Broker dan Nomor Urut Parpol di Bubarkan!

Tadi sore menyaksikan perdebatan mengenai sistem pemilihan umum terutama sistem kepartaian di kita,  ternyata hingga hari ini masih mengundang kontradiksi dan ketidakpercayaan rakyat. Bagaimana tidak nomor urut partai politik ada yang ditentukan oleh para broker, bukan berdasarkan mekanisme partai yang sesungguhnya, apalagi yang benar-benar mewakili rakyatnya. Wal hasil wakil rakyat yang sebetulnya akan duduk diparlemen adalah wakil partai (pemilik, penguasa dan broker partai).


Tarifnya juga bukan main, bervariasi. Untuk di di DPR RI berkisar 1 milyar lebih, Kabupaten/Kota antara 50 juta -500 juta, Propinsi 500 juta – 1 milyard. Bukan main, seperti perusahaan saja. Padahal untuk gaji seorang anggota parlemen di DPR RI hanya 30  juta lebih. Ini tentu mengundang pertanyaan besar bagi rakyat.

Nomor urut menjadi sangat penting bagi partai karena dari situlah seseorang dipastikan akan naik menjