Eropa Makin Keras terhadap Israel

Eropa, khususnya Inggris, yang selama ini memiliki citra buruk di dunia Arab karena dianggap berandil besar bagi berdirinya negara Israel pada tahun 1948, rupanya tidak selamanya sinkron menyangkut hubungannya dengan Israel. Invasi Israel ke Jalur Gaza selama 22 hari (27 Desember 2008-18 Januari 2009) menjadi titik balik hubungan Eropa-Israel ke arah lebih buruk. Berita buruk tentang Israel dalam beberapa bulan terakhir ini selalu datang dari Eropa. Tak pelak, Israel pun dibuat gerah. Sebuah pengadilan di Inggris hari Senin (14/12) mengeluarkan surat penangkapan untuk mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni dengan dakwaan kejahatan perang.

Livni menjabat menteri luar negeri saat invasi Israel ke Jalur Gaza yang menyebabkan sekitar 1.400 warga Palestina tewas, yang sebagian besar adalah warga sipil, dan sekitar 5.000 orang luka-luka. Livni kini menjadi Ketua Partai Kadima yang beroposisi di Israel.Surat penangkapan itu memang kemudian dicabut setelah pengadilan menyadari bahwa Livni, yang semula dijadwalkan berpidato dalam satu pertemuan di London akhir pekan lalu, tidak berada di Inggris.

Meski surat penangkapan tersebut dicabut, kasus Livni itu merupakan sebuah sinyal bahwa para pejabat Israel yang bertanggung jawab atas invasi ke Jalur Gaza tersebut tidak aman di Eropa.

Pada September lalu beberapa kelompok pro-Palestina juga membujuk sebuah pengadilan di London agar mengeluarkan surat penangkapan bagi Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak yang juga mereka tuduh melakukan kejahatan perang. Namun, upaya kelompok pro-Palestina itu mengalami kegagalan.

Pengadilan tersebut berdalih, Barak yang menghadiri konferensi tahunan Partai Buruh dan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown memiliki kekebalan diplomatik.

Peristiwa penting lagi yang membuat gusar Israel adalah hasil sidang Uni Eropa tingkat menteri luar negeri pada 7 Desember lalu di Brussels, Belgia. Sidang tersebut menegaskan bahwa Jerusalem adalah ibu kota bersama dua negara, Israel dan Palestina, kelak.

Sikap Uni Eropa tentang Jerusalem itu mulai diketahui sejak bulan Maret. Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad saat itu mengungkapkan adanya kertas kerja Uni Eropa tentang konflik Israel-Palestina menyangkut permukiman Yahudi dan status kota Jerusalem.

Dalam kertas kerja itu termaktub usulan Swedia yang kini menjabat ketua bergilir Uni Eropa agar ditegaskan bahwa Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina kelak.

Namun, Israel marah besar setelah mengetahui sikap Uni Eropa yang digalang Swedia tentang status kota Jerusalem Timur itu. Israel melakukan lobi luar biasa membujuk Uni Eropa agar mengubah sikapnya. Akhirnya Uni Eropa bersedia mengambil jalan tengah dengan menegaskan kota Jerusalem sebagai ibu kota dua negara, Israel dan Palestina.

Selain itu, berita buruk lain tentang Israel dari Eropa adalah Otoritas Palestina memuji keputusan Kementerian Lingkungan Hidup Inggris terakhir ini yang melarang komoditas produk wilayah permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur diekspor ke Inggris.

Pemerintah Inggris menganggap komoditas produk permukiman Yahudi adalah ilegal karena diproduksi di wilayah yang ilegal.

Menurut Fayyad, sikap Inggris itu bertitik tolak dari sikap masyarakat internasional yang semakin kuat menolak pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan kota Jerusalem Timur.

Ia menyerukan agar masyarakat internasional mengikuti jejak langkah Inggris untuk memboikot barang-barang produk wilayah permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur karena permukiman itu ilegal dan produknya juga ilegal.

Peristiwa terkenal

Peristiwa terkenal lainnya adalah hasil sidang khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada pertengahan Oktober lalu di Geneva, Swiss, yang menyetujui laporan tim pimpinan jaksa internasional asal Afrika Selatan, Richard Goldstone, yang menuduh Israel melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza. Lolosnya laporan Goldstone itu berkat dukungan sejumlah negara Eropa atas laporan tersebut.

Berita buruk lainnya dari Eropa adalah investigasi yang dilakukan wartawan lepas Swedia, Donald Bostrom, yang dipublikasikan salah satu koran terbesar di Swedia, Aftonbladet, pada pertengahan Agustus lalu.

Koran tersebut mengungkapkan adanya aksi pembunuhan oleh tentara Israel atas warga Palestina, kemudian menjual organ tubuh mayat warga Palestina tersebut. Organ tubuh mayat warga Palestina itu dijual seharga 100.000 dollar AS di pasar Israel dan dijual seharga 160.000 dollar AS di pasar AS.

Koran Swedia itu memperlihatkan mayat pemuda Palestina bernama Bilal Ghanem yang tampak ada jahitan di sebagian besar tubuhnya setelah tubuh itu disayat-sayat. Kasus tersebut sempat membuat buruk hubungan Swedia-Israel.

Menurut PM Fayyad, sikap positif Eropa itu membuka jalan bagi Uni Eropa untuk memainkan peran penting dan efektif dalam proses politik di Timur Tengah.

Uni Eropa dalam memainkan perannya, lanjut Fayyad, bisa bekerja sama dengan mitra internasional lain, seperti kuartet perdamaian (AS, Rusia, Uni Eropa, dan PBB), khususnya AS, untuk bisa mencapai tujuannya, yaitu mengakhiri pendudukan Israel atas tanah pada tahun 1967.

”Sikap Eropa itu bisa menjadi pintu pembuka jalan bagi masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab langsung mengakhiri pendudukan Israel atas tanah tahun 1967, termasuk Jerusalem Timur, serta rakyat Palestina bisa menentukan nasibnya sendiri dan mendirikan negara Palestina dengan ibu kota Jerusalem Timur,” kata Fayyad kepada harian Asharq Al Awsat. (MTH) (Kompas Senin, 21 Desember 2009)

Artikel Terkait:

Sedot Pajak, Rakyat AS Ramai-Ramai Kecam Israel

29 Apr, 09

Walaupun menyatakan dukungan terhadap Israel, mayoritas penduduk AS menginginkan perubahan kebijakan berkenaan dengan konflik Palestina – Israel. Sejumlah besar warga Amerika Serikat mengatakan bahwa bantuan yang diberikan AS ke Israel sudah menembus angka miliaran dollar AS yang bersumber dari uang pajak rakyat AS, dan sebagian besar warga menginginkan agar Israel diberikan sanksi karena telah membangun pemukiman baru di atas tanah Palestina.

Dalam sebuah jajak pendapat yang diadakan oleh Zogby Internasional terhadap 4.320 responden dewasa pada bulan April, beberapa hal menarik ditemukan.

Dukungan terhadap Israel memang masih terlihat, sebanyak 71 persen masih berpandangan positif terhadap Israel dan hanya 21 persen yang berpandangan negatif terhadap Israel. Ketika ditanyakan apakah para responden tersebut setuju bahwa baik warga Israel maupun Palestina memiliki hak-hak yang sama, 84 persen menyatakan setuju. Sebanyak 67 persen responden juga setuju dan mendukung penuh gagasan bahwa negara Palestina merdeka memang seharusnya berdiri.

Sejumlah besar responden menyatakan bahwa hak-hak rakyat Palestina untuk kembali ke tanah kelahiran mereka haruslah dijamin. Mereka juga setuju bahwa pembangunan pemukiman Yahudi di tanah Palestina di Tepi Barat harus dihentikan, bangunan yang telah berdiri harus dirobohkan dan tanah Palestina harus dikembalikan. Mengenai masalah Yerusalem, suara terbagi dua, antara yang mendukung pembagian wilayah menjadi dua, dengan yang tetap mendukung bahwa Yerusalem berada di bawah kendali Israel.

Dalam sebuah acara debat di televisi yang disiarkan dari Universitas Georgetown, disebutkan bahwa mayoritas penonton menginginkan agar pemerintahan AS bersikap lebih keras terhadap Israel, tercatat sebanyak 63 persen penonton mendukung resolusi tersebut.

Dalam jajak pendapat Zogby, ketika ditanyakan “haruskah pemerintah AS bersikap tegas terhadap Israel?” Hanya sedikit yang menyatakan setuju. Namun ketika diberikan pertanyaan “apakah dukungan AS terhadap Israel membuat AS lebih dihormati dunia Internasional atau tidak?” Sebanyak 44 persen menyatakan tidak dan hanya 13 persen yang menjawab “lebih dihormati”. Ketika ditanyakan mengenai apa yang seharusnya dilakukan mengenai pembangunan pemukiman Yahudi oleh Israel, 50 persen menjawab bahwa AS harus bersikap lebih keras dan berusaha untuk mencegah perluasan pemukiman, sementara 19 persen mengatakan bahwa AS tidak perlu melakukan apa-apa dan membiarkan pembangunan pemukiman Yahudi berlanjut; 31 persen diantaranya menyatakan tidak yakin.

Dukungan Orang Cacat Eropa Untuk Gaza
Sementara itu, Komite menentang aksi pendudukan (PCAS) mengumumkan bahwa sejumlah warga cacat Eropa sudah menyatakan kesediaan mereka untuk bergabung dalam konvoi Hope for Gaza, yang akan digelar di jalur Gaza pada bulan Mei 2009.

Kampanye Eropa menentang pendudukan di Gaza (ECEGS) menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima sejumlah permintaan bergabung dari sejumlah orang cacat di negara-negara Eropa.

Juru bicara konvoi, Ramy Abdu, mengatakan bahwa partisipasi orang-orang cacat semakin menekankan perlunya penyelamatan penduduk Gaza dari pendudukan dengan cara apapun, khususnya dukungan dari orang-orang yang menjadi cacat setelah perang dengan Israel.

Abdu menambahkan bahwa konvoi tersebut juga membawa sejumlah kursi roda elektronik untuk para penyandang cacat Gaza sebagai tambahan dari alat bantu dengar dan obat-obatan. Sebanyak 10 unit ambulan juga akan diberikan kepada sejumlah rumah sakit di Jalur Gaza.

Bill, seorang penyandang cacat fisik yang berasal dari London, menyatakan bahwa dirinya senang dapat berpartisipasi dalam aksi tersebut. Dia mengatakan bahwa perjalanan tersebut akan menjadi perjalanan yang melelahkan baginya, namun dia tetap menyatakan kesediaannya untuk tetap mengikuti aksi tersebut.

Bill juga mengatakan bahwa partisipasinya merupakan sebuah pesan untuk mendukung para penyandang cacat di Gaza, dan juga sebuah pesan bagi seluruh dunia untuk mengulurkan tangan bagi para penduduk Gaza, orang-orang sakit dan cacat yang sangat membutuhkan bantuan pengobatan dan alat bantu yang tidak tersedia di Gaza karena kepungan dari Israel. Bill juga menambahkan bahwa 10 parlemen Eropa dan sejumlah aktivis perdamaian juga telah menyatakan kesediaan untuk bergabung dengan konvoi tersebut. (dn/ipc/imc/smedia)

Sumber : http://swaramuslim.net

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s