Anak Indigo Misteri Manusia

Anak Indigo Misteri Manusia

Kasyaf. Anak yang memiliki kekuatan luar biasa sekarang banyak bermunculan diberbagai media massa. Mereka mampu membaca masa lalu dan menjangka masa depan. Misteri manusia seperti halnya alam semesta sangat misterius untuk kembali kita kaji dan analisa. Tak heran dunia barat yang sangat rasional misalnya akhirnya harus mengakui kesalahan pemahaman bahwa rasionalitas sebagai dewa satu-satunya justru diruntuhkan oleh misteri manusia itu sendiri.Tak kurang pakar yang sangat ahli tentang psikologi manusia seperti Freud belum tuntas untuk mengungkap tabir manusia dengan bakat-bakat luar biasa, lebih dari binatang. Buku terakhir yang kemudian diluncurkan adalah persoalan supranatural manusia atau dikenal dengan nama Para Psykologi.

Buku Para Psykologi ini mencoba mengungkap pengalaman-pengalaman manusia yang bersifat adi kodrati diluar nalar dan akal sehat manusia. Saya sejak dahulu membaca buku itu sangat tertarik sekali. Meskipun tidak begitu lengkap, tetapi istilah-istilah yang lajim digunakan untuk merasionalisasikan dan mengklasifikasikan demi kepentingan ilmu pengetahuan dikenal lewat buku itu. Misalnya kemampuan telekinetik, hipnotis, telepati, dan lain sebagainya.

Timur dan Barat

Filsafat timur dan barat dimasa lalu sangat berbeda sekali, terutama pada abad 18-19 masehi yang dikenal dengan masa aufklarung atau pencerahan. Pengaruh kemenangan kaum revolusioner yang meruntuhkan kekuasaan gereja, kaum monarki, sekaligus kaum feodal dan tahayul, telah membawa kemajuan luar biasa dengan kekuatan rasionalitas membawa bangsa Eropa kepintu kemajuan ilmu pengetahuan dan modernitas.

Pun demikian kemajuan ilmu pengetahuan dan modernitas telah membuat manusia bangsa Eropa terjebak filsafat ideologi yang semakin kering akan makna kemanusiaannya sendiri. Atheisme, Komunisme, dan Kapitalisme, sebagai rangkaian dari filsafat materialisme yang mereka miliki. Sebagai perumpamaan barat adalah rasionalitas disebut faust sedangkan timur adalah arjuna atau kresna yang sangat seksi.

Filsafat timur yang masih bertahan dengan semangat perenial yaitu soul, mind, and spirit, nyatanya menjadi fenomena yang dilirik oleh dunia barat untuk diamati dikaji serta diakui keberadaannnya.

Supranatural Anak Indigo

Anak-anak yang memiliki bakat serta kemampuan supranatural atau disebut indigo adalah fenomena menarik. Di Indonesia ini banyak sekali fenomena tersebut, bahkan menjadi berita yang sangat populer dan irasionalitas yang terlampau berlebihan jika tidak disebut ephoria. Contohnya penemu batu petir ponari yang mendadak terkenal dan mengundang histeria massa. Tidak bukan itu yang kita butuhkan, yang kita butuhkan adalah kualitas keajaiban itu lebih banyak membawa manfaat atau tidak, apakah membawa kemaslahatan atau tidak terutama cara berfikir kita untuk tidak ngawur mengkultuskannya, bahkan yang lebih parah lagi apabila telah menuhankan batu.

Jika Ponari lebih cenderung sebagai dukun tiban masih adalagi fenomena menarik lagi, kelebihan dan kekuatan yang datang justru dari dalam diri si anak. Beberapa kasus anak indigo yang traumatis juga tidak sedikit mengalami ketakutan yang sangat amat sangat akibat membaca masa lalu dan masa depan, melihat banyak peristiwa dan hal-hal yang ghaib.Kekuatan mental dan kekuatan iman serta bimbingan orang tua serta lingkungan dibutuhkan untuk menenangkan hal tersebut. Jadi tidak selamanya menyenangkan memiliki anak yang memiliki bakat super tersebut.

Akidah dan Keimanan

Anak-anak indigo yang belakangan ini ramai dibicarakan bukanlah fenomena biasa tetapi merupakan kebesaran tuhan yang ditunjukan pada kita semua. Apa yang kita lihat dari fenomena misteri alam, misteri manusia pada hakekatnya berpulang pada-Nya sebagai peringatan dan tanda untuk lebih menebalkan keimanan kita semua. Kemampuan manusia yang dapat kita eksplorasi untuk lebih menguatkan akidah adalah yang terbaik, sekaligus menambah keimanan kita. Dari banyak pengalaman spiritual kita selalu belajar untuk kembali pulang.

———0 ———

Cerita Terkait

Anissa Anak Indigo

Kompas SURABAYA – Setelah selama ini hanya menyebarkan ilmunya lewat ceramah-ceramah dan kuliah Annisa Rania Putri kini mulai menjangkau lebih banyak orang. Bocah ajaib berusia 9 tahun itu menerbitkan sebuah buku yang berisi kumpulan tulisannya selama ini yang diberi judul Hope Is on the Way: Kumpulan Pesan Alam.

Rabu (10/9) malam, ditemani ayah-ibunya, Annisa mampir ke kantor Surya untuk berbagi cerita tentang bukunya (yang baru diluncurkan di Jakarta 29 Agustus) sekaligus melakukan tanya jawab dengan awak redaksi Surya yang penasaran dengan kelebihan Annisa.

