Aliran Dana Bailout Bank Century Segera Dibuka

Skandal Century terkait aliran dana sayang sekali kurang begitu gencar dikritisi oleh Pansus DPR RI dan yang paling bertanggung jawab adalah PPATK dan KPK untuk mengusut aliran dana tersebut.  Dan sayang sekali kritik itu dilontarkan justru oleh terpidana Robert Tantular yang bertanggung jawab pula  jatuhnya Bank Century akibat kalah kliring dan kasus pidana lainnya.

Baca berita terkait

Robert Tantular Ingin Aliran Dana Bailout Bank Century Segera Dibuka

Jumat, 19 Maret 2010

Penulis : Aryo Bhawono

JAKARTA–MI: Mantan pemegang saham Bank Century Robert Tantular kecewa aliran dana bailout Rp6,7 triliun tidak pernah dibuka. Menurutnya jika aliran dana ini dibuka, skandal kasus Bank Century akan terungkap.

“Saya kecewa bailout itu Rp6,7 triliun alirannya ke mana tidak pernah dibuka. Aliran ini menjelaskan penyelamatannya seperti apa,” ujarnya seusai diperiksa KPK di Gedung KPK, Jumat (19/3).

Ia mengeluhkan, seolah dana bailout sebesar Rp6,7 triliun dibebankan pada dirinya. “Jangan setengah-setengah dan jangan kambing hitamnya semuanya ke saya,” keluhnya.

Menurutnya terdapat kejanggalan dalam pengucuran Penyertaan Modal Sementara (PMS) oleh Lembaga Penjaminan Simpanan. Dia menjelaskan berdasarkan dari audit Badan Pemeriksa Keuangan kerugian Bank Century Rp5,8 triliun, tetapi yang oleh LPS diberitakan kerugian Rp7,3 triliun. “Ada selisih selisih Rp1,5 triliun, ini kemana,” tanyanya.

Robert menyatakan pansus Bank Century hingga saat ini belum membuka masalah permasalahan tersebut. Dia sendiri mengaku tidak mengetahui detail aliran dana tersebut karena sudah ditahan sejak 25 November 2008. “Mengenai aliran jelas-jelas saya tidak tahu, karena saya sudah ditahan dari 25 November 2008,” tuturnya.

Terkait Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP), Robert mengaku tak tahu menahu penggunaannya. Karena pengajuan FPJP dilakukan oleh direksi. “Setahu saya, awal Oktober 2008 itu direksi sudah meminta bantuan likuiditas ke Bank Indonesia,” akunya.

Pada pertengahan Oktober 2008, ia dipaksa oleh Pengawas Bank Indonesia untuk menandatangani Letter of Commitmen. “Dengan dasar inilah saya kemudian ditangkap oleh kepolisian,” jelasnya.

Robert diperiksa KPK sejak Pukul 11.00 WIB. Ia diantar oleh Petugas Kejaksaan Agung. Ia diperiksa penyelidik KPK sekitar sembilan jam hingga pukul 20.00 WIB. Robert berbaju batik lengan panjang dengan warna coklat tua.

Ia mengaku ditanya terkait dana US$18 juta milik Boedi Sampoerna di Bank Century. “Ya ini oleh KPK dilakukan pendalaman kalau ini memang pinjaman kenapa dibayar oleh Bank Mutiara dengan dana dari LPS US$18 juta itu kepada Pak Boedi Sampoerna. Ya itu baru sampai di sana,” akunya.

Juru Bicara KPK, Johan Budi, menyatakan pemeriksaan ini terkait penggunaan dana di Bank Century. “Memang pemeriksaan tentang penggunaan dana di Bank Century, tapi detailnya saya tidak mengetahui, itu substansi penyelidikan,” jelasnya. (AO/OL-03)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/03/130454/16/1/Robert-Tantular-Ingin-Aliran-Dana-Bailout-Bank-Century-Segera-Dibuka

3 responses

  1. Its good post.. thanks

    Rabu, Mei 26, 2010 pukul 11:42 am

  2. makasi udah berbagi infonya ya,..berita yang bagus nihhhhh

    Senin, April 19, 2010 pukul 4:52 pm

  3. Rizky

    amat indah subhanallah kuasa Allah….

    Selasa, Maret 30, 2010 pukul 8:45 pm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s