Palestina Masih Berkecamuk

Abu Halabia: Al Quds dan Warganya Mengalami Serangan Brutal Penjajah
[ 21/02/2009 – 12:47 ]

Gaza – Infopalestina: Ketua Komisi al Quds di Parlemen Palestina, Dr. Ahmad Abu Halabia menegaskan bahwa kota al Quds, masjid al Aqsha dan tempat-tempat suci di sana mengalami serangan brutal Zionis Israel. Dia menyerukan upaya Arab dan Islam untuk melindungi kiblat pertama umat Islam tersebut.

Dalam pernyataan pers, Kamis (19/02), Abu Halabia mengatakan, “Selama bulan Januari tahun ini telah terjadi sejumlah penistaan terhadap dari institusi, militer dan kepolisian penjajah Zionis Israel terhadap warga Palestina di kota al Quds terjajah. Demikian juga terhadap harta benda mereka, rumah-rumah, keluarga dan tanah mereka.”

Dia menyatakan bahwa penistaan dari penjajah Zionis Israel di kota al Quds terjajah selama bulan Januari 2009 ini mencakup penghancuran rumah-rumah warga, penyitaan rumah-rumah warga, penghancuran lahan-lahan mereka, serangan terhadap warga dan operasi penangkapan terhadap warga di sana. Dia menyatakan terjadi banyak konfrontasi antara warga Palestina dan polisi penjajah Zionis Israel di kota al Quds.

Abu Halabia mengatakan, “Saat ini terjadi aktivitas koloni permukiman secara massif di kota al Quds dan penggusuran tanah warga dengan dalih tidak jelas.” Dia menambahkan, “Untuk merealisasikan itu, penjajah sengaja mengusir dan mendeportasi keluarga-keluarga Palestina di al Quds untuk mendapatkan harta benda dan lahan di sana.

Dalam laporannya, Abu Halabia juga menjelaskan praktek-praktek rasis yang dilakukan polisi penjajah Zionis Israel dan dinas keamanannya. Hingga sampai pada penolakkan pihak penjajah Israel mengembalikan kartu identitas para anggota dewan legislative dari kota al Quds terjajah yang dirampas dari mereka setelah dituduh sejak 30 bulan lalu berafiliasi kepada gerakan Hamas.

Dia menambahkan, “Rasisme Zionis Israel nampak jelas setelah pengumuman upaya yahudisasi baru terhadap kota al Quds terjajah, dalam konferensi “Mendukung Yahudi” yang diadakan Kongres Yahudi di kota al Quds pada 26-27 Januari 2009 lalu menyusul agresi Israel ke Jalur Gaza.”

Abu Halabia mengatakan, “Saat ini terjadi aktivitas koloni permukiman secara massif di kota al Quds dan penggusuran tanah warga dengan dalih tidak jelas.” Dia menambahkan, “Untuk merealisasikan itu, penjajah sengaja mengusir dan mendeportasi keluarga-keluarga Palestina di al Quds untuk mendapatkan harta benda dan lahan di sana.

Abu Halabia meminta Negara-negara Arab, dunia Islam serta organisasi-organisasi internasional dan HAM untuk bertindak memberikan perlindungan internasional terhadap kota al Quds, warganya, tempat-tampat suci dan peninggalanya. Karena al Quds adalah tanah terjajah. Dia juga mengecam penistaan-penistaan, praktek-praktek dan langkah-langkah penjajah Zionis Israel yang melanggar hukum internasional.

Dia kembali menyetukan Sekjen Liga Arab, Amr Moussa, dan sekjen OKI, Dr Ekmeleddin Ihsanoglu, agar merevitalisasi kedua organisasi ini demi melindungi al Quds dan tempat-tempat sucinya sekaligus melindungi warga Palestina di kota tersebut. Dia menegaskan perlunya menyampaikan pengaduan dan tuntutan ke mehkamah internasional guna menghentikan kejahatan dan serangan ini. (seto)

Israel Lancarkan Serangan Artileri di Timur Khan Yunis

[ 20/02/2009 – 10:30 ]

KhanYunis – Infopalestina: Pasukan penjajah Zionis Israel, Jum’at (20/02) pagi, melancarkan serangan artileri ke rumah-rumah warga Palestina di derah Qarara, timur laut Khan Yunis, wilayah selatan Jalur Gaza.