Bocah yang menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea, dan Belanda tanpa belajar secara formal itu memang memiliki daya linuwih, kemampuan supranatural. Ia bisa melihat hal-hal gaib yang tak bisa ditembus penglihatan orang awam. Ia bisa menjangka masa depan, menyembuhkan orang sakit, dan melatih meditasi orang-orang dewasa.

Bahkan, saat berusia 6 tahun, Annisa sudah merancang arsitektur sebuah bangunan megah berlantai empat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.

“Buku ini berisi kumpulan ceramah dan kuliah saya di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them (saya cuma memperbaiki beberapa saja) sebelum diterbitkan,” tutur Annisa yang tak bisa berbahasa Indonesia.

Perihal bahasa ini, orangtua Annisa (pasangan dr Arwin SpKj dan Yenni Handojo) beberapa kali sempat miskomunikasi dengan anaknya itu.

“Suatu saat, karena beberapa kali kami sempat tidak menangkap bahasa Annisa, dengan polos dia berujar ‘kenapa kok orangtua saya bodoh begini’,” tutur Yenni yang tak pernah tersinggung tapi justru terhibur dan bersyukur memiliki anak Annisa yang dilahirkannya secara caesar di Jakarta pada 5 Juli 1999.

Meski masih anak-anak, buku Annisa jelas bukan untuk konsumsi anak-anak, apalagi anak seusianya. Bahkan, remaja pun belum tentu bisa mencerna pesan yang disampaikan Annisa dalam bukunya yang diterbitkan kelompok penerbit Gramedia itu.

Sebab, isi pesan-pesan dalam tulisan Annisa memang kelas berat, filosofis, dan mungkin baru bisa ditangkap oleh orang-orang dewasa atau yang sudah tercerahkan. Ia membahas, misalnya, tentang misteri kebijaksanaan, kasih, dan keadilan serta makna puasa.

Semua isi buku itu berasal dari ‘pesan-pesan alam’ yang bisa ditangkap Annisa kapan saja. Bisa tiba-tiba di sela-sela pembicaraan dengan orang lain, tapi kerap di keheningan malam.

“Kalau sedang mendapat ‘pesan alam’, tangan Annisa biasanya bergerak mencoret-coretkan ‘pesan alam’ itu atau bibirnya seperti mengucapkan sesuatu. Hurufnya tak bisa dipahami orang lain kecuali ia sendiri,” kata Yenni.

Kelebihan Annisa sudah diakui banyak pihak. Wapres Jusuf Kalla pernah mengundangnya, berbagai universitas terkenal telah memintanya untuk memberi ceramah, dan sebuah majelis taklim yang beranggotakan orang-orang kelas menengah atas di Jakarta kerap mengundang Annisa.

Bocah itu juga memberi pelatihan dan konsultasi pada beberapa kelompok meditasi di ibu kota. Kalau sampai sekarang Annisa belum bersekolah, bukan bebarti orangtuanya membiarkannya. “Tapi, ketika sekolah di dalam kelas justru gurunya yang belajar dari Annisa. Ia kemudian tak mau sekolah,” ucap Yenni.

Kemampuan berbahasa Inggris Annisa pun diperoleh secara alamiah. Setelah mulai bisa bicara saat berusia setahun lebih, tiba-tiba Annisa sudah cas cis cus dalam bahasa Inggris. Tentu orangtuanya bingung karena bahasa Inggris bukanlah bahasa sehari-hari mereka.

Keanehan lain, ketika belum lancar bicara, saat diajak menjenguk neneknya yang sakit, Annisa bilang “kembang” dalam bahasa Inggris. Tak berapa lama, neneknya meninggal. Kembang tadi tampaknya isyarat kematian.

Saat ditanya Surya apa cita-citanya, Annisa bilang ingin menjadi pengacara (lawyer). Terakhir, ketika agak bergurau Surya bertanya apakah kantor Surya “bersih”, Annisa menjawab, “Yang ada makhluk putih, bukan hitam. Tidak apa-apa, mereka baik, pelindung.”

Ibunya, Yenni Handojo, yang memperhatikan gerak-gerik anaknya itu beberapa kali berujar, “Annisa, Annisa….” ida/sko

ABI

4 responses

  1. Anonim

    kalo setiap anak punya kaya gitu makmur indonesia

    Selasa, Maret 30, 2010 pukul 2:57 pm

  2. PETTARANI

    Cerita Annisa mengingatkan kita tentang kisah Nabi Isa as.
    Meskipun konteks dan jamannya beda namun keduanya punya kesamaan hakiki; mereka, oleh Allah SWT, dihadirkan ke bumi untuk membuktikan keberadaan dan kebesaran Allah SWT.Keduanya pembawa cahaya dari langit.
    Tahukan anda mengapa orang-orang indigo makin sering bermunculan di abad 21 ini ?
    Tentu karena abad 21 ini ,abad yang mirip zaman para nabi dan rasul,yakni jahiliyah, jauh menyimpang dari nilai-nilai Illahiah.
    Annisa adalah sebuah fenomena langit yang rill untuk kita, yang beriman atau yang kafir kepadaNya.

    Selasa, Februari 2, 2010 pukul 7:42 pm

  3. ok

    Selasa, Februari 2, 2010 pukul 2:02 am

  4. waduh,,mantap banget tu gan..perlu digali lagi fenomena – fenomena seperti ini..

    Senin, Februari 1, 2010 pukul 11:54 pm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s