Baskoro

Pop .. pop .. pop !!! ia berteriak-teriak memakiku dimasa lalu lucu sekali, dalam hati aku menimpali dengan pop … mie … matanya nyalang marah dan mendelik-delik, gembel gila rambut gimbal mirip Ruud Gulit itu membawa-bawa ransel berisi buku-buku dan alat-alat yang aneh diranselnya. Aku bertemu dengannya 9 tahun yang lalu di markas Pers Mahasiswa Jumpa Unpas Bandung tahun 1999.

Kadang ia takut dan hormat padaku seperti seorang raja, kadang ia menyela ocehanku dengan tepat, yang ia takuti adalah mimpi-mimpiku dan kemabukanku. Si Ruud Gulit dari suku bajang dan orang kalang itu entah dimana kini berada ? Tak lama bertemu dengannya aku kemudian naik haji ke tanah suci.

Masih kuingat betul hingga kini dalam ranselnya yang keberatan banyak buku, hanya buku Jawa Kuno dan topi haji yang ia keluarkan dengan cepat dan ia pamerkan sebentar untuk kemudian dimasukan kembali.

Iklan

Komentar ditutup.