Kualitas Mahasiswa Baru SNMPTN

Kualitas Mahasiswa Baru SNMPTN

Jumat, 08-Agustus-2008,

 

 

 

 

 

Dalam Sejarah Pendidikan Tinggi di Indonesia, PTN (Perguruan Tinggi Negeri) Memegang Peranan Penting.

 

Oleh Priyo Suprobo *

Peran tersebut ditunjukkan dengan banyaknya peminat yang mendaftar, baik sejak model Skalu (Skala Lima Universitas), Perintis, UMPTN, SPMB, hingga SNM PTN sebagai model penerimaan gabungan 57 PTN se-Indonesia tahun 2008.

Meskipun banyak peminat yang mendaftar, ternyata penyebaran dari minat peserta calon mahasiswa baru (maba) terhadap PTN maupun jurusan (program studi) sangatlah bervariasi. Ada PTN yang diminati sangat tinggi, sedang, hingga tidak diminati sama sekali untuk beberapa jurusan tertentu di PTN tertentu. Data rasio keketatan secara relatif menunjukkan kondisi di atas. Di kelompok IPA, misalnya, UGM menduduki ranking pertama nilai keketatan yang mencapai 6,25% atau setiap kursi diperebutkan oleh 16 peserta (100/6,25). Kelompok IPS diduduki juga oleh UGM dengan keketatan 2,35% (1 kursi diperebutkan 42 peserta).

Meskipun demikian, dalam menilai favorit tidaknya suatu PTN dengan basis logika apple to apple tidaklah sekadar dari rasio keketatan, mengingat bahwa rasio keketatan adalah hasil bagi antara daya tampung dan jumlah peminat. Dalam SNM PTN 2008 ini, daya tampung masing-masing PTN berbeda-beda karena setiap PTN mempunyai jalur masuk sebelum SNM PTN (dan ada yang juga setelahnya) dengan kapasitas yang bervariasi, seperti PMDK prestasi, berbeasiswa, kemitraan, SPMB, dll. UGM, misalnya, daya tampung dalam SNM PTN untuk kelompok IPA adalah 230 kursi, yang berarti hanya sekitar 15% dari kapasitas total. Sementara daya tampung ITB, ITS, Undip, dan Unpad bervariasi lebih dari 1.000 hingga mendekati 4.000.

Daya Tampung Kosong

Adalah hal menarik bahwa daya tampung yang bervariasi tersebut ternyata juga bervariasi dari sisi peminatnya. Sepuluh universitas favorit, baik di Jawa maupun luar Jawa, ternyata full booking (100% terisi), yaitu ITB, ITS, Unpad, Unair, UGM, UI, Unila, Unsri, Unand, dan Unimed. Adapun PTN lainnya mempunyai persentase kosong yang bervariasi hingga 66,77%.

Daya tampung kosong itu bervariasi program studinya pada tiap-tiap PTN, tetapi secara keseluruhan kekosongan pada kelompok IPA terjadi pada program studi yang berkaitan dengan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, seperti agronomi, ilmu tanah, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, peternakan, serta budidaya perairan. Adapun pada kelompok IPS berkaitan dengan ilmu agama, sosiologi, sastra, dan seni. Penyebab daya tampung kosong itu juga beragam. Ada yang memang jumlah peminat lebih kecil atau sama dengan daya tampung, tetapi ada juga yang peminatnya jauh lebih besar daripada daya tampung. Pendidikan Jasmani dan Ilmu Keolahragaan di UNP (Universitas Negeri Padang), peminatnya berturut-turut 1.184 dan 733, daya tampungnya berturut-turut 45 dan 54, tetapi yang diterima adalah 43 dan 46.

Program Studi Favorit

Dari sisi program studi, maka ranking pertama dan seterusnya program studi dari kelompok IPA diduduki oleh Kedokteran, Teknik Informatika, Teknik Industri, dan Teknik Elektro. Bila pada tahun 2006 terjadi pergeseran minat terhadap Jurusan Teknik (IPA), maka pada tahun 2008 ini kita tidak bisa membandingkan pergeseran minat tersebut, mengingat tahun sebelumnya berlaku SPMB dengan kapasitas yang berbeda. Pergeseran peminat juga terjadi di masing-masing kelompok, misalnya, pada kelompok IPA terjadi peningkatan minat secara signifikan pada Program Studi Geomatika. Adapun dari kelompok IPS, peminat terbanyak ada pada Program Studi Ekonomi Manajemen dan Hukum.

Kualitas Input Maba

Kualitas input maba adalah suatu indikator kinerja utama (KPI) keberhasilan PTN dalam menghasilkan kualitas lulusan yang baik selain dari proses mutu pembelajarannya. Sebagai suatu populasi, maka kualitas input maba akan dinilai berdasarkan rata-rata nilai, nilai minimal, dan pola sebaran nilai yang diwakili simpangan baku. Simpangan baku yang kecil menunjukkan kemampuan mahasiswa lebih homogen dibandingkan dengan simpangan baku yang besar. Suatu populasi PTN yang ”ideal adalah yang rata-rata nilainya tinggi, simpangan bakunya kecil, dan nilai minimalnya tinggi. (*)
Rektor ITS, Koordinator Penilaian SNMPTN 2008  

 

Sumber : Radar Banten

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s