Hendriyana

Membaca kembali cultural studies versi terbaru ed.mudji sutrisno dan hendar purtanto serta chris baker, seperti kembali kemasa silam teringat seorang kawanku yang banyak membaca, berdiskusi, dan berteater, kadang ia juga ikut nimbrung berdemontrasi. Hendriyana, ia bagiku seperti hantu juga kawan-kawanku lainnya karena banyak mensubversi dengan sangat cerdas. Post modernisme dimasa itu sudah seringkali ia tamatkan dan ngobrol ngalor ngidul menyebarkan paham barunya ke komunitas gerakan dan pers mahasiswa. Karena pemahaman yang dangkal, kadang kami meledeknya sebagai gerakan yang sama absurdnya dengan modernitas yang kini banyak digugat. Ia dan kami tidak sadar bahwa meski hanya sepenggal sebagian yang kami ketahui seperti kesadaran adanya simbol-simbol kekuasaan orba, waktu itu banyak melakukan kerja-kerja yang melampaui dan menggugat masa modernisme dan orba.

Membaca kembali : Sejarah dan Multidimensi Postmodernisme dari berbagai versi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s