Baron Kucingku

Baron kucingku malam ini terkenang kembali. Aku teringat padanya ketika satu obrolan di tepi garis kota tua 10 km beranjak surut diterangi temaram kota membuatku kangen. Di masa lalu makhluk satu itu begitu sangat cerdas, instingtif dan begitu setia menemani dan menungguku, bahkan aku belajar telepati dan telekinetik  darinya.  Tahun 2004 jika aku pulang larut malam ia telah berada di luar garis demarkasi rumahku, di ujung gang setia menungguku.

Jika aku lelah ia dengan sangat mengerti menginjak-injak punggungku yang kelelahan dan memijitku. Ketika aku gundah ia dengan raut gelisah seperti tahu apa yang kupikirkan, iapun seperti ikut bersolidaritas. Dan apabila aku sedang tenang dan merenung ia tampak seperti seorang alim yang mengangguk-anggukan kepalanya. Ketika kematian datang menjemputnya, dalam mimpiku aku melihat ruhnya mengucapkan selamat tinggal terbang ke angkasa.

Iklan

One response

  1. nita

    Wah ikut sedih ya dengan perginya Baron, kucingmu… Mudah2n cepet dapat penggantinya yg sama spt Baron, yang setia, pengertian dan bisa mijit…..
    Sehabis baca jati diri baru yakin kalo ni web blognya temenqu….(sori sebelumnya aq sama sekali gak ngenalin foto yang da di web), so.. aq mo menyapa dulu…. Hei Teguh, apa kabar? blogmu ok banget & keren……. Banyak sukses ya.
    Rgds, Nita

    Rabu, Oktober 29, 2008 pukul 6:31 pm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s