Setelah Mobil Mewah Kini Pesawat Terbang

Super Mewah Pejabat Tinggi Negara

Fenomena gagalnya reformasi satu diantaranya disebabkan oleh perilaku yang tidak beretika  dijajaran pemerintahan yang tidak peka  atau sense of crisis ditengah rakyat hidup menderita dan banyak yang dibawah garis kemiskinan, mereka melakukan penyelewengan uang negara secara berlebihan yang bukan merupakan skala prioritas utama dalam pembangunan. Pemberian  fasilitas yang berlebihan super mewah bukanlah jawaban untuk memberikan pelayanan dan peningkatan kinerja dari para pejabat  kementrian, pimpinan legislatif  dsb.

Teori Myrdal dalam pemenuhan kesejahteraan pegawai misalnya, hanyalah faktor yang bersifat mendasar saja dimana korelasi antara kesejahteraan dan prestasi kerja terkait, namun bukan kemudian setelah terpenuhi minta tambah fasilitas secara berlebihan sehingga menimbulkan keuangan negara terancam.Pada kasus ini pentingnya standar barang yang diambil tidak perlulah mencapai yang tertinggi bahkan melewati budget yang dianggarkan sehingga menguras keuangan negara. Fenomena ini juga telah menjadi trend diberbagai daerah seringkali mengambil standar tertinggi harga barang dan melewati budget anggaran, bahkan biaya anggaran yang diada-adakan.

Baca berita terkait fenomena tersebut dari berbagai sumber Jurnalis On Line dan Media Massa Online

Glamor Mobil Pejabat SBY-Boediono diatas 37 Juta Rakyat Miskin

2010 Januari 6

Mobil dinas Rp 1.3 miliar Ketua DPR Marzuki Alie dari Fraksi Demokrat

Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan 2 dari 4 tujuan dasar pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tertuang dalam UUD 1945. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibentuklah pemerintahan bersama lembaga-lembaga negar lain untuk mengelola negara dan bangsa ini. Pemilihan umum legislatif maupun eksekutif pada dasarnya adalah memilih orang-orang yang tepat dan benar untuk menduduki posisi strategis di pemerintahan dan legislatif demi menjalankan program-program pensejahteraan rakyat, melindungi negara, mencerdaskan kehidupan berbangsa dan perdamaian dunia. Dan untuk itupula, pemerintah berwenang dan bertanggungjawab dalam pengelolaan APBN demi kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.

Untuk menunjang kerja para pejabat negeri ini, maka sudah sepantasnya mereka mendapat reward dan fasilitas yang proportional terhadap mayoritas masyarakat di negeri ini. Demi menunjang kinerjanya, khususnya mobilitas/ruang gerak, maka saya setuju apabila setiap 5 tahun, mobil dinas para pejabat diganti baru dengan alasan mobil dinas lama sudah tidak bekerja secara optimum. Pengadaan mobil dinas ini semata-mata untuk urusan negara, bukan untuk meningkatkan prestise. Oleh karena itu, pengadaan mobil dinas haruslah mengedepankan asas manfaat, proportional dan efisien, bukan demi melangsungkan gaya hidup glamour para pejabat diatas kemiskinan rakyat Indonesia.

Pemerintah SBY-Boediono yang Glamor

Menjelang akhir tahun 2009 ini, pemerintah baru 2009-2014, SBY-Boediono menghabiskan sekitar Rp 100 miliar anggaran negara untuk pengadaan 80 unit mobil mewah pejabat seharga Rp 1.3 miliar per unit. Inilah adalah kado istimewa pemerintah SBY-Boediono menjelang penutupan akhir tahun 2009. Proyek pembelian mobil mewah ini telah direncanakan oleh Pemerintah SBY pada periode 2004-2009. Dengan beribu alasan, para pejabat pemerintah SBY-Boediono berusaha membela pembelian mobil sangat mewah ini. Para menteri, ketua dan wakil ketua lembaga negara periode saat ini mendapatkan mobil dinas Toyota Crown Royal Saloon.

