Jangan Lihat “Ruhut Poltak Sitompul” dari Covernya??

Jangan Lihat Ruhut Dari Cover dan  Sampulnya ??

Petuah bijak tersebut rasanya tidak lagi pas untuk Ruhut Poltak Sitompul. Ruhut Poltak Sitompul Politisi asal Medan dari Partai Demokrat ini pantas di maki publik Indonesia. Sejak awal mengamati beliau yang satu ini banyak hal yang kontroversial dan kelihatannya kurang disukai publik sama dengan Sutan Batu Guna diwaktu lalu. Belagu, kasar juga dengan Gayus Lumbun, sok gurui tapi juga tidak introspeksi, ngaco kblinger (tidak ada yang subtantif dari pertanyaannya) dan trouble maker (buat onar). Beberapa kali muncul dilayar tv swasta,  publik tentu sudah dapat menebak  seperti apa.Berbagai media sudah mengulasnya dengan obyektif.

Tadinya masih saya tolerir pernah saya kritik juga di blog ini namun dihapus (kasih kesempatan)  ketika berantem di TV swasta dengan Ray Rangkuti Ketua LSM Lingkar Madani soal isu makar tanggal 9 Desember 2009. Namun rupanya sikapnya tidak berubah banyak, malah over acting dan ngawur. Watak karakter yang jelek  akan mengundang kemarahan publik.

Adegan terakhir dengan Kalla ketika memberikan keterangan didepan Pansus DPR RI  sempat bersitegang dengan pertanyaan yang tidak tepat dan ketika kalah berdebat dengan Jusuf  Kalla akhirnya menggunakan sebutan “Daeng” dibarengi  intonasi merendahkan dan bahasa tubuh raut muka meledek, sehingga mengundang keributan dengan sesama pansus  dari PKS, Andi Rahmat dan  Partai Hanura, Akbar Faishal yang tersinggung, serta  keributan dari atas balkon (OKe Zone).

Sebelumnya ketika dengan Sri Mulyani memuji setinggi langit dan berlebihan tendensius menjilat  dengan sebutan Prof. DR (padahal belum Profesor), Kartini Ekonomi Indonesia, Icon Ekonomi Indonesia (Detik). Berbeda ketika berbicara dengan rekannya  Wakil Ketua Pansus,  Gayus Lumbun soal waktu dengan kasar. Wajar publik curiga dengan gayanya yang sesungguhnya antagonis  dan berbahaya.

Sebelumnya pula dengan  tidak dipikir lagi bersumpah bersedia dipotong kuping (Republika), potong leher (Era Muslim),  jika benar Partai Demokrat dan SBY terima uang dari Skandal Bank Century. Mulutmu adalah harimaumu adalah gaya Si Poltak yang  tidak beretika,  sebelumnya sebagai Tim Pemenangan SBY-Budiono tersangkut kasus SARA, ia dengan sangat rasis menyebut Bangsa Arab selama ini tak pernah memberikan bantuan apapun kepada bangsa Indonesia dan lebih membanggakan AS sebagai penyelamat Indonesia (Inilah. Com).

Jawaban Wahdah Islamiyah (komunitas Arab-Indonesia) meyakini bahwa Ruhut Sitompul adalah seorang yang tidak pernah belajar sejarah, karena berdasarkan catatan historis, justru bangsa Arab merupakan pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia ketika Belanda (salah satu bangsa Barat) menjajah bangsa ini selama 3,5 abad.

Setelah Proklamasi 1945 pun bangsa-bangsa Arab (seperti Mesir, Syiria, Irak, Libanon, Yaman, Arab Saudi, dan Afghanistan) tampil pertama kali mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Di sisi lain pada saat yang sama AS dan bangsa-bangsa sekutu (Barat) memberikan bantuan militer plus politik kepada Belanda untuk mencoba menjajah kembali Indonesia.

Wahdah Islamiyah menduga bahwa Ruhut Sitompul juga tidak pernah membaca suratkabar dan mengakses media massa lainnya tentang berita-berita seputar ekonomi dan kerjasama internasional. AS (yang disebut Ruhut banyak membantu Indonesia) justru terbukti telah menghancurkan perekonomian bangsa ini (dengan munculnya krisis moneter yang tidak kunjung berakhir selama 12 tahun terakhir) melalui sistem pinjaman berbunga tinggi disertai syarat-syarat yang mencekik rakyat Indonesia.

Sebaliknya, bangsa-bangsa Arab (seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait) selama ini banyak membantu perekonomian Indonesia dengan bantuan hibah (tidak perlu dikembalikan) dan pinjaman lunak yang melegakan rakyat negeri ini. Bahkan negara-negara Arab aktif memberikan bantuan sosial kemanusiaan secara gratis ketika Indonesia dilanda berbagai bencana alam, di saat AS dan bangsa Barat lainnya enggan memberikan bantuan secara cuma-cuma. (Inilah.Com)

Bagaimana pendapat anda soal si Poltak (sebutan akrab Ruhut) satu ini ? Semoga Poltak yang lain dari Medan tidak tersinggung.

Iklan

7 pemikiran pada “Jangan Lihat “Ruhut Poltak Sitompul” dari Covernya??

  1. gohan p

    maju terus bang ruhut.kamu adalah anggota dewan masa kini,pokoknya jangan jadi pengecut .harus berani,tegas,jujur dan jangan lowo kayak anggota dewan yang lain yang hanya duduk,datang ,dengar…..jadi ruhut pantas jadi dewan….dewan perwakilan rakyat.maju terusss.gayus ?lawan terus kalau tak becus jadi ketua …

  2. Begitu lah adanya pak, Politik kaum elite ditengah terhimpit berbagai tudingan trhadap klompoknya..
    saling menyanggah, saling melindungi dan saling menjatuhkan kubu lain..
    layaknya suguhan opera sabun dan sinetron yang tak ada habisnya..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s