Data Hari Ini

Berita kemarin aktivis buruh Surabaya melakukan aksi di Jakarta dengan pagelaran reog Ponorogo menolak privatisasi di BUMN dan pemerintah hendaknya menghidupkan kembali serikat buruh di BUMN. Berita lainnya ICW mengingatkan untuk mewaspadai politik uang, BPS menerima untuk memperbaiki data kemiskinan, bunga utang di APBN masih sangat tinggi 110,3 triliun. Kita masih harus berupaya keras ditengah keputus asaan dan komitmen yang kuat dalam hal politik luarnegeri untuk menghapuskan hutang luar negeri seperti halnya Brasil dan Philipina agar tidak terdapat kendala menjadi negara yang maju dimasa datang.

Berita terkait

http://www.ekon.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=252&Itemid=1

http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/19/20/137973/bunga-utang-tembus-rp100-triliun

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/20/Utama/ut04.htm

http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=19361

http://www.detikfinance.com/read/2008/08/20/115530/991417/4/bunga-utang-makin-bebani-apbn

http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MjQ0NDc=

Rabu, 20 Agustus 2008 09:03 WIB
Pembayaran Bunga Utang Bakal Bebani Ekonomi 2009
JAKARTA–MI: Pembayaran bunga utang pemerintah yang diproyeksi mencapai Rp109,3 triliun pada 2009 dipastikan akan membebani situasi ekonomi tahun depan mengingat situasi pasar keuangan yang belum dipastikan akan membaik, serta kinerja ekspor yang diperkirakan menurun seiring penurunan harga komoditas.

“Sekarang, itu masih bisa diimbangi di pasar modal, tapi apa yang akan terjadi kalau pasar modal kehabisan tenaga. Maka yang perlu dipikirkan adalah bagaimana pemerintah mengimbangi ini dengan berbagai cara, misalnya ekspor. Tapi kemudian, harga komoditas sudah mulai turun, dan saya belum melihat ada kenaikan volume ekspor yang signifikan,” kata ekonom Institute for Development of Economy and Finance (Indef) Aviliani di Jakarta, Rabu (20/8).

Ia juga menyoroti pembayaran bunga utang pemerintah yang terus melonjak setiap tahunnya, bahkan dari penarikan utang baru, sebagaimana keinginan pemerintah menurunkan rasio utang.

Aliran modal keluar (capital outflow) untuk pembayaran utang setiap tahun rata-rata mencapai Rp70 triliun, sedangkan penarikan utang baru hanya mencapai Rp30 triliun, yang berarti terdapat cashflow negatif sekitar
Rp40 triliun.

Menurut Aviliani, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada pelemahan nilai tukar, kecuali ada upaya penarikan aliran modal masuk secara efektif.

“Sekarang pemerintah berusaha dengan SUN dan ORI untuk menahan nilai tukar. Artinya kita masih rentan,” ujarnya. Sementara itu, kinerja ekspor yang diharapkan menopang pembayaran utang mulai menunjukan pelemahan dengan terus menurunnya harga komoditas, sedangkan kenaikan volume ekspor belum menunjukan perubahan secara signifikan.

“Karena ekspansi 2-3 tahun ini baru berhasil 2-3 tahun lagi sehingga memang dengan menurunnya harga kita akan punya masalah dengan ekspor. Mungkin tumbuh, tapi tidak sebagus ketika 6 bulan kemarin karena harga mulai turun,” ujarnya.

Dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009, pemerintah memproyeksikan pembayaran bunga utang sebesar Rp109,3 triliun atau 2,1 persen terhadap PDB.

Hal itu mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan 2009 dari utang neto sebesar Rp81,1 triliun dan kondisi struktur portofolio utang saat ini. Dari pembayaran bunga utang sebesar itu, sekitar 70 persen atau Rp76 triliun digunakan untuk membiayai pembayaran bunga utang dalam negeri dan sekitar 30 persen atau Rp33,3 triliun digunakan untuk membiayai bunga utang luar negeri.

Tingginya kebutuhan pembayaran bunga utang dalam negeri 2009 karena pemerintah akan melunasi kewajiban terhadap bunga surat utang berseri SU-002, SU-004, dan SU-007 yang sempat ditunda pembayarannya pada tahun 2008 sebesar Rp1,9 triliun.

Di samping itu, peningkatan kebutuhan pembayaran bunga utang dalam negeri juga terjadi karena tingginya jumlah penerbitan obligasi negara pada 2008, padahal kupon yang harus diberikan cukup tinggi mengingat kondisi pasar keuangan yang belum stabil. (Ant/OL-2)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s