Kepada koresponden Infopalestina, sumber-sumber local mengatakan tank-tank dan artileri penjajah Zionis Israel yang berkonsentrasi di timur Qarara melancarkan serangan dua tembakan artileri ke arah rumah-rumah warga dan menimbulkan kepanikan warga serta kerusakan pada rumah-rumah mereka.

Sebelumnya Brigade al Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam di Palestina, telah menyatakan bertanggung jawab atas bentrokan bersenjata sengit dengan pasukan khusus Zionis Israel. Brigade al Quds berhasil menembak pasukan Israel dengan roket R.P.G saat pasukan Israel bersaha menyusup di timur Khan Yunis, wilayah selatan Jalur Gaza, menjelang tengah malam, Kamis (19/02), kemarin.

Dalam pernyataan yang diterima koresponden Infopalestina, Brigade al Quds menegaskan bahwa salah satu kelompoknya terlibat baku senjata sengit dengan pasukan khusus Zionis Israel saat mereka mencoba menyusup di timur daerah Qarara di timur Khan Yunis, wilayah selatan Jalur Gaza. Perlawanan sengit Brigade al Quds memaksa pasukan Zionis Israel mundur dari daerah tersebut.

Brigade al Quds menegaskan aksi ini dilakukan sebagai upaya menghadang setiap upaya yang dilakukan penjajah Zionis Israel untuk menyusup masuk ke dalam wilayah Jalur Gaza. Sekaligus untuk menegaskan bahwa jihad dan perlawanan terus berlanjut. (seto)

Hamas: Kunjungan Konggres Amerika Secara Tak Langsung Buka Blokade

[ 20/02/2009 – 02:59 ]

Gaza-Infopalestina : Gerakan Perlawanan Hamas menganggap kunjungan senator Amerika, John Kerry yang menjadi pesaing Obama dari partai Demokrasi ke Jalur Gaza merupakan langkah menuju kebaikan.

Pernyataan ini diungkapkan juru bicara Hamas, Fauzi Barhum kemarin (19/2) yang dilansir pusat infopalestina. Ia mengatakan, Kerry yang menjabat ketua komite urusan luar negeri pada senat Amerika telah berkunjung ke Gaza, beberapa saat setelah anggota kongres Amerika lainya tiba di sana, untuk memantau situasi paska agresi Israel ke Gaza. “Kunjungan ini jelas sebuah kunjungan kemanusiaan. Tindakan mereka yang mengunjungi Gaza sebagai langkah manuju sesuatu yang baik”.

Barhum menyebutkan, “Kita berharap langkah ini diikuti dengan tindakan lainya dalam memperbaiki kebijakan politik Amerika terkait masalah Palestina. Kita berharap mereka dapat mendukung keadilan dan menghapuskan kezaliman terhadap rakyat Palestina, sebagaimana mereka lakukan sebelumnya. Mereka pernah menolak persyaratan yang dirancang Tim Kwartet hingga menimbulkan kehancuran di Palestina. Sebelumnya, mereka juga memberikan dukungan penuh terhadap pembantaian biadab di Gaza.

Juru bicara Hamas ini mengisyaratkan, “Masuknya delegasi Amerika ke Gaza dengan tenang, menunjukan bahwa kami tidak pernah menghalang-halangi siapapun berkunjung ke Gaza. Jalur Gaza selalu terbuka bagi siapa saja yang mau menyaksikan kehancuran dan pembunuhan yang dilakukan mesin perang Zionis”, ungkapnya.

