Belanja negara tembus Rp1.122,2 triliun

Belanja negara tembus Rp1.122,2 triliun
Jumat, 15 Agustus 08

Jakarta, Koran Internet: Berdasarkan kerangka ekonomi makro tahun 2009 serta sejalan dengan RKP tahun 2009, pemerintah mengajukan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2009, sebagai berikut pendapatan negara dan hibah direncanakan Rp 1.022,6 triliun, atau meningkat Rp 127,6 triliun (14,3 persen) dari APBN-P tahun 2008.
Belanja negara mencapai Rp 1.122,2 triliun, atau naik Rp 132,7 triliun (13,4 persen) dari APBN-P 2008. “Dengan demikian, defisit anggaran dalam tahun 2009, diharapkan mencapai Rp 99,6 triliun (1,9 persen PDB),”kata Presiden Susilo Bambang Yudhyono di depan Rapat Paripurna DPR-RI di Jakarta, Jumat

Menurut Presiden, dengan besaran RAPBN tahun 2009 seperti itu, maka untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, pendapatan negara serta belanja negara dapat mencapai angka di atas Rp1.000 triliun. Hal ini, tambah Presiden menunjukkan, semakin jauh meningkatnya volume APBN bila dibandingkan di tahun 2005 yang masih sekitar Rp 500 triliun. Ini juga menunjukan semakin pentingnya APBN dalam perekonomian dan pembangunan nasional.

Khusus untuk pembangunan perdesaan dianggarkan sebesar Rp17,0 triliun. Sasaran yang hendak dicapai adalah; pertama, penurunan angka kemiskinan menuju ke angka 12-14 persen; Kedua, peningkatan partisipasi jenjang pendidikan dasar hingga tingkat pendidikan tinggi; Ketiga, peningkatan cakupan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu secara cuma-cuma di kelas III Rumah Sakit, dan pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di Puskesmas; dan Keempat, peningkatan aksesibilitas pelayanan transportasi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam rangka mencapai sasaran percepatan pertumbuhan dan memperkuat daya tahan ekonomi, yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur, dan energi, Pemerintah mengusulkan alokasi anggaran Rp 77,7 triliun.

Anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung pembiayaan bagi berbagai kegiatan yang menunjang pertumbuhan ekonomi sebesar Rp 37,2 triliun, menjaga stabilisasi ekonomi sebesar Rp 978,2 miliar, serta melaksanakan pembangunan infrastruktur dan energi sebesar Rp 39,5 triliun. Sasaran yang hendak dicapai adalah tingkat pertumbuhan investasi sebesar 12,1 persen dan pertumbuhan ekspor non-migas sekitar 13,5 persen.

Dari sisi produksi, sasaran yang akan dicapai pada tahun 2009 adalah pertumbuhan sektor pertanian sebesar 3,7 persen, dan industri pengolahan nonmigas sebesar 6 persen. Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka diharapkan dapat diturunkan menuju angka 7-8 persen dari angkatan kerja. Selanjutnya, guna mendukung upaya anti korupsi, reformasi birokrasi, serta penyelenggaraan Pemilu 2009 secara jujur, adil, dan aman, Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 16,7 triliun.(Ken/berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s