lihat tuntutan elemen masyarakat dan analisa para pakar.

    Argumentasi kenapa harus hapuskan hutang saya sudah membaca bnyk buku mengenai hal itu cukup lama. Ada bagian yang mungkin saya lupa tetapi esensinya sama saja. Dan keinginan didasari kebaikan dimasa datang kita tak lagi terbebani warisan hutang haram dan bunga riba mereka dan dapat melesat menjadi negara yang maju tanpa kekhawatiran terjebak kondisi ekonomi yang dipengaruhi situasi fluktuatif dan spekulatif yang mungkin akan membuat kita terjebak krisis ekonomi jilid dua.

    Hutang Luarnegeri Indonesia cukup luarbiasa 1250 triliun lebih jika tidak salah dengan bunga hutang yang tiap tahun dibayar 110,3 triliun. Solusi dengan jaminan hutan sudah sangat ringan sepertihalnya hutan Amazon diBrasil yang mungkin kalah dalam hal totalitas area hutan yang rusak dibanding Borneo, Sumatera, Jawa, Papua, apalagi jika dibandingan Philipina amat sangat jauh.

    Semoga anda mengerti dan paham.

    Minggu, Agustus 24, 2008 pukul 12:26 am

  2. antika

    diagnosis anda cukup mengena, tapi analisis swot masih kabur dan virtual

    Sabtu, Agustus 23, 2008 pukul 8:32 pm

  3. RISMA

    hem, siapa antika?

    Sabtu, Agustus 23, 2008 pukul 8:28 pm

  4. antika

    diagnosis cukup mengena, solusi analysis swot masih kaburdan virtual

    Sabtu, Agustus 23, 2008 pukul 8:26 pm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s