Buku Paket VS Buku Elektronik

Biaya Pembelian Buku Paket Beratkan Orangtua

Serang, Kompas- Meski pemerintah telah memberlakukan buku sekolah elektronik, sebagian besar sekolah negeri maupun swasta di Provinsi Banten tetap menggunakan buku paket yang harus dibeli di sekolah maupun toko buku yang ditunjuk. Para orangtua siswa merasa keberatan, karena harganya mencapai ratusan ribu rupiah.

Berdasarkan pantauan, Rabu (23/7), biaya pembelian buku pelajaran yang harus dikeluarkan para orangtua siswa berkisar antara Rp 100.000-Rp 500.000. Diantaranya, para orangtua siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Koalisi Serang.

Para orangtua siswa kelas satu, harus mengeluarkan uang sekitar Rp 350.000 untuk membeli satu paket berisi sepuluh buku di sebuah toko buku yang sudah ditunjuk pihak sekolah. Begitu pula orangtua siswa kelas tiga, harus membeli buku paket seharga Rp 380.000.

Mereka mengeluhkan mahalnya harga buku di toko yang ditunjuk, karena di toko lain harga buku paket dengan pengarang dan penerbit yang sama relatif lebih murah. Untuk sepuluh buku paket, harganya hanya berkisar antara Rp 180.000-Rp 220.000.

“Sebagai orangtua wajar kalau mencari buku yang harganya lebih murah, tapi pihak sekolah memberi rujukan harus beli di salah toko buku yang sebenarnya harganya lebih mahal. Bagi kami itu sangat memberatkan,” ujar Nunung, salah seorang walimurid.

Mahalnya harga buku paket juga dikeluhkan Nunung, seorang walimurid di SDN Blok I Cilegon. Meski tak lagi mengeluarkan biaya daftar ulang dan sumbangan pembangunan, dia tetap harus mengeluarkan biaya buku paket Rp 300.000.

Keluhan juga dilontarkan Dian, walimurid SMPN 2 Cilegon yang harus mengeluarkan uang Rp 400.000 untuk membeli buku paket. Ia menceritakan, walimurid merasa keberatan karena pembayaran uang buku kepada pihak sekolah tidak bisa dicicil lagi.

Tak Tahu BSE

Sementara secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Serang A Zubaidillah mengatakan, sekolah dilarang menjual buku kepada siswa. Selain itu, sekolah juga dilarang menunjuk toko buku tertentu sebagai tempat siswa membeli buku.

“Yang penting guru memberikan referensi buku seperti apa yang akan dijadikan acuan dalam belajar-mengajar. Soal bagaimana cara mendapatkannya itu diserahkan pada masing-masing siswa. Mereka harus dibebaskan membeli dimana saja,” katanya.

Sebagian sekolah di Banten masih mewajibkan siswa membeli buku paket, karena belum mengetahui adanya buku sekolah elektronik (BSE) Departemen Pendidikan Nasional yang bisa diambil secara gratis melalui internet. “Buku BSE, program apa ya? Kami belum tahu. Sekarang kami masih menggunakan buku paket biasa,” ujar M Jasir, Kepala SDN Koalisi Serang yang merupakan rintisan sekolah bertaraf Internasional. (NTA-Harian Kompas)

Iklan

3 pemikiran pada “Buku Paket VS Buku Elektronik

  1. BSE bagus,tp sayang mestinya hanya dpakai sbg alternative media belajar bukan pengganti buku paket. Kalo sbg pengganti bk pkt semua kelas di semua sekolah di indonesia harus connect internet setiap saat. Bila sudah di download , tentu bukan jadi buku elektronik, tp bk manual berupa KERTAS ……………………………………………………………………………………Lho,,,bisa untuk kipas-kipas… Adem bener,… Hargh..

    Apalagi kalo g punya uang untuk download…

    Mahalll…

    +

    Thanx

  2. widi

    ini sebetulnya jadi sejarah baru. Saat dunia pendidikan semakin menjadi adaftif sama teknologi, dalam jangka panjang akan lebih memudahkan semua.

    Penerapan teknologi ini, memang akan ‘mahal’ saat mimitinya. Setelah jalan mah, bisa jauh lebih menghemat.
    Contoh; untuk mendukung program e-book itu, memang harus didukung infrastruktur yang mahal. Taroh lah, beli komputer, flashdisk dan lain-lain, dijumlah jamleh, dapet angka Rp5juta. mahal memang…

    tapi tahun berikutnya, gak usah beli buku lagi, karena sudah bisa diunduh dari internet, jadinya cuman butuh ke warnet berbekal flashdisk. murah, kan….

    Memang, baiknya kita gak usah terlalu berharap, penerapan program ini bisa langsung dirasakan seluruh pihak. Pelan-pelan saja…bersamaan dengan tumbuhnya infrastruktur IT di Indonesia….

    Kayaknya kita gak usah apriori sama program pemerintah, yang ini, yah….

    salam…

  3. aduh mahalnya buku2 sekarang. buku juga jadi ladang bisnis pihak sekolah. buku kelas 1 SD yang ada ini budi itu wati udah gak kepake lagi ya :D.
    bagus juga ya kalau bisa download e-book dr internet. masalahnya apa internet sudah menjangkau sekolah2 di Indonesia? mungkin saya agak ketinggalan, tapi sedikit terkejut ketika keponakan saya yang masih SMA udah bisa chatting ma saya. Ternyata di Pandeglang juga udah ada internet. Waktu saya pulang 2 tahun yang lalu, mampir ke warnet internetnya lemot banget. Untuk browsing aja ngabisin waktu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s