Tuhan Cybernet ?

Tradisi atau  kebiasaan barangkali namun mungkin dapat dikategorikan sangat tidak hemat dengan  sms yang seringkali kukirimkan pada banyak kawan atau seseorang yang sangat istimewa hampir setiap hari atau hanya kadang-kadang saja ketika sedang ada ilham.Terus terang aku lebih merasa nyaman dibandingkan menulis diblog ini. Lebih bebas juga dibandingkan di mailing list, twitter atau face book, apalagi sekarang ada UU ITE wah gawat.

Mengutip Emillie Durkheim pakar sosiologi klasik, dari sekian banyak sms yang kukirimkan mungkin ada yang berguna dan bermanfaat (the sacred) bagiku dan banyak orang,  atau barangkali hanya sms sampah yang harusnya masuk dalam tong sampah.

Sakral atau sampah tidak bermanfaat tergantung dari mana kita melihat dan dari sisi mana termasuk nilai guna dan lain sebagainya. Dalam banyak bentuk kebiasaan, ada yang kita utamakan sebagai nomor satu. Semoga tradisi mengirim  sms dan menghabiskan waktu dengan cybernet banyak nongkrong diwarnet  bukan menjadi berhala baru juga bagiku, curhat yang berlebihan. Semoga kematian Tuhan lewat cybernet yang menjadi nomor satu dalam rekam jejak kita berjam-jam tanpa henti, kehilangan banyak waktu bersosialisasi dan beribadah, serta bekerja keras dan lain sebagainya, dapat kita kurangi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s