Dibawah pemerintahan yang mengaku sederhana dan pro rakyat dalam kampanye pilpres 2009 silam, SBY meloloskan pembelian mobil sangat mewah, yang tidak lain untuk menaikkan standar prestise para pejabat negara,  dari sebelumnya mobil dinas Toyota Camry seharga Rp 600 juta menjadi Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp 1300 juta (Kompas). Mestinya para petinggi negeri a.k.a presiden dan jajarannya (pengambil keputusan) sadar  betul bahwa fungsi dari mobil dinas adalah penunjang kerja mereka dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan negara seperti di aline pembuka tulisan di atas. Penunjang mereka ketika melakukan mobilitas ruang gerak untuk mengurusi ikhwal negara. Mereka harus sadar bahwasanya mobil dinas tidaklah tepat digunakan sebagai alat untuk menaikkan gengsi, pamor pribadi. Tidaklah pula untuk akomodasi hidup glamor.

Toyota Camry seharga Rp 641 juta (harga saat ini) sebagai mobil dinas pejabat era 2004-2009

Jika filosopi kendaraan dinas adalah alat bantu dalam melaksanakan tugas negara untuk kepentingan rakyat sebesar-besarnya, mengapa Presiden SBY diam terhadap pengadaan mobil super mewah yang menghabiskan anggaran Rp 100 miliar lebih? Dimana letak pro-rakyat apabila pemerintahannya secara seenak-enaknya mengganti mobil dinas kelas Camry Rp 640 juta (Toyota.co.id) dengan Crown Rp 1.3 miliar? Mengapa pemerintah SBY harus mengganti mobil dinas Camry lama dengan mobil dinas Crown yang lebih mewah? Apakah dengan mobil Crown lalu langsung meningkatkan kesejahteraan rakyat?

Toyota Innova Rp 287 juta, Mobil Dinas Pimpinan KPK

Dalam konteks yang rasional, maka kemewahan mobil pejabat tidaklah membawa manfaat yang besar bagi rakyat dan negara. Justru sebaliknya, hal ini membebankan kas negara sekaligus menunjukkan bahwa para pejabat sedang  show-off mental mereka feodal nan glamor. Kurangnya asas yang proportional dan bijak dalam mengelola anggaran negara, mungkin menjadi hilangnya empati pemerintah SBY dalam meningkatkan fasilitas pejabat yang glamor.

Kita perlu bertanya-tanya, apakah dalam pemikiran pak SBY terbersik bahwa kemewahan fasilitas para pejabat lebih penting daripada tugas dan tanggungjawab mereka? Jika pak SBY memikirkan asa manfaat seperti ini, maka semestinya mobil dinas Camry lama diganti dengan mobil dinas Toyota Innova yang baru. Dari segi manfaat, tidak ada perbedaan mendasar antara Toyota Innova dengan Toyota Crown. Dari segi efisiensi, pengadaan 80 unit Toyota Innova akan menghemat Rp 81 miliar bila dibanding 80 unit Toyota Crown. Harga per unit Toyota Innova V A/T Diesel Minor Change saat ini Rp 287 juta (Toyota, Jan 2010.), jauh dibawah harga Toyota Crown Royal Saloon sebesar Rp 1.3 miliar.

Dari segi utilitas ekonomi nasional, Toyota Innova diproduksi dalam negeri, sementara Toyota Crown merupakan produk impor. Pembelian produk Innova setidaknya akan meningkatkan aktivitas ekonomi nasional, baik dalam hal lapangan pekerjaan, industri penyokong Toyota Innova, hingga penghematan devisa negara.

Mestinya, para menteri di era Pemerintahan SBY-Boediono dan juga pejabat negara belajar dari asas manfaat dan utilitas ekonomi yang dipertahankan oleh KPK  Selama ini, para pimpinan KPK mendapat fasilitas Toyota Innova sebagai mobil dinas.  Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, menyarankan sebaiknya mobil dinas yang digunakan adalah Toyota Innova. Menurutnya, selain kualitas Toyota Innova bagus, juga merupakan produk industri dalam negeri. (Vivanews, Jan 2009).

Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, menyarankan sebaiknya mobil dinas yang digunakan adalah Toyota Innova. Menurutnya, selain kualitas Toyota Innova bagus, juga merupakan produk industri dalam negeri. (Vivanews, Jan 2009).

Bila pimpinan KPK telah menunjukkan bahwa mereka bisa bekerja secara optimun dengan dibantu Toyota Innova, mengapa para menteri SBY-Boediono dan pejabat negara lainnya tidak mencoba melakukan hal yang sama?

