Suara Rakyat Suara Jangkrik

Suara Rakyat Suara Jangkrik

Teguh Iman Prasetya

Jangkrik ! Hasil Pilpres lalu adalah pertaruhan antara demokrasi versus soal kebenaran dan keadilan sesungguhnya. Suara rakyat adalah suara tuhan (volks populi volks dei) dengan demokrasi pada saat Pilpres lalu, kenyataannya seorang kawan saya seorang aktivis bercerita sambil tertawa  satir, bahwa kebijakan dimasa Pilpres lalu dengan Program BLT untuk menarik simpati, dan dana kampanye Pilpres Partai Demokrat diduga tidak diaudit secara jujur,  sangat mencurigakan ketika itu.

SBY dan Boediono ketika dilantik pada tanggal 20 Oktober 2009 hingga hari ini tak ada yang berubah secara signifikan garis besar dari kebijakannya (Ekonomi, Hukum, Politik, Sosial, Budaya, dan Agama). Memang benar ada beberapa menteri yang berupaya memetakan kementrian dan mengupayakan keadilan, diantaranya, Mendagri menunda pemekaran daerah yang dianggap memboroskan keuangan negara, dsb. Kita hargai itu sebagai bagian dari dan tugas dan tanggung jawabnya untuk menseleksi dengan baik. Namun, toh persoalan yang lebih besar lagi tentu ia harus merelakan dengan jiwa besar, jika sang pemimpin bersalah untuk masalah lain dan proses awal. Saya menyarakan kalau masih berminat menjadi menteri masih bisa jadi menteri dengan pemimpin yang baru.Bukan hanya masalah Skandal Bank Century, namun juga kontruksi awal ketika proses pemenangan, kebijakan publik yang cenderung neo lib serta platform nasional yang ia miliki, ini sangat mendasar dan fundamental sekali (Debat Capres ketika itu diduga hanya Lips Service).

Pancasila Piagam Djakarta Syariat Islam

Satu hal yang sesungguhnya telah kita lupakan juga untuk kita bicarakan yaitu Ideologi bangsa. Berbicara ideologi sesungguhnya adalah ruh dari negara ini yang harus dijunjung tinggi, namun yang terjadi  Pancasila sebagai payung hukum perekat bangsa telah mengalami fragmentasi dan masih terbuka. Secara jujur Pancasila sebagai ideologi terbuka yang mengakomodasi berbagai kepentingan dan sesuatu yang terbaik bagi bangsa (ekletisme), justru ditengah masyarakat telah mengalami pencerdasan yang signifikan, dinamika dan dialektika yang sangat tajam.

Diantaranya sebagian kecil tersebut diantaranya diwilayah ekonomi dan perspektif jendela Islam, yaitu,  ekonomi kerakyatan (sosialis), ekonomi syariah Islam (sistem perbankan, dll), nasionalisasi asset strategis, masalah buruh di Indonesia, nasionalisme menjaga kedaulatan ekonomi nasional secara geografi dan  melindungi produk nasional, negara dibubarkan jika pembangunan terlalu berpusat di Pulau Jawa Sentris, hapuskan hutang luar negeri, dan lain sebagainya.

Sedangkan diwilayah politik dan perspektif jendela Islam, masih adanya penyimpangan dan sistem yang kurang baik, revisi berbagai peraturan perundangan yang merugikan rakyat, dan lain sebagainya.  Sementara itu politik luar negeri kita sangat lemah disamping bargaining (tidak selalu lobi) dan pertahanan keamanan kita yang rapuh (terkait kasus dengan Malaysia, dll).Sementara itu kelompok Muslim mulai mempersoalkan Kepimimpinan Khilafah yang menjadi Imam bagi kaum muslim di dalam dan luar negeri (konsep ini masih belum jelas apakah diranah politik atau sosial budaya). Sistem Politik Demokrasi di kritik dan di ingatkan dalam Al-Quran.

Kitab Suci Al-Quran Surat  Al An’nam : 116, “ jika kau turuti mayoritas pendapat yang ada dibumi, maka pasti mereka  menyesatkan kalian di Jalan Allah, yang mereka ikuti hanyalah praduga dan mereka suka berdusta”. Maksud dari Ayat Al’An’nam tersebut adalah  pemimpin yang terpilih oleh mayoritas belum tentu yang terbanyak yang terbaik dan dapat diterima oleh akal bagi umat. Islam jelas mengajukan jalan absolud yang memiliki dasar sangat kuat.  Dalam hal Kepemimpinan Islam kepatuhan terhadap Imam atau ulul amri jelas dinyatakan dalam nubuat Al-Qur’an dan Hadis. Yang ditunjuk oleh Allah adalah manusia terbaik dari kultur peradaban manusia.

