Donasi Bagi Rakyat Palestina & Laporan dari Gaza

 

SMS Donasi Mer C

banner-palestine

Untuk membantu Saudara kita di Palestina yang sedang ditindas Zionis ISRAEL anda bisa menyumbang melalui Mer-C dengan hanya mengetikkan SMS. MERC adalah singkatan dari MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTE sebuah badan/lembaga yang bergerak dalam bidang kesehatan dan bantuan kemanusiaan yang didirikan di Indonesia.

Ketik MERC (spasi) PEDULI kirim ke 7505

Maka secara otomatis pulsa anda akan berkurang 5000 rupiah untuk disumbangkan ke Saudara-saudara kita di Palestina.

Semoga Amal kita dapat membantu meringankan saudara kita di Palestina dan semoga Amal kita diterima disisi ALLAH SWT. Amin.

Hubungi informasi lebih lanjut dan laporan keuangan pada sumber situs

http://www.mer-c.org/donasi/no-rekening-donasi.html

http://www.mer-c.org/hubungi-kami.html

Siaran Pers: Tim MER-C Masuk Gaza

 

Sehubungan dengan telah masuknya Tim Medis MER-C ke Gaza Palestina, maka hari ini Minggu (18/1) MER-C menggelar konferensi pers di kantornya di bilangan Kramat Lontar Jakarta Pusat. Konferensi Pers dimulai pukul 13.15 WIB dan langsung dibuka oleh dr. Henry Hidayatullah (Presidium MER-C). Selain membacakan pernyataan pers, pada saat konferensi pers juga dilakukan teleconference dengan Ir. Faried Thalib, relawan MER-C yang berada di El Arish karena keempat relawan yang diperkirakan sudah masuk kota Gaza hingga saat ini masih sulit dihubungi.

Siaran Pers

MENANTI 2 PEKAN, TIM MER-C AKHIRNYA MASUK GAZA

Setelah menunggu selama 2 pekan, akhirnya Tim MER-C bisa masuk ke Gaza pada pukul 17.10 (waktu setempat) atau pukul 22.10 WIB. Tim MER-C yang terdiri dari 4 relawan, yaitu dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT, dr. Sarbini, dr. Indragiri, Sp.An., dan Mursalim bisa memasuki Gaza setelah mendapat surat rekomendasi dari KBRI di Kairo, Red Crescent Mesir dan Mendagri Mesir. Sebelumnya Tim MER-C juga telah dua kali menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut Pemerintah Indonesia bila terjadi sesuatu pada mereka. Sementara satu relawan MER-C, Ir. Faried Thalib yang juga sudah mendapat izin untuk masuk ke Gaza, tetap tinggal di Kairo dan El-Arish untuk mengurus pengiriman bantuan obat-obatan dan ambulan serta pengiriman Tim Medis selanjutnya untuk masuk ke Gaza. Karena belum memungkinkan untuk membangun Rumah Sakit Darurat, maka Tim rencananya akan bekerja memberi pertolongan kepada para korban di Rumah Sakit Asy Syifa.

Tim MER-C masuk ke Gaza hanya membawa pakaian secukupnya, karena obat-obatan dan peralatan medis tidak diizinkan masuk bersama Tim. Tim bergerak dari perbatasan Mesir menuju perbatasan Palestina dengan menggunakan Bus ”Gaza City” dengan nomor 08-2822616, kemudian dipindahkan ke mobil ambulan untuk menuju Jalur Gaza.

Bantuan obat-obatan Tahap II dan 2 unit ambulan yang dibeli oleh MER-C dari dana sumbangan yang masuk ke rekening MER-C untuk Palestina, bila tidak ada hambatan akan dikirimkan hari Kamis/22 Januari 2009. Untuk kemudahan dalam pengiriman, semua bantuan ini akan dikirimkan ke Gaza secara kolektif melalui Red Crescent Mesir dan Red Crescent Palestine.


Tim pertama MER-C yang masuk ke Gaza adalah Tim Bedah yang akan bertugas untuk mencari informasi kebutuhan di lapangan dan melakukan pertolongan medis khususnya operasi bedah tulang kepada korban agresi Israel yang dikabarkan  banyak mengalami kasus trauma tulang. Belum diketahui berapa lama tim akan bertugas di Gaza, kemungkinan 1 pekan atau lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

