Diskusi Aksi Buruh PHK PT. Putra Tex- Di Banten TV Tolak PHK dan Out Sourching

Rendesvouz dan Diskusi PHK PT. Putra Tex

Kangen sekali tadi malam ketika seorang kawan lama menelepon minta didampingi dan bertemu di acara Obor Banten TV. Cukup lama sekali aku tidak bertemu dengan  Prabowo, ia seorang aktivis buruh dikenal sangat lantang bersuara kritis dan menjabat sebagai  Ketua DPD SPN Propinsi Banten. Sudah satu minggu ini ia menggelar aksi demonstrasi menggugat pemecatan sepihak oleh PT. PutraTeX terhadap 70 an orang buruhnya, sementara itu dari pihak perusahaan menjelaskan dengan alasan krisis finansial global telah mempengaruhi kinerja dan produktivitas perusahaan.

Isu PHK massal ini juga merambah ke berbagai perusahaan lainnya di wilayah Banten (5000 orang lebih menurut data Prabowo) dengan alasan yang sama. Sehingga untuk itulah Prabowo dan salah seorang kawan saya dari Untirta yang juga pakar ekonomi dan dikenal cukup kritis, Guswandi diminta untuk hadir di acara Obor (Obrolan Rakyat) pada pukul 1930 -selesai.

Bertemu di lobi luar ruangan Banten TV kami temu kangen, lama sekali kami tidak bersua. Banyak cerita dan kenangan masa perjuangan dimasa lalu juga diskusi berat yang kami bicarakan. Prabowo bagi saya adalah salah satu sahabat terbaik, ia jujur, berani, memiliki sikap,  dan tegas dalam hal aktivitasnya sebagai pejuang kaum buruh. Tak ada yang berubah darinya untuk tetap militan.

Pada saat acara Obor berlangsung baik Guswandi dan terutama Prabowo mengemukakan berbagai argumentasi bahwa banyak alasan yang tidak logis dan rasional yang menjadi dasar pemecatan tersebut. Diantaranya adalah sebagian besar dari yang terkena PHK tersebut adalah aktivis buruh SPN,  satu orang dengan tuduhan kriminalisasi pencurian dengan nilai yang sangat kecil 25.000 rupiah dan dua orang yang tengah hamil.  Diskusi kemudian juga berlangsung ramai bahkan para pemirsa yang menonton TV juga tidak sepakat dengan pemecatan tersebut. Sayangnya rencananya mempertemukan dengan pihak Disnaker telah gagal pada acara tersebut. Padahal para buruh kemarin lalu ketika aksi telah menduduki kantor pendopo Pemkab Serang. Situasi sudah cukup rawan dan menjadi obrolan ditengah rakyat. Mestinya pihak pemerintah harus ikut pula bertanggung jawab tidak boleh lepas tangan begitu saja. Konsep Tripartit yang dahulu sangat bagus harusnya dimanifestasikan agar terjadinya dialog yang sehat. Yang terjadi sekarang adalah serikat pekerja berjalan dan berjibaku sendirian.

Dasar argumentasi krisis finansial global juga rasanya kita terlalu berlebihan dengan kekhawatiran tersebut. Apa yang terjadi di AS dengan proteksi impornya belum tentu mempengaruhi secara signifikan industri di Indonesia. Saya pernah membaca analisis tersebut di sebuah harian ternama  juga analisis lainnya.

Dalam hal potensi pasar dunia dengan proporsi jumlah penduduk, kita Indonesia menduduki peringkat yang sangat tinggi didunia empat dan lima besar dibawah China, India, dan AS. Dengan demikian sesungguhnya kebutuhan pasokan industri kita sebagian besar berada didalam negeri sendiri. Yang kedua, adalah apabila proteksi terjadi di AS kita dapat kembangkan strategi ekspor ke negera Eropa, negara berkembang dan timur tengah.

Tesis sederhana ini ternyata diperkuat oleh para aktivis dari SPN bahwa sebagian besar order pemesanan industri tekstil PT. Putra Tex  ini adalah 80 % tujuan lokal dalam negeri dan 20% tujuan Timur Tengah. Dengan demikian nyata  bahwa kasus PHK yang terjadi di PT. Putra Tex ini adalah pembenaran dan mencari alasan agar terjadi penyegaran dan mengurangi biaya anggaran pekerja. Bukan hanya itu saja keuntungan  bagi PT. Putratex dengan adanya PHK tersebut adalah mengambil pekerja baru dengan sistem out sourching (tenaga kontrak).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s