Utang dan Kemiskinan Melilit Indonesia

Pemulung, Potret Kemiskinan Negeri

Bila dari tadi kita melihat asas manfaat dan utilitas ekonomi nasional, sekarang saya mengajak kita melihat pengadaan mobil mewah para pejabat ini dari sisi efisiensi APBN. Apakah pemerintah SBY bersama Beodiono mengedepankan asas efisien dalam mengelola anggarannya? Dari pembahasan diatas, jelas pemerintah SBY kurang memikirkan asas manfaat dan efisien dalam menggunakan APBN. Padahal apabila pemerintah SBY benar-benar pro rakyat dan mengelola anggaran dengan efisien, maka Toyota Innova akan menjadi pilihan utama dibanding Toyota Camry apalagi Crown.

Pengadaan Toyota Innova sebagai mobil dinas pejabat baru dapat menghemat APBN hingga Rp 81 miliar untuk 80 unit. Efisiensi ini dapat mengurangi besaran utang yang membengkak, sekaligus dialihkan untuk program pengentasan kemiskinan. Sebagai catatan, angka kemiskinan rakyat Indonesia per Maret 2009 mencapai 32.5 juta jiwa. Sebanyak 32.500.000 penduduk Indonesia berpenghasilan kurang dari Rp 7000 per hari. Dari  32.5 juta orang tersebut, 11.9 juta berada di perkotaan dan 20.6 juta berada di Pedesaan  (Laporan BPS).

Untuk daerah pedesaan, 20.600.000 penduduk Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar yakni biaya makanan sebesar Rp 4600 per hari + biaya bukan makanan (tempat tinggal, pakaian dll) sebesar Rp 1350 per hari. Untuk perkotaan, sebanyak 11.900.000 orang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar yakni Rp 5200 per hari (biaya makan) +  Rp 2200 per hari (biaya rumah, pakaian dll).

Dengan menganti Toyota Crown dengan Innova, maka pemerintah dapat mengalihkan setidaknya Rp 81 miliar untuk membantu bantuan maupun kredit bagi ribuan hingga puluhan ribu nelayan dan petani Indonesia. Bila setiap nelayan/petani diperbantu oleh satu orang lain dan menghidupi 2-4 orang anggota keluarga, maka setidaknya pemerintah dapat membuka ribuan tenaga kerja + mengurangi angka kemiskinan dikalangan rakyat jelata.

Pemulung Cilik

Namun, fakta berbicara lain. Pemerintah memilih untuk memperoleh fasilitas mobil mewah. Sementara tiap tahun, APBN terus defisit disertai utang yang semakin membengkak. Utang menjadi buruk tatkala pengelolaan negara begitu boros oleh pemimpinnya. Bayangkan, pada tahun 2010 ini, nilai utang jatuh tempo pemerintah RI mencapai Rp 116 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 54 triliun berasal dari utang luar negeri, dan Rp 62 triliun berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) (Detikfinance, 26 Des 2009).

Jika dalam pengadaan mobil dinas yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat luas via pers, pemerintah begitu berani menunjukkan bahwa mereka begitu boros dan glamor, bagaimana nasib dengan pengeluaran negara lainnya yang tidak terpantau oleh masyarakat? Inilah alasan mengapa kita perlu kritis dan cermat upaya pemerintah meningkatkan utang negara yang membengkak!

*******

Dari persoalan pengadaan mobil ini saja, masih pantaskah Presiden SBY berbicara didepan para pemilihnya bahwa ia adalah presiden yang pro-rakyat? Masih pantaskah ia mendengungkan bahwa pemerintahannya profesional untuk rakyat? Dimanakah janji-janji manis yang keluar dari mulut SBY-Boediono beserta tim kampanyenya? Dimanakah para patriot Partai Demokrat yang berbicara lantang pro-rakyat?

Yang pasti, pengadaan mobil dinas mewah bagi para menteri dan pejabat negara merupakan bukti bahwa pemerintah saat ini tidak memiliki sensitivitas terhadap kemiskinan. Hidup hemat hanyalah kata-kata penghias bibir belaka pemimpin yang berlindung dibawah pencitraan. Kado mobil mewah merupakan pendidikan buruk karena akan mendorong pemerintah daerah melakukan hal yang sama. Soalnya ada contoh dari pemerintahan pusat.

Dan apabila Bung Hatta saat ini masih hidup, mungkin ia tidak akan berhenti menangis melihat tingkah laku para penguasa negeri ini. Hal yang sangat bertolak belakang dengan pemikiran dan contoh teladan yang telah diberikan Proklamator bangsa ini, yang hidup sederhana. Bahkan untuk membeli sepatu Bally saja, Bung Hatta tidak mampu membelinya (Baca : Bung Hatta, Negarawan Uncorruptable (1): Kisah Menabung Utk “Sepatu Bally”, Tapi….)