Dalam pada itu, Barhum meminta delegasi tersebut menyampaikan kebenaran dan mengungkap kenyataan yang memilukan akibat kejahatan Israel. Setidaknya dengan hal ini dapat berpengaruh pada sejumlah keputusan Amerika dan memulai dengan sikap yang mendukung rakyat Palestina yang terzalimi.

Barhum menganggap, kunjungan Amerika ini, secara tidak langsung telah membuka isolasi dunia terhadap Gaza dan Hamas, serta pemerintahanya yang dipimpin Ismael Haneya. Anggota partai Demokrasi seharusnya tidak boleh menghalang-halangi siapapun yang telah melakukan pilihan demokrasinya di Palestina.

Namun Barhum mengingatkan, John Kerry terkait roket-roket perlawanan, sebagai alasan bagi Israel untuk melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina. (asy)

http://www.palestine-info.info ….. comes@infopalestina.com….. hak cipta ada pada Pusat Informasi Palestina – © 2009

Obama Dukung Netanyahu

Al-Quds (terjajah) – infopalestina; -PihakAS menyampaikan rasa optimisnya pada perjalanan perundingan damai di Timur Tengah dan mengumumkan akan kerjasamanya dengan pemerintah Zionis Israel yang dibentuk oleh pemimpin Partai Likud, Benyamin Netanyahu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS yang baru, Gorden Dighit mengatakan bahwa negaranya sekutu lama dan tetap bagi ‘Israel’ dan akan melakukan kerjasama dengan pemerintahan Zionis Israel mendatang dalam hubungan bilateral serta masalah-masalah regional Timur Tengah.

Di pihak lain, mantan dua diplomat Amerika mempresiksi Netanyahu, yang pernah memimpin pemerintahan Zionis di tahun 1996 dan 1999, akan melanjutkan pembicaraan perdamaian dengan pihak Palestina dan Suriah.

Mantan duta besar Amerika untuk Zionis Israel, Martin Andyc, dalam sebuah diskusi mengatakan bahwa Netanyahu akan melakukan pembicaraan perdamaian dengan Suriah karena sejarah politik.

Andyc, yang kini menjabat sebagai Direktur Politik Timur Tengah ‘Saban’ menyampaikan keyakinannya bahwa Netanyahu akan menggunakan taktik yang dulu ia pernah pakai di tahun 90-an. Langkah ini dilakukan dengan tujuan agar pemerintah Amerika bisa menggunakan pengaruhnya sehingga perundingan perdamaian dengan Suriah bisa terealisasi.

“Pengalaman Netanyahu di tahun 90-an menunjukkan bahwa dirinya akan mendapatkan tekanan dari pemerintah Amerika yang baru untuk bergerak pada level politik ketika persoalannya terkait pada perundingan damai dengan pihak Palestina,” tambah Andyc. (AMRais)

Pemkot Israel Usir 1500 Palestina dari Kampung Silwan di al Quds

[ 21/02/2009 – 08:13 ]

Alquds – Infopalestina: Pemerintah Kota penjajah Israel berupaya mengusir 1500 warga Palestina di al Quds dari kampung Silwan. Demikian disebutkan koran Israel Ha’aretz edisi Jum’at (20/02). Ha’aretz menyebutkan bahwa walikota Israel berhaluan ektrim kanam, Neir Baraket, bertekad mengusulkan 1500 warga Palestina di Silwan meninggalkan tempat tinggal mereka dengan sukarela dengan diberi kompensasi tanah pengganti.

Ha’aretz menambahkan, seorang anggota dewan kota Israel yang ditugasi masalah al Quds, bernama Yakir Segev, belakangan bertemu warga Silwan dan mengusulkan di depan mereka kemungkinan mereka meninggalkan rumahnya secara sukarela. Dia mengancam rumah-rumah ini akan dihancurkan karena dibangun tanpa izin.

