Keris Berdiri dan Tarian Perang Ronggolawe

keris-ronggo-1.jpg

Keris Ronggolawe

Keris berdiri luk 3 panjang 35 cm, bahan meteor. Dhapur Kyai Brojol pijitan tangan pada besi dan meteor panas sama dengan Kyai Betok. Tangguh Kerajaan Jenggala Abad 11 Masehi bukan Majapahit,  Jaman Madya Kuno, hasil karya Mpu Sutapasana, lainnya bisa dilihat pada sumber Wikipedia soal Keris.  Keris berkhodam kelas atas dengan nama Ronggolawe, ajeg berdiri dan menari tarian perang.

Saya dapatkan dari Kp. Tongleng, Cisait, Kragilan, Kab. SerangBanten dan legendaris sudah dikenal masyarakat. Metamorfosa dan adaptasi di Banten menari dengan musik patingtung dan kendang penca. Gambar film agak remang disebabkan pengaruh khodamnya yang sedang mentas, tak ada rekayasa dan sudah banyak warga lainnya melakukan pengambilan gambar dengan hp dan handy camp jika sdg mentas, keris sudah sering dicoba pemilik lamanya.  Jika dikaitkan fakta sejarah antara Ronggolawe Panglima Perang Majapahit 1295 m dengan  Kerajaan Jenggala (Sejarah Jenggala-Wikipedia) abad 1042-1130 dengan Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Ranggalawe (Kisah Ronggalawe-Wikipedia) mungkin saja ada rentang masa sejarah yang tak berjauhan antara 11 m dan 1295 m jika benar hasil ensiklopedia keris dan sejarah ronggolawe.  Soal fakta sejarah Panglima Perang Ronggalawe  dan nama khodam Ronggolawe, Wallahu’alam Bishawab, saya hanya bedah dari ensiklopedia keris Kyai Brojol dari Jenggala.

Lanjutkan membaca “Keris Berdiri dan Tarian Perang Ronggolawe”

Iklan

Keris Kyai Brojol Ronggolawe dan Kyai Sengkelat Ki Mas Jong

Duet Berdiri

Sejarah Singkat Keris Kyai Brojol dan Keris Sengkelat

Benda pertama jenis keris yang saya peroleh dari seorang kawan, Keris Kyai Sengkelat dari Ki Mas Jong tak kurang dari setahun yang lalu sejak hilang dari dunia internet. Sedangkan Keris  Kyai Brojol Khodam Ronggolawe sekira 4 bulan yang lalu dari daerah Kragilan Banten. Kedua keris sudah berjodoh dan takdir ditangan saya dan dengan proses ijab kabul tradisional dan mahar seikhlasnya.

Lanjutkan membaca “Keris Kyai Brojol Ronggolawe dan Kyai Sengkelat Ki Mas Jong”