Haru Biru

Di malam yang sunyi senyap sambil mengetik dan download data saat ini mendengar lagu Genjer-Genjer yang dibawakan Lilis Suryani, ketika itu masih menjadi penyanyi remaja tahun 60-an yang dikenal sebagai penyanyi rakyat hingga pada masa orde baru (ingat lagu Gang Kelinci yang juga terkenal, seringkali dibawakan oleh Titik Puspa).Lagu itu telah menjadi spirit dan motivasi untuk melakukan makar yang gagal dimasa lalu.

Suaranya yang syahdu, merdu, dan syairnya yang sangat menggetarkan dinding hati membuat bulu romaku merinding dan termenung. Sedih,.. dan haru biru.

Iklan

One response

  1. Anonim

    …Lagu itu telah menjadi spirit dan motivasi untuk melakukan makar yang gagal dimasa lalu….

    Apakah gerakan makar itu memang terbukti?
    Apakah memang sebuah lagu yang bernilai seni
    serta di apresiasi banyak orang pada waktu itu
    menjadi lagu yg “menakutkan” karena menyangkut
    partai terlarang?
    Hingga sekarang pun sejarah belum bisa membuktikan kebenaran hal tersebut.
    Penguasa pada masa itu ternyata melakukan POLITISIR terhadap banyak hal bahkan hingga ke ruang seni untuk menjalankan kekuasaan dan melakukan propaganda yang tidak jelas juntrungannya berisi fitnah atau fakta.
    Hingga kemudian byk tafsiran ataupun sebuah analisa yang bersifat menyudutkan tetapi tanpa dasar yang jelas.

    Yang tragis adalah adanya pembantaian massal besar-besaran terhadap kurang lebih duajuta orang yang dituduh organisasi terlarang.
    Belum lagi yang diperkosa, dirampas hak-haknya, dipenjara tanpa proses peradilan.
    Kemudian pihak keluarga tertuduh harus menanggung stigma buruk keturunan/keluarga partai terlarang.
    ……………………………..

    Sabtu, Maret 21, 2009 pukul 10:17 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s