Seminar Nasional Ekonomi Syariah

Mata Uang Emas, Khilafah, dan Universalisme Islam

Hari ini telah dilaksanakan dengan sangat bagus Seminar Nasional Ekonomi Syariah  dikampus Untirta, Banten yang merupakan kolaborasi DKM Untirta dengan Al-Aqsha Working Group. Bagi saya ini adalah peristiwa yang membuat jatuh cinta untuk ketiga kalinya dengan dunia Islam. Yang pertama mengakui spiritualitas Islam dengan Tasauf  dunia  sufisme pada tahun 1996-1999, yang kedua mengakui kebenaran ayat-ayat suci Al-Quran diberbagai bidang, dan yang ketiga adalah  bagaimana menyoal  membangun peradaban yang lebih baik, bukan hanya bagi umat Muslim tetapi juga bagi umat agama lainnya serta rahmatin lil alamin rahmat bagi alam semesta.

Seminar Nasional Ekonomi Syariah ini memaparkan tentang kebenaran mata uang emas (dinar) yang tahan goncangan dari fluktuasi inflasi dan nilai tukar dengan mata uang lainnya terutama dalam hal ini dollar USA dan lain sebagainya. Berinvestasi dengan emas lebih cenderung menguntungkan dengan kenaikan sekitar 30% dibandingkan uang rupiah yang tekadang  terkoreksi oleh inflasi dan nilai tukar dollar AS. Saya sendiri sedikit tahu pernah membaca cara berkebun emas dari sebuah situs yang juga dijelaskan sangat menarik. Dimasa depan mungkin industri perbankan akan beralih atau berkolaborasi menjadi penjamin deposit emas para nasabah, seperti halnya sekarang konsep bank syariah diterima berbagai bank swasta dan pemerintah.

Posisi investasi yang paling menguntungkan dan berkeadilan menurut pakar Ekonomi Syariah yang pertama adalah sektor riil (uang berputar diarena perdagangan nyata), yang kedua adalah emas. Dalam makalah dan uraian pembicara tersebut di Indonesia pernah dilakukan pertemuan dan rapat para Bankir Se-Indonesia yang setuju mata uang rupiah kita dikaitkan dengan uang emas, namun sayangnya peraturan dan perjanjjian Indonesia dengan IMF melarang dikaitkan dengan uang emas sehingga akhirnya gagal tercapai.

Para penyaji dalam Seminar Ekonomi Nasional kesemuanya memaparkan makalahnya dengan sangat bagus dan menarik bagi publik yang hadir pada acara tersebut. Para pembicara tersebut adalah Ir. Muhaimin Iqbal (Pakar Dinar Emas), H. Abdurrahman Sony Sugema (Direktur Koperasi Dinarku), Prof. Dr. Zaenal Ali, MHI (Guru Besar Hukum Islam Universitas Tadulako), KH. Drs.  Yaksyallah Mansur, MAg (Ketua STAI Al-Fatah-Bogor).

Satu hal lagi dalam seminar tersebut bukan hanya menyoal sistem ekonomi dengan mata uang emas, namun juga membahas pentingnya Sistem Khilafah Islam untuk menyelesaikan berbagai masalah didunia Islam, baik didalam negeri, antar sesama negara muslim, dan negara lainnya dengan adil dan saling menghormati serta membangun peradaban yang lebih baik.

Seminar yang dihadiri sangat meriah dengan dilandasi semangat ukhuwah Islamiyah dari berbagai daerah bahkan dari luar Pulau Jawa juga ada, bukan hanya menggelar acara seminar nasional, tetapi juga menggelar pameran foto sangat artistik dan menarik mengenai mata uang emas sejak jaman Romawi dan berbagai bangsa didunia serta Nusantara dimasa silam.

Begitu juga nasib muslim dan bangsa Palestina yang digelar oleh Aqsha Working Group dengan pameran foto kondisi dimasa lalu dan kini dengan berbagai keprihatinan adanya upaya Zionisme Israel untuk menghancurkan Masjid Al-Aqhsa dengan dalih kuil peribadatan mereka dibawah masjid tersebut.

Dari hasil perbincangan diskusi secara non formal dengan kelompok Aqsha Working Group  selain masalah Khilafah dalam dunia Islam, seharusnya umat Islam membangun solidaritas  ukhuwah Islamiah dengan semangat  universalisme Islam setiap muslim adalah bersaudara untuk mengatasi kekejaman Zionisme Israel terhadap muslim dan bangsa Palestina, juga diberbagai negara Islam lainnya baik secara terbuka maupun tersembunyi.

Semoga.

One response

  1. wah, aktif sekali mengikuti seminar, bagus sekali itu, menambah wawasan juga sosial and teamwork…:mrgreen:

    Selasa, Desember 22, 2009 pukul 9:19 pm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s