MER-C AKAN KIRIM TIM KE-2

Untuk mem-back up kebutuhan Tim Bedah MER-C, maka MER-C akan memberangkatkan Tim ke 2 berjumlah 7 relawan yang terdiri dari: 1 dokter umum, 1 dokter spesialis bedah umum, 1 dokter spesialis penyakit dalam, 1 dokter residen bedah syaraf dan 3 relawan non medis sebagai logistik. Bila tidak ada halangan, Tim akan berangkat menuju Kairo Mesir pada hari Kamis/22 Januari 2009. Setiba di Kairo Tim ke-2 direncanakan akan langsung menuju basecamp MER-C di El Arish. Saat ini, pengurusan izin bagi Tim ke-2 untuk melalui perbatasan dan izin untuk memasuki kota Gaza sedang dalam pengurusan di KBRI Kairo. Untuk selanjutnya, tenaga medis akan dikirimkan secara rotasi sesuai kebutuhan di lapangan

RENCANA PROGRAM RECOVERY

Jika kondisi Gaza sudah damai dan dana bantuan dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui MER-C jumlahnya mencukupi, maka untuk ke depannya MER-C berencana melakukan program recovery sbb :

1.            Pembangunan fasilitas medis (Rumah Sakit)

2.            Pengiriman tenaga medis secara berkala sesuai kebutuhan

Untuk mendukung program tersebut, sampai saat ini MER-C terus melakukan penggalangan dana melalui:

1.     Rekening bank,

2.     Bantuan tunai

3.     Bantuan berupa barang berharga

4.     SMS MERC PEDULI di 7505

Agar bantuan dapat digunakan secara tepat dan efektif, maka dana masyarakat Indonesia yang sudah terkumpul melalui MER-C telah dan akan terus disalurkan secara berkala sesuai dengan kebutuhan berdasarkan informasi oleh Tim MER-C di lapangan.***

Jakarta, 18 Januari 2009


MER-C Menandatangani MOU dengan Menkes Palestina

Melihat kondisi fasilitas medis di Gaza City yang hancur, Tim MER-C berinisiatif untuk membantu pembangunan fasilitas medis (Rumah Sakit) di wilayah ini dengan menggunakan donasi dari masyarakat Indonesia.

Inisiatif ini mendapat sambutan yang sangat baik dari Pemerintah Palestina, sehingga pada hari Jum’at/23 Januari 2009 pukul 17.00 waktu setempat Tim MER-C telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Rencana Pembangunan Rumah Sakit permanen di Gaza City dengan Menteri Kesehatan Palestina, dr. Bashim Naim yang juga disaksikan.oleh ulama-ulama Palestina. Pemerintah Palestina juga akan memberikan tanah bagi pembangunan Rumah Sakit ini.

Dalam penandatanganan tersebut, Tim MER-C diwakili oleh dr. Sarbini, sementara dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT mewakili masyarakat Indonesia. Penandatanganan ini juga turut disaksikan oleh sejumlah wartawan Indonesia yang ada di Gaza.

Setelah kepulangan Tim I ke Indonesia yang direncanakan minggu depan, MER-C akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai program ini dengan Menteri Kesehatan RI, sekaligus membicarakan kemungkinan penggabungan dana bantuan masyarakat Indonesia dengan Pemerintah RI untuk pembiayaan pembangunan Rumah Sakit. MER-C juga telah membentuk satu Tim khusus untuk menangani Rekonstruksi Pembangunan Rumah Sakit.

Pembangunan RS diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 20 Miliar di luar peralatan medis, sehingga perlu dilakukan penggalangan dana lebih lanjut.

 

MER-C Kirim Tim 2 ke Palestina

Hari ini, Sabtu/24 Januari 2009, MER-C kembali mengirimkan 6 relawannya untuk menunaikan tugas kemanusiaan di wilayah Perang Gaza Palestina. Tim akan berangkat dengan menggunakan Etihad Airways, pukul 15.10 dan akan tiba di Kairo pada hari Minggu jam 02.35 waktu setempat.

Enam relawan akan bertugas untuk mem-back up Tim I MER-C yang sudah bertugas selama 3 minggu di Kairo dan Gaza. Keenam relawan MER-C tersebut adalah:

 

Nama                                                  Profesi                                    Jabatan

1. Dr. Arief Rachman                       Dokter Umum                         Ketua Tim

2. Dr. Abdul Mughni, Sp.B.               Spesialis Bedah Umum          Anggota

3. Dr. Nur Farhanah Saefuddin        Spesialis Peny. Dalam            Anggota

4. Dr. Dany Kurniadi Ramdhan        Residen Bedah Saraf             Anggota

5. Abdillah Onim                               Relawan Logistik                     Anggota

6. Bambang Sudarmaji                     Relawan Logistik                     Anggota

 

Tim ke-2 MER-C rencananya akan bertugas selama 2 (dua) bulan atau sesuai dengan kondisi di lapangan. Setibanya di Kairo, Tim akan langsung menuju ke basecamp MER-C yang berada di El Arish. Menurut informasi terakhir yang diterima dari relawan MER-C yang berada di El Arish, Bapak Faried Thalib, izin keenam relawan untuk masuk ke Gaza sedang dalam proses pengurusan dan diharapkan izin akan keluar hari ini.

