Mbah Surip Telah Tiada

imagesMbah Surip Telah Tiada

Sekali Berarti Sudah Itu Mati

Teguh Iman Prasetya

Kata-kata terkenal dari penyair Chaerul Anwar itu terasa sekali bergema di Indonesia dengan kepergiannya Mbah Surip setelah menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 60 tahun tanggal 04 Agustus 2009 jam 10.30 WIB. Publik terhenyak kaget tak percaya dengan kepergian penyanyi nyentrik berambut gimbal Rastafarian bak Bob Marley dengan lagu Tak Gendong yang menjadi top hits kegemaran public segala usia tersebut. Penyanyi nyentrik beraliran reggae tersebut melejit bak meteor sukses pada saat usia senja.

Fenomenal barangkali inilah perjalanan hidup Mbah Surip diakhir menjelang wafat yang hanya 3 bulan, dikenal dan disukai public serta berada dipuncak karir sukses setelah puluhan tahun menggelandang menjadi penyanyi jalanan di wilayah Ancol, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki.

Kepergiaannya yang mendadak tersebut diduga akibat kelelahan dan komplikasi lambungnya kembali kumat ketika beristirahat bersama anaknya di rumah pelawak Mamiek pada jam 4 sore tanggal 3 Agustus 2009.

Penyanyi Nyentrik Reggea, Gaya Hidup, dan Soal Menjiplak

Mbah Surip muncul dengan lagu Tak Gendong yang diciptakan pada tahun 1983 ketika bekerja di pengeboran minyak di AS dengan lirik nakal dan sederhana mudah diingat. Lagu tersebut menyentak publik dengan gayanya yang unik, dan langsung menempati posisi papan atas lagu yang digemari. Barangkali di Indonesia untuk lirik nakal, sederhana dan berbeda dengan musisi lainnya hanya 3 orang atau band saja yang melesat dijajaran papan atas, yaitu Kuburan, The Changcuter, dan Mbah Surip.

Lagu Tak Gendong meraup keuntungan yang sangat besar menghasilkan 9 milyard rupiah pada nada sambung pribadi atau RBT (Ring Back Tone). Dan si mbah seharusnya mendapatkan laba bagi hasil usaha sekitar 4,5 milyard.

Dipuncak sukses dengan lagu tersebut, tak urung membuat ada pihak yang mempersoalkan lirik lagu tersebut yang merupakan hasil menjiplak dari lagu Raunchy” yang dipopulerkan oleh Bill Justis. Kabar ini memang baru beredar di sejumlah blog dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Raunchy” diciptakan pada tahun 1957. Kesamaan lagu Mbah Surip dan lagu barat tersebut terletak pada penekanan syair. Pada lagu “Tak Gendong”, syair yang jelas dan enak kedengaran hanya pada bagian “Tak gendong kemana-mana” begitu juga dengan lagu asing di atas, bagian yang jelas dan ditekankan hanya pada bagian tersebut. Selain itu, Jumlah pengulangan bait “tak gendong kemana-mana” pada lagu “Tak Gendong” adalah sebanyak 5 kali dan sama pada lagu “Raunchy”.

Lagu “Raunchy” merupakan hits instrumental Rock and Roll yang diciptakan di Amerika pada tahun 1957 oleh Bill Justis dan band-nya di Memphis, Tennessee, dan co-writer Justis dan Sid Manker. Setelah dirilis dalam Philips International Records, lagu ini langsung menempati peringkat ke-2 pop terbaik dan peringkat ke-1 R&B terbaik di Amerika Serikat. Selanjutnya banyak penyanyi baik solo maupun band yang menyanyikan ulang lagu ini dengan instrumen arrangement yang berbeda seperti Billy Vaughn (video diatas) dan Ernie Freeman hingga George Harrison.

( http://www.rileks.com/entertainment/music/onfire/25850-mbah-surip-jiplak-lagu.html )

Kenyataannya dalam hal karya cipta, si mbah Surip sangat berkarakter dengan liriknya yang sangat kuat ketimbang nada yang terdengar, begitu produktif sukses mencetak gol menciptakan hampir 200 lagu, kita berharap hanya faktor kebetulan saja memiliki kesamaan.

Album yang dikeluarkannya adalah Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004). Hal ini diakui oleh Anto Baret sahabat karibnya dan Ketua Pengamen Bulungan (5 Agustus 2009, dalam acara begadang Trans TV), bahkan pernah terlihat sekali waktu sambil merem mengarang banyak lagu. Mbah Surip dikenal sebagai bagian dari keluarga besar komunitas pengamen Bulungan dan sangat dekat dengan banyak kalangan. Fenomena Mbah Surip yang sukses ini juga telah menjadi spirit motivasi bagi kaum pengamen berkarir dan berkarya.

Begitupula fenomena jalan terang menjadi milyuner melalui sukses para penyanyi termasuk si mbah dengan nada sambung ponsel RBT, diluar penjualan kaset cd/vcd dan undangan manggung diberbagai tempat.

Lagu keduanya sekarang yaitu “ Bangun Tidur “ kembali disukai public, semoga ini tak dituding kembali hasil menjiplak. Si mbah pantas mendapatkan hasil dari kerja kerasnya selama ini, setidaknya sukses beramal menghibur masyarakat yang sedang susah dengan gayanya yang nyentrik, kental dengan idiom jawa yang medok dan lucu, serta mengenalkan musik reggae dibanyak kalangan. Sama halnya dengan musik dangdut yang dahulu dicibir banyak orang sebagai musik orang bawah, ternyata diam-diam mengalir dan sukses dikalangan menengah ke atas.

Gaya hidup (life style) adalah cermin dari kepribadian seseorang. Si mbah berjiwa sederhana dan merdeka sebagai orang bebas. Latar belakang sebagai pengamen jalanan yang hidup tak teratur dan menikmati sebagai orang bebas serta menghadapi hidup dengan tertawa ini telah memikat hati public dengan semangat kemanusiannya dan sangat jenaka,. “I Love You Full “ sambil tertawa lepas, “Ha…ha ….ha…, “ ini langsung menjadi trendsetter ikon dan idiom si mbah yang ditiru banyak orang.

Membedah lagu reggae aslinya tak lepas dari 3 hal, rasta, reggae, dan revolusi. Tetapi si mbah mungkin tak mengerti dengan filosofi tersebut, terbukti ketika di wawancarai oleh Kompas, tak tau lagunya adalah beraliran reggae. Kebebasan ekspresi, kebebasan berfikir, dan nakal menghibur adalah bagian dari hidup dan penampilan si mbah.

Dialektika dan Oposisi Biner Takdir

Nuansa haru dan duka bercampur rasa gembira ditengah kematian si mbah yang terkenal dikediaman budayawan WS. Rendra, di Citayam Depok. Oposisi biner takdir yang tak dapat dielakan oleh manusia, kematian sekaligus pernikahan putrinya secara bersamaan di langsungkan dikediaman budayawan WS. Rendra.

Oposisi biner pada ranah kajian budaya Post Modernisme dan Post Strukturalis adalah posisi yang saling berlawanan tetapi keduanya memiliki garis simetris yang sama dengan posisi lawannya. Contohnya dimasa lalu adalah Osama Bin Laden, Israel dan George W Bush ketika ketiganya sama bersitegang dan mengklaim pemilik kebenaran, namun sangat stigmatis, halalkan segala cara, dan mengeneralisir, ketiganya adalah sama-sama teroris bagi kemanusiaan.

Pada dialektika dan oposisi biner kehidupan ini dikenal dengan yang namanya takdir, kelahiran, kematian dan pernikahan, serta rejeki. Kesemuanya datang dari Allah SWT. Apa yang disaksikan public pada layar kaca televisi prosesi pemakaman si mbah dan pernikahan putrinya adalah oposisi biner takdir. Pemandangan langka, haru biru bercampur rasa suka cita.

Selamat jalan Mbah Surip semoga amal ibadah anda di terima di hadirat Allah SWT.


Biografi Singkat

Nama asli : Urip Ariyanto

Alias : Mbah Surip

Kelahiran : Mojokerto, Jawa Timur 5 Mei 1949

Gelar / title : Drs, Ir dan MBA

Riwayat Pekerjaan : Engineer di pengeboran minyak, tambang berlian, tambang emas

Makanan Favorit : Perkedel kentang

Minuman favorit : Kopi Hitam

Mbah surip pernah kerja di Kanada, Texas, Yordania dan California

karena nasibnya kurang begitu baik, mbah surip ke jakarta dan bergabung ke kelompok seni Teguh Karya, Aquila , Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki

album2nya Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004

Sumber : You Tube

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s