Pantaskah utang negara membesar hanya demi hidup mewah para pejabat negeri ini? Itulah salah satu alasan utama sejak awal saya menulis Fakta-Fakta Tersembunyi Pemerintah SBY-JK : Utang Membengkak Rp 1667 Triliun.

Akankah kita biarkan negeri dagelan ini terus berlanjut?

Sumber  Jurnalis On Line : (nusantaranews.wordpress.com)

Referensi: KompasVivanewsToyotaDetikfinanceBPS

Artikel Terkait:

Sumber Media Massa ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Setelah Mobil Mewah Kini Pesawat Terbang

Jakarta (SIB)
Penggantian mobil mewah bagi menteri dan pimpinan pejabat tinggi negara justru makin memperburuk citra pemerintah di mata rakyat saat mereka menghadapi kesulitan hidup.
Pembelian mobil pejabat memang sudah dianggarkan sebelumnya oleh pemerintah kepada DPR. Selain mobil dinas, ternyata mengajukan pembelian pesawat khusus kepresidenan.
“Saya kira itu tidak pantas terutama citra Presiden di mata rakyatnya. Mestinya anggaran negera tidak dihambur-hamburkan untuk kepentingan sekunder seperti itu,” kata pengamat politik Cecep Effendy kemarin.

Kalau Presiden ingin menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap nasib rakyatnya mestinya menggunakan belanja negara dengan efisien. Tidak perlu mengganti mobil dinas pejabat tinggi negara karena tetap masih bisa digunakan.

“Lagi pula ini khan baru awal kerja dan belum ada bukti dari hasil kinerja mereka, mengapa harus diberikan mobil mewah yang harganya sangat mahal tersebut,” jelasnya.
Presiden hendaknya justru mengajak para menterinya untuk menunjukkan kinerja yang nyata kepada rakyat. Harus ada pesan kuat di mata rakyat bukan sebaliknya. “Memang kalau dinilai tidak terlalu besar tapi harus disadari masih banyak rakyat yang perlu perhatian untuk kesejahteraan mereka,” tambah Cecep.
Dikatakan, para menteri sesungguhnya tidak butuh mobil dinas mewah. Masyarakat pun tahu para menteri-menteri itu sudah punya mobil untuk tugas atau mobil menteri yang lama. “Saya kira MS Hidayat itu punya mobil lebih dari satu dan lebih mewah dari jatah menteri sekarang,” tegasnya.Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan mengatakan Presiden harus bisa menciptakan nuansa kesederhanaan kepada para menterinya. Jangan justru menciptakan kemewahan melalui mobil dinas tersebut.

Pesawat Presiden

Ketua Badan Anggaran DPR, Harry Azhar Aziz mengatakan item pembelian mobil dinas pejabat tidak pernah dibahas dalam rapat anggaran. Saat dibahas, pihak pemerintah hanya memunculkan besaran pajaknya Rp 62,5 miliar.
“Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 3 November 2009 hanya memunculkan pajaknya sebesar Rp 62,5 miliar,” katanya. “Itu pajak untuk pembelian mobil pejabat negara. Belum harga mobilnya.”


Selain mengajukan pajak pengadaan mobil dinas pejabat negara setingkat menteri, pemerintah juga mengajukan anggaran pengadaan pesawat VVIP Presiden Rp 200 miliar dan anggaran untuk renovasi pagar istana negara Rp 22,581 miliar. Harry mengakui bahwa anggaran ini disetujui oleh DPR dalam rapat Badan Anggaran. “Anggaran pesawat Presiden dan pagar istana memang dibicarakan dalam Rapat dengan kami,” pungkasnya. (PK/o)

Peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam mengatakan anggaran mestinya lebih diefisienkan bukan malah diboroskan. “Catatan IBC, sejak tahun 2005-2010, alokasi APBN untuk belanja pegawai (gaji) berkisar 15% – 22% terhadap total belanja pemerintah pusat. Trennya selalu naik dari tahun ke tahun, belum termasuk belanja barang untuk fasilitas pejabat dan aparatur di bawahnya,” ujarnya.