Tetapi Segev berkata kepada “Ha’aretz” bahwa tidak ada rencana apapun untuk memberikan kompensasi penduduk Silwan. “Yang ada adalah perintah untuk pembongkaran rumah mereka. Dan kami berkewajiban melaksanakannya. Adalah gagasan kompensasi, telah diusulkan pada saat berbicara dengan penduduk.

Di sisi lain, para warga al Quds yang ikut dalam pertemuan dengan Segev, kepada “Ha’aretz” mereka mengatakan masalah central yang didiskusikan dalam pertemuan ini adalah pemberian kompensasi.

Perlu dicatat bahwa organisasi imigran Yahudi yang didukung oleh pemerintah kota penjajah sedang melakukan penggalian sangat luas yang dimediatori oleh otoritas purbakala Zionis Israel di Silwan dan berusaha untuk mengontrol sebanyak mungkin rumah-rumah Palestina di kampung tersebut.

Menurut Ha’aretz, pemerintah kota penjajah Israel berusaha mengosongkan 88 rumah dengan dalih terancam dirobohkan di daerah Bustan yang ada di timur pagar pagar kota lama di selatan masjid al Aqsha. Pasukan Israel menyebutnya dengan “Taman David”.

Warga kampung Silwan dan para aktivis organisasi HAM mengatakan usaha pemerintah kota Zionis Israel untuk mengosongkan penduduk Palestina dari rumah-rumah mereka bukanlah hal baru. Berdiri dibelakngnya organisasi imigran Yahudi “Elad” yang berusaha menguasai kampung yang bersebelahan dengan kota lama. (seto)

http://www.palestine-info.info ….. comes@infopalestina.com….. hak cipta ada pada Pusat Informasi Palestina – © 2009

Daragema: Israel Tidak Menginginkan Perdamaian
[ 21/02/2009 – 08:16 ]

R amallah – Infopalestina: Anggota Fraksi Hamas Aiman Daragema, Jum’at (20/02), di Ramallah, bertemu dengan perwakilan lembaga Carter untuk membahas sejumlah persoalan Palestina, khususya persoalan rekonsiliasi internal Palestina.

Hadir dari Carter Foundation dalam pertemuan ini Rodhermel, Timothy, Sarah Johnson dan David Carroll. Dalam pertemuan ini Daragema menegaskan bahwa “situasi internal Palestina hari ini lebih baik setelah semua percaya bahwa penjajah Israel tidak menginginkan perdamaian. Bahwa semua pertemuan yang berlangsung di masa lalu dengan penjajah Israel tidak memberikan hasil yang nyata di lapangan.

Dia berharap keberhasilan upaya rekonsiliasi internal Palestina. Sekaligus menekankan perlunya kembali menerapkan kesepaktan Kairo 2005, dengan semua rincian kesepakatan tersebut, khususnya rekonstruksi dan aktivasi Palestine Liberation Organization (PLO) dan membangun kembali dinas keamanan sesuai asas nasional.

Anggota dewan Palestina ini mengingatkan kesulitan beberapa rincian yang ada di sebagian poin-poin rekonsiliasi internal. Dia menambahkan bahwa suasana positif yang terjadi pada pertemuan terakhir antara gerakan “Hamas” dan “Fatah” memberi kabar baik dan mengisyaratkan kemungkinan mengatasi kesulitan seperti itu.

Dia menegaskan keinginan agar lembaga-lembaga internasional menunaikan kewajiban mereka terhadap Palestina, khususnya CarterCenter, agar pihak-pihak ini mengerahkan segena usahanya untuk membantu mengembalikan hak Palestina kepada pemiliknya.

Dia menegaskan, yang harus dilakukan lembaga-lembaga ini hari ini adalah bertanya kepada penjajah Israel apakah mereka mengakui hak-hak Palestina, bukan bertanya kepada orang-orang Palestina apakah mereka mengakui negera penjajah.

Di akhir pertemuan, Daragema mengucapkan terima kasih kepada delegasi CarterCenter. Da menyambut baik setiap delegasi yang datang ke tanah Palestina untuk mengetahui kebenaran di lapangan. (seto)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s