Di wilayah hukum dan perspektif  jendela Islam, masih adanya mafia hukum (mafia kasus dan peradilan) dan berbagai kasus yang menuai protes pada cerita narasi kecil (kasus nenek Minah, dll) yang tidak bernuansa keadilan,  kasus korupsi yang tidak kunjung habis, lemahnya sistem hukum kita yang kurang tegas menyoal korupsi (hukuman mati tanpa standarisasi nilai nominal yang jelas, jika di China 100 juta saja dihukum mati). Jika  Hukum berdasarkan Syariah Islam, seorang maling ayam yang karena lapar tentu berbeda dengan para koruptor,  tidak dipotong tangan dan pemerintah  yang harus disalahkan.Bagi kelompok muslim Peradilan Syariah  soal beberapa masalah dalam ranah sosial budaya dan ekonomi nampaknya juga penting untuk diangkat.

Sedangkan di wilayah sosial budaya dan perspektif jendela Islam adalah kunci peradaban membangun tata nilai moral bangsa dan kemajuan bangsa.  Sah saja jika kelompok Muslim mulai gelisah dan meminta Pancasila versi Piagam Djakarta (Sila ke 1) 22 Juni dikembalikan pada mayoritas pemeluk Islam untuk dijalankan secara konsekwen, dengan mekanisme melalui peradilan syariah dsb.

Masyarakat surga seperti di Timur Tengah dengan menjalankan sholat lima waktu tepat waktu dan menghentikan aktivitas sosial ekonomi dan lainnya. Perdagangan berhenti jika azan memanggil. Sajadah digelar dijalan-jalan tanpa malu dan jamaah saling berpelukan bersilaturahmi dengan semangat ukhuwah Islamiyah membangun akhlak terasa sekali. Pemandangan yang sangat indah jika anda pernah berangkat haji dan kenegara Islam lainnya, amat sangat indah dan membahagiakan. Hikmah dibalik itu semua  masalah sosial budaya, ekonomi, dan hukum (kriminalitas terkurangi) teratasi dengan Syariat Islam.

Shalat adalah ruang dan waktu yang tercermin dari hubungan manusia  dengan Allah S.W.T yang disebut Hablumminallah, dari sinilah  kemudian Hablumminnanas hubungan dengan manusia lainnya direkatkan dengan lebih baik lagi. Ketakwaan, Keimanan, Cinta kasih, Kejantanan, Keberanian Berjihad, Keikhlasan, Kebahagiaan dan Ketenangan semuanya karena Allah SWT., pada niat dan hati serta tingkah laku yang terpantul cemerlang membawa Islam sebagai Rahmatin lil alamin (rahmat bagi seluruh alam semesta) untuk tidak membawa kerusakan. Anda tentu akan kagum. Saya sangat mengagumi kepribadian muslim seperti diatas yang berpegang pada Syariat Islam.

Kembali ke wilayah sosial budaya terlalu banyak masalah untuk disebutkan, diantaranya menyoal pendidikan yang sangat mahal di negara ini, diperparah dengan UU-BHP yang mulai menjerat kita, menjauhkan kelas menengah kebawah dan  kemajuan bangsa hari ini serta masa depan meraih IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Technologi) dan IMTAK (Iman dan Takwa).

Century Gate dan Kebijakan 100 Hari , Proses Awal dan Komitmen Ideologi Bangsa, Pintu Masuk Jatuhkan SBY

Sekarang dengan semakin terbukanya Skandal Bank Century telah mendapat banyak gugatan dari semua aliran. Sebab kenyataan yang kita lihat adalah suara jangkrik  yang semakin lama semakin banyak  pada hari- hari yang sangat melelahkan soal Skandal Bank Century 6,7 Trilyun diberbagai media massa. Bank gagal yang berdampak sistemik dari sejak awal pendirian, proses perjalanan yang dimanja oleh BI dan BUMN, dan akhir yang berdampak nasional yang dilakukan para pemilik Bank Century menguras uang nasabah dengan kejahatan perbankan dan non perbankan, serta kebijakan berdampak sistemik mengambil uang negara yang tak jelas kebutuhannya, juga aliran dananya yang diduga tak tentu rimbanya.Rumor merebak  termasuk lari juga ke dana politik Partai Demokrat ketika Kampanye Pilpres.

Masa 100 hari SBY-Boediyono ditandai dengan masalah lainnya yang tidak  mencerminkan kesederhanaan pemerintah, penegakan hukum soal pemberantasan korupsi, dan kebijakan publik yang merugikan rakyat (pendidikan) dan lebih cenderung menguntungkan neo-liberalisme dan neo-kolonialisme dari perusahan multinasional serta negara lain yang sangat kuat. Misalnya,  pemborosan anggaran negara melalui gaji presiden dan para menteri yang naik, renovasi pagar Istana Negara yang menelan biaya hingga mencapai Rp 22,581 miliar, mobil super mewah 100 unit seharga Rp.1,3 m dengan potensi pemborosan 71,1 milyar,  pesawat kepresidenan Rp.200 m, serta pasar bebas yang menguntungkan MNC, AS dan China dengan privatisasi sektor publik strategis MIGAS dan NON MIGAS  (lihat kategori Ekonomi Pembangunan), pasar bebas ASEAN dengan China yang akan membuat pasar domestik nasional sektor privat jatuh, dsb. Suara rakyat yang ada di pansus, media tv, dan gerundelan   adalah suara jangkrik yang kian hari tak terbendung lagi.