Pengadaan mobil mewah bagi pejabat negara, ujar Roy, merupakan bentuk pengingkaran janji pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jilid II kepada rakyat untuk mendorong efisiensi belanja Negara di awal pemerintahannya. “Pengadaan mobil mewah pejabat menyedot APBN sekitar 106 milyar. Penelusuran IBC menyebutkan bahwa mobil mewah yang diadakan melalui APBN-P 2009 sebanyak 80 buah dengan beban pajak (PPnBM) yang musti ditanggung negara sekitar Rp785 juta per mobil atau totalnya sebesar Rp62,8 miliar,” kata Roy.

Berdasarkan pengakuan direktur pemasaran PT Toyota Astra Motor, ujar Roy, harga beli 1 buah mobil toyota crown royal saloon sebesar Rp 1,325 milyar. Pengadaan mobil mewah melalui instrument APBN-P 2009 dapat dikatakan masih buruknya sistem perencanaan APBN.

“Mengapa pengadaan mobil tidak direncanakan sejak tahun 2008? Mengapa setelah dilantik para pejabat baru tersebut, lalu muncul usulan dalam APBN-P 2009? Inilah bentuk buruknya perencanaan APBN dan bentuk keserakahan menteri/pejabat yang baru dilantik untuk menyedot uang rakyat,” kesalnya.

Niat pemerintah yang memaksakan pembelian mobil Toyota crown royal saloon dapat dilihat sebagai upaya pemerintah untuk memperlihatkan “citranya” kepada masyarakat bahwa mereka (pemerintah) dapat membelanjakan APBN sesuai target. “Bila saja mobil yang diadakan adalah mobil jenis lain yang lebih murah (bukan mobil mewah) maka uang Negara yang dikeluarkan untuk membayar pajak mobil mewah tersebut (sekitar Rp 62,8 milyar) tidak dikeluarkan dan dapat digunakan untuk yang lebih prioritas,” ujarnya. Sbr. Media Indonesia

Roy mengasumsikan biaya pengadaan mobil mewah pejabat negara setara dengan biaya pendidikan gratis untuk 184 ribu siswa setingkat SMP. “Fantastis.! Bayangkan, jika saja pemerintah masih memiliki “sense of crisis” dengan kemiskinan di masyarakat saat ini, maka sesungguhnya anggaran pengadaan dapat menggratiskan biaya pendidikan sekitar 184 ribu siswa setingkat SMP atau biaya 1 mobil (Rp 1,325 milyar) dapat menggratiskan biaya pendidikan sekitar 2,300 siswa setingkat SMP dalam setahun,” cetusnya. (Ken/OL-7)

7 responses

  1. ah jangan dikata, uang untuk jadi pun besar, tak pelak harus dpat yg bgus donk

    tpi memang dunia dah tua, yg besar dah lupa yg kecil

    Rabu, Maret 24, 2010 pukul 2:03 pm

  2. sedjatee

    lama tak berkunjung… semoga selalu sukses… tetap semangat…

    sedj

    Rabu, Januari 13, 2010 pukul 4:56 pm

  3. pak
    susah mau posting di saung nya
    disini aja ya
    hehehe

    visit back my blog🙂

    Jumat, Januari 8, 2010 pukul 7:20 pm

  4. Sulit merespon kebijakan seperti ini.
    Tapi nurani saya mengatakan kalau tindakan pengadaan mobil Toyota senilai 1,3 M (OTR) cukup berlebihan dari segi beban ekonomi negara. (Meskipun tidak wajar juga jika seorang menteri harus naik mobil sekelas AVANZA).

    Kamis, Januari 7, 2010 pukul 5:12 pm

  5. Tarbiyatul banin

    MEMANG BANYAK MAUNYA, MINTA HAKNYA LANCAR TANPA MELIHAT KEWAJIBAN YANG TERUS TERBENGKALAI

    TUKER LINK YUKK
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com

    READ THIS TOO (FREEPORT VS GARUDA, TERNYATA pRODUK LOKAL TETEP KALAH)
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/2010/01/07/199/

    Kamis, Januari 7, 2010 pukul 1:51 pm

  6. Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu

    ok.

    Senin, Januari 4, 2010 pukul 4:10 am

  7. theavoug

    ▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■
    ★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★

    Ayoo Download “membongkar-gurita-cikeas” full-version pdf
    http://cikeas.notlong.com/

    apakah agan masih mengikuti berita tentang membongkar gurita cikeas dan inging membeli bukunya tapi kehabisan ?? disini ane mo share tempat downloadnya gan (!)
    http://cikeas.notlong.com/

    ★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★
    ■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓

    Minggu, Januari 3, 2010 pukul 11:39 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s