ICP Anjlok 46 dollar AS

ICP Sudah Anjlok ke 46,23 Dollar AS

KOMPAS/RIZA FATHONI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro (kanan) dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari H Soemarno mengamati proses pengisian bahan bakar biosolar ke tangki truk di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta, Selasa (11/11). Biosolar itu untuk kebutuhan stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU). Pertamina meluncurkan biosolar untuk industri dan memperluas pemasaran bahan bakar nabati di SPBU. 

Artikel Terkait:

Selasa, 2 Desember 2008 |

JAKARTA, SELASA – Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) pada 2 Desember 2008 anjlok ke harga 46,23 dollar AS per barrel.
    
Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Legowo sebelum rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa (2/12) mengatakan, sehari sebelumnya, harga ICP masih 49 dollar AS per barrel. “Namun, hari ini turun jadi 46,23 dollar AS per barrel,” katanya.

Sedangkan rata-rata ICP antara Januari sampai 2 Desember 2008 mencapai 97,45 dollar AS per barrel. Serta rata-rata ICP antara Desember 2007 sampai Nopember 2008  mencapai sebesar 101,31 dollar AS per barrel. 

Sebelumnya, mulai 1 Desember kemarin, Pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2008  tertanggal 28 Nopember 2008 memutuskan untuk menurunkan harga premium bersubsidi dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter. Sedang, harga solar dan minyak tanah bersubsidi diputuskan tetap masing-masing Rp 5.500 dan Rp 2.500 per liter.
    
Perubahan harga premium bersubsidi tersebut terkait dengan penurunan harga minyak mentah di pasar dunia. Harga minyak mentah dunia terus merosot dari posisi 147 dollar AS per barrel pada pertengahan Juli 2008 dan kini sudah berada di level 50 dollar AS per barrel.
    
Namun, meski mengikuti harga minyak dunia, harga jual eceran premium bersubsidi ditetapkan paling tinggi Rp 6.000 per liter.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/02/11171730/icp.sudah.anjlok.ke.4623.dollar.as

 

 

Iklan