Skandal Century juga memperlihatkan bahwa demokrasi bukanlah jaminan kebenaran dan keadilan pada persoalan politik ketika Pilpres lalu. Jika Cristianto Wibisono berkata bernada menuduh, saya katakan tidak benar 100% bermotif politik kekuasaan. Jika berakhir pada kekuasaan, lebih cenderung faktor hukum alam yang tidak dapat dielakan dan terpaksa dilakukan. Suara rakyat yang berani beroposisi dan bersuara kritis telah menemukan kesadaran dan kecerdasannya kembali, sekaligus kearifan meletakan masalah pada proporsi sebenarnya, bahwa jabatan adalah amanat dari tuhan dan rakyat. Sah saja jika terjadi mosi tidak percaya terhadap SBY-Budiono, apalagi secara moral sebagai seorang pemimpin ia harus mundur untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan  dan kebijakannya yang merugikan rakyat dengan mosi tidak percaya (saya sependapat dengan Gerakan Indonesia Bersih, banyak ormas, Serikat Pekerja Nasional- SPN, LSM, dan mahasiswa).

Suara tuhan menemukan kembali jejaknya ketika katup tersumbat kebenaran dan keadilan dibuka selebar-lebarnya tanpa sekat, dan penegakan hukum serta politik telah melakukan seleksi dan screening melalui data dan fakta, juga menangkap geliat kegelisahan masyarakat yang berlarut-larut.

Suara rakyat adalah suara tuhan  ketika suara jangkrik yang saling bersahut-sahutan dengan getaran ultrasoniknya telah memekakan telinga di kegelapan malam, memprotes dan membuat banyak tikus lari ketakutan dari dalam rumah dan sawah kita. Suara jangkrik itu adalah diri kita sendiri yang menemukan banyak nyanyian yang sangat indah ditengah malam yang sunyi. Hati kecil kita.

Serang  27-28 Januari 2010

Dari Berbagai Sumber



Baca juga Testimony Susno yang menggegerkan terkait Pilpres-Calon Wakil Presiden Boediono

Testimoni Susno: Penyidikan Century Dihentikan Demi Boediono
Elvan Dany Sutrisno – detikNews


Jakarta – Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji kembali membuat geger. Melalui testimoninya dia mengaku Bareskrim sudah menyidik kasus dugaan korupsi bailout Bank Century yang mengarah ke Wapres Boediono.
“Intinya Bareskrim sudah menyelidiki internal, tapi karena dikhawatirkan ada ekses ke calon wapres yang akan dilantik, kemudian dihentikan,” jelas anggota Pansus Hak Angket Century Andi Rahmat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2010).

Lebih lengkap klik  Sumber Detik News

Rabu, 27/01/2010 16:45 WIB
Pansus Century: Testimoni Susno Dokumen Sah
Amanda Ferdina
– detikNews


Jakarta – Testimoni mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji dinilai tidak mengejutkan para anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket Century. Meski demikian, testimoni itu dinilai sebagai dokumen sah.
“Semua yang didapatkan Pansus itu sah. Itu bagian dari proses,” ujar anggota Pansus Century Ade Komarudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1/2010).

Lebih lengkap klik Sumber Detik News

Eks Nasabah yang Terlantar

Kejahatan perbankan telah mengakibatkan korban tewas bunuh diri. Para nasabah yang tergabung dalam Forum Nasabah Bank Century akibat Skandal Bank Century hingga hari ini banyak diantaranya belum mendapatkan ganti rugi. Mestinya mereka mendapatkan ganti rugi dari eks pemilik Bank Century melalui penyitaan asset dan kekayaan mereka yang sangat besar diluar negeri.  Begitupula Kebijakan Bailout  6,7 T yang dilakukan pemerintah anehnya samasekali tidak menyentuh mereka. Hingga kini masalah tersebut masih terkatung-katung. Sangat menyedihkan dan tragis.

Baca berita terkait

4 Nasabah Bunuh Diri, Dari Lompat Sampai Minum Sabun

Lia Harahap – detikNews

Selasa, 26/01/2010
Pansus Century


Jakarta – Forum Nasabah Bank Century menemukan ada 4 nasabah yang bunuh diri akibat skandal Bank Century. Ada yang bunuh diri dengan loncat dari gedung lantai 7 hingga minum air sabun. “Teman-teman nasabah ada yang bunuh diri. Ada 4 korban yang tercatat,” ujar Koordinator perwakilan nasabah Bank Century, Z Siput L saat memberikan tanggapan kepada anggota Pansus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2010).

Lebih lengkap klikSumber Detik News

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s