Gempa Banten

Berita duka  gempa tak ada henti-hentinya, setelah gempa di Jawa-Barat dan Sumatera Barat, Banten mendapat giliran. Gempa di daerah Ujung Kulon telah merontokan puluhan rumah hingga Tasikmalaya. Getaran gempa juga terasa hingga Gunung Krakatau dan sekitar Selat Sunda.

Baca berita terkait.

Getaran Gempa Terasa Hingga Krakatau

Di Krakatau gempa utama tercatat memiliki durasi 601 detik. Gempa terasa kuat.
Gempa di Ujung Kulon, Banten berkekuatan 6,4 SR

Sedangkan, Badan Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS) menyebutkan gempa sebesar 6,5 skala Richter dengan kedalaman 55,6 kilometer di Selat Sunda.

Soal penyebab, menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi menurut USGS (53 km), diperkirakan gempa bumi ini berasosiasi dengan zona subduksi Sunda, dimana kedalaman zona Benioff di sumber gempa memiliki kedalaman 50-55 km.

Gempa bumi kemarin petang terasa kuat guncangannya di Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau Pasauran, Banten.

Menurut hasil rekaman seismometer di Pos Gunungapi Krakatau di Pasauran, gempa utama jam 16.53.06 WIB memiliki durasi 601 detik, dengan amplitudo maksimum 70 mm dan gempa susulan pukul 17.01.24 memiliki durasi 171 detik dengan amplitudo maksimum 69 mm.

Sementara, di pos Pos Pengamatan Gunung Gede getaran gempa juga terasa dan tercatat dalam durasi 300 detik. Gempa juga terasa di beberapa kota yakni Ujung Kulon, Cilegon, Banten, Jakarta, Sukabumi, Cisarua, dan Depok.

Badan Geologi mencatat banyaknya gempa yang terjadi diakibatkan kondisi geografi Indonesia berada dalam pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar yang aktif bergerak dimana setiap pergerakan lempeng berpotensi mengakibatkan gempa bumi.

Tataan geologi wilayah Indonesia saat ini terjadi sebagai akibat interaksi 3 lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Samudra Pasifik yang bergerak ke arah barat – barat laut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun, Lempeng Samudra India – Benua Australia (Indo-Australia) yang bergerak ke utara – timur laut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, serta Lempeng Benua Eurasia yang relatif diam, namun resultante sistem kinematiknya menunjukkan gerakan ke arah baratdaya dengan kecepatan mencapai 13 cm per tahun.

Hasil interaksi lempeng-lempeng tersebut menyebabkan terjadinya berbagai peristiwa geologi, salah satunya kegiatan magmatik dan terbentuknya zona-zona kegempaan dengan intensitas tinggi.

Selain dikarenakan pergerakan antar lempeng, terjadinya gempa juga berkaitan dengan keberadaan sesar aktif yang membentang di beberapa wilayah, di antaranya sesar Sumatera, sesar Palu, sesar di Papua, atau sesar yang lebih kecil seperti sesar Cimandiri, Jawa Barat.

http://nasional.vivanews.com/news/read/97797-getaran_gempa_terasa_hingga_krakatau

Gempa Ujung Kulon Sudah Diprediksi

Jum’at, 16 Oktober 2009

Hariyanto Kurniawan – Okezone

JAKARTA – Goncangan gempa berkekuatan 6,4 skala Ritcher, yang sekira satu jam lalu terjadi, sudah diperkirakan oleh salah satu situs yang membahas mengenai kemungkinan-kemungkinan gempat di beberapa waktu mendatang.

Situs yang bernama http://www.nextearthquake.com, Jumat (16/10/2009) , secara jelas menyebutkan gempa kemungkinan akan terjadi di kawasan Selat Sunda, termasuk Sumatera bagian selatan.

Selain kawasan yang akan terkena gempa, situs ini menyebutkan, gempa bakal terjadi sekira tanggal 14 Oktober, atau tiga hari sebelum atau sesudah tanggal tersebut.

Kemudian memperkirakan kekuatan gempa sebesar 3,5 hingga 5,5 SR, dengan tingkat akurasi ketepatan 94 persen.

Perkiraan yang dibuat situs ini berdasarkan observasi pada 8 Oktober lalu, di suatu lokasi yang jaraknya 100 Km dari Banjaran, Jawa Barat.(hri)(mbs)

http://news.okezone.com/read/2009/10/16/337/266435/gempa-ujung-kulon-sudah-diprediksi

Puluhan Rumah di Bogor Rusak Akibat Gempa Banten

Sabtu, 17 Oktober 2009 – 17:06 wib

BOGOR – Gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang berpusat di Ujung Kulon, Banten, Jumat sore kemarin, ternyata ikut merusak puluhan rumah dan tempat ibadah di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Seperti terlihat di Kampung Ciputih, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10/2009). Tembok-tembok rumah warga retak, bahkan beberapa di antaranya miring akibat guncangan gempa.

Ironisnya, puluhan warga yang rumahnya rusak akibat gempa Tasikmalaya, diperparah dengan guncangan gempa Ujung Kulon kemarin, hingga kini masih belum menerima bantuan pemerintah. Meskipun, beberapa warga mengaku sudah menyampaikan pengajuan kerusakan rumah mereka.

Dari data yang dihimpun, di Kampung Ciputih, terdapat 30 rumah yang mengalami kerusakan, berat dan ringan. Sementara jumah total kerusakan bangunan di Kecamatan Sukajaya, hingga hari ini belum terdata, karena tim dari Pemda Kabupaten Bogor, baru akan datang sore ini.

Warga berharap pemerintah segera merelokasi rumah warga, mengingat daerah tersebut juga rawan longsor.(Endang Gunawan/Global/ded)

http://news.okezone.com/read/2009/10/17/337/266580/puluhan-rumah-di-bogor-rusak-akibat-gempa-banten

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s