City Tour, Museum Warga dan Galeri Benda Antik

Proyek riset saya sekarang sebagai orang  Banten nampaknya harus segera memetakan jalur peta City Tour, Museum Warga, dan Galeri Benda Antik milik warga masyarakat. City Tour jalur naga soal Museum Warga hak milik warga yang tidak bisa dimaharkan, benda warisan keluarga, benda amanah, dan lainnya, sedangkan  galeri benda antik hasil benda warisan keluarga, barter jual beli, hasil penarikan yang tidak melanggar UU BCB, dan lainnya.  Sejak 2011 saya fikir sudah banyak yang diarsipkan, minimal untuk Kota /Kabupaten Serang. Sedangkan Kota dan Kabupaten lainnya di sekitar Banten lainnya, masih belum banyak diarsipkan, kendala soal biaya dan lainnya.

Proposal yang sudah selesai hanya untuk Kota/ kab. Serang yang sudah saya hafal benar data dan lokasinya.  Sedangkan kota dan kabupaten lainnya sebenarnya banyak juga yang sudah ada datanya, misalnya museum warga, galeri benda antik dan harta amanah di daerah Tangerang Balaraja, lebak., Pandeglang, dan lainnya. Kebanyakan yang saya lihat hanya galeri benda  antik komersil yang  memaharkan benda sejarah, berkhodam, dan alami.

Yang terasa baru hanya museum warga sebagai wacana tanding museum pemerintah dan idealnya sinergis dengan pihak yang bisa diajak kerjasama dalam hal membuat jalur kota wisata/city tour, tepatnya dinas pariwisata dan dinas lainnya untuk pemeliharaan dan perawatan. Sedangkan galeri benda antic yang komersil  saya lihat sudah banyak daerah di Indonesia memiliki banyak hal yang dipamerkan.

Kekecewaan saya dengan skenario pemerintah banten sekarang mungkin ada  soal museum nasional banten yang rencananya berada di KP3B.  Saya kira kurang pas jauh dari pusat kota dan tradisi lama. Saya fikir yang paling pas di jantung alun-alun kota serang, tepatnya di rumah dinas gubernur banten sekarang yang bekas kantor gubernur dan karesidenan sejak jaman belanda, merangkap gedung negara. Soal sketsa planning saya sudah merancang sejak tahun 2007 dan pernah ramai di facebook   dengan diorama yang saya ambil dari istana bogor.

Kekecewaan lainnya saya melihat kurangnya perhatian dari pemerintah soal museum warga padahal banyak cerita lama dan pameran bendanya yang merupakan bagian dari kisah sejarah masa silam.  Menariknya tanpa pemerintah peduli, museum warga memiliki komunitas dan jaringannya sendiri di nusantara bahkan hingga keluar negeri, selain para sesepuh banten yang seringkali tampil hadir dan bermusyawarah. Pewarisan budaya atau enkulturasi bagi generasi muda dengan hadirnya museum warga menjadikan apresiasi sejarah dan benda hasil karya kakek moyang kita saya kira menjadi bermakna ditengah hiruk pikuknya politik dan kesulitan hidup masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s