 

Tim ke-2 akan dibagi 2 kelompok menjadi Tim medis dan Tim logistik. Tim medis rencananya akan langsung masuk ke Gaza dan bekerja di Rumah Sakit untuk memberi pengobatan dan perawatan luka bagi para korban gempuran Israel. Sementara Tim Logistik akan standby di Kairo dan El Arish untuk mengurus pengiriman bantuan, izin masuk bantuan serta memfasilitasi Tim Medis yang akan dikirimkan selanjutnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Mohon doanya agar Tim MER-C diberi keselamatan dan kemudahan dalam menunaikan amanah dari masyarakat Indonesia.

MER-C: 3 Kendaraan Bantuan sudah Masuk Gaza

Dengan menggunakan dana bantuan dari masyarakat Indonesia yang masuk ke rekening MER-C dengan amanah Palestina, MER-C sudah membeli 3 unit kendaraan jenis Toyota Hiace. Dua unit diantaranya adalah ambulan seharga 34.500 USD per unit. Sementara satu unit kendaraan adalah mobil penumpang berkapasitas 16 orang dengan harga 30.500 USD, yang akan digunakan sebagai mobil operasional yang diperlukan untuk mobilitas harian rakyat Gaza City yang banyak hancur akibat perang.

Dua mobil ambulan sudah masuk ke Gaza City pada hari Selasa/20 Januari 2009. Relawan MER-C, Faried Thalib, mengawal pengiriman ambulan ini dari Kairo melalui Alexandria sampai ke perbatasan Raffah. Satu unit kendaraan penumpang baru dapat dikirimkan selang dua hari kemudian, yaitu pada hari Kamis/22 Januari 2009. Sementara bantuan obat-obatan tahap 2 yang berupa antibiotic injeksi akan dikirimkan lebih lanjut.***

 

MER-C

Jl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusat 10440

Telp/Fax                 : 021-3159235 / 3159256

Call Center            : 0811 99 0176

Website                 : www.mer-c.org

———————————————————————————————————————

Jadilah donatur misi kemanusiaan MER-C. Ketik MERC (spasi) PEDULI kirim ke 7505

Tarif sms donasi Telkomsel, Indosat, Flexi, Esia adalah Rp 6.600,- sudah termasuk donasi Rp 5.000,- + biaya operator + biaya PPn

Taris sms donasi XL dan Mobile-8 adalah Rp 5.000,- sudah termasuk donasi Rp 3.750,- + biaya operator + PPN

Info lebih lanjut: www.mer-c.org. Terima kasih atas partisipasinya.

———————————————————————————————————————–

Jakarta, (tvOne) 

Organisasi relawan “Medical Emergency Rescue Commite” (MER-C) Indonesia kini terus menggalang dana tambahan dari masyarakat maupun pemerintah untuk menyumbang sebuah rumah sakit (RS) di Gaza Palestina, dengan berkeliling ke seluruh Nusantara.

Seperti dilansir Antaranews.com, hal itu disampaikan Ketua Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad dan anggota tim pelobi ustadz Husin Hamim Alatas kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

“Sejak hari Jumat 6 Februari kemarin, telah dikirimkan beberapa pengurus pusat MER-C di Jakarta ke berbagai daerah di Indonesia untuk menggalang dana (tambahan) itu,” kata Sarbini, Sabtu (7/2/2009).

Penggalangan dana tersebut, kata dia dilakukan dengan mengadakan pertemuan akbar, melalui pengajian di masjid maupun mengajak partisipasi kalangan pemerintah daerah, serta masyarakat luas lainnya.

“Dana tambahan ini kita butuhkan agar rencana menggabungkan dana pemerintah Indonesia dan masyarakat untuk menyumbang pembangunan sebuah rumah sakit di Kota Gaza Palestina dapat segera terwujud,” katanya.

Sementara itu, anggota tim pelobi MER-C untuk misi di Gaza ustadz Husin Hamim Alatas mengaku optimis total dana yang dibutuhkan sebesar Rp20 miliar — gabungan dana pemerintah dan unsur masyarakat– dapat diwujudkan.

“Insya Allah, dana sebesar itu (Rp20 miliar) bisa diperoleh, dan mungkin bisa lebih, mengingat selain dana pemerintah Rp10 miliar, MER-C Rp10 miliar, juga sudah ada komitmen bantuan dari organisasi lainnya,” katanya.

Ia menyebutkan komitmen bantuan tersebut juga datang dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), organisasi sosial keagamaan Muhammadiyah, dan juga dari unsur masyarakat yang kini masih digalang oleh MER-C Indonesia.

“Melihat perkembangan adanya komitmen bantuan lainnya itulah kami optimis bahwa kebutuhan untuk pembangunan rumah sakit di Gaza sebesar Rp20 miliar itu bisa terwujud,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan (PPK Depkes) dr Rustam S Pakaya, MPH dan anggota Presidium MER-C Indonesia dr Joserizal Jurnalis, SpOT menjelaskan bahwa pemerintah dan rakyat Indonesia siap menyumbang satu rumah sakit baru di Kota Gaza Palestina.

Untuk mewujudkannya, dana pemerintah akan digabungkan dengan dana masyarakat yang telah diamanahkan kepada organisasi relawan medis dan kemanusiaan.

Keduanya memberikan informasi tersebut, setelah melaporkan hasil keseluruhan tugas tim aju kemanusiaan Republik Indonesia (RI), yang di dalamnya tergabung unsur pemerintah, LSM, dan Ormas yang telah mengemban misi memberikan bantuan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza, kepada Menkes Siti Fadilah Supari.

“Pemerintah RI beserta rakyat Indonesia akan menyumbang satu `Rumah Sakit Indonesia` di Gaza. Tahap pertama (dana bantuan untuk RS itu) Rp20 miliar, rinciannya dari pemerintah RI 10 miliar, sedangkan dari masyarakat Indonesia yang dikumpulkan melalui MER-C Indonesia Rp10 miliar,” kata Rustam S Pakaya.

Kemudian, kata dia, juga menyusul dana dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Muhammadiyah dan sebagainya. “Untuk gambar disain rumah sakit sudah bagus,” katanya.

Menkes setuju

Sedangkan Joserizal Jurnalis menambahkan bahwa Menkes telah setuju mengalokasikan dana bantuan dari pemerintah untuk pembangunan “Rumah Sakit Indonesia” di Gaza itu sebanyak Rp10 miliar.

“Beliau menyambut baik pendirian rumah sakit di Gaza, dan berharap kalau bisa segera diwujudkan,” katanya.

Menurut dia, dengan adanya rumah sakit tersebut, yang kemungkinan diberi nama “Rumah Sakit Indonesia” itu, maka babak baru hubungan persahabatan antara pemerintah dan rakyat Indonesia dengan Palestina, setelah hubungan diplomatik yakni dibukanya Kedubes Palestina di Jakarta, maka dapat dibangun melalui bidang kesehatan, yang kemudian bisa berkembang pada hubungan dan kerjasama lainnya.

Wacana perlunya dibangun satu rumah sakit baru di Gaza, dimunculkan MER-C Indonesia setelah selama sepekan berada di wilayah yang terus dilanda konflik itu mendapati banyak rumah sakit yang hancur dan rusak akibat dihantam peluru kendali pesawat tempur Israel.

Agresi Israel atas Jalur Gaza juga mengakibatkan sekira 1.300 warga Palestina dan 13 orang Israel tewas akibat perang di Gaza itu — dan ribuan warga Gaza lainnya luka-luka — sebelum kedua pihak menyatakan mengakhiri pertempuran pada 18 Januari.

Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur akibat serangan 22 hari (sejak 27 Desember 2008). Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu pada Rabu (21/1).

Setelah melihat kondisi yang ada, kata Joserizal, ia mendiskusikannya dengan staf teknik dan logistik MER-C Ir Faried Thalib, yang kemudian mengerucut pada lahirnya wacana perlunya dibangun sebuah rumah sakit tersebut.

Faried Thalib mengatakan wacana itu saat disampaikan kepada Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Mesir Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir juga mendapat sambutan yang baik.

“Itu ide yang sangat baik,” katanya mengutip pernyataan Dubes.

Dalam perkembangannya, saat mereka bekerja membantu menangani korban di RS Al-Shifa Kota Gaza, maka diwujudkanlah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) MER-C Indonesia dengan Menkes Palestina di Gaza dr Bassim Naim (24/1) yang disaksikan oleh didampingi ustadz Ahmad “Abu Ja`far” Beseisa, dari Ikatan Ulama Palestina di Gaza.

Ustadz Abu Ja`far menyumbangkan lahan miliknya seluas 2,7 hektare bagi kepentingan pembangunan rumah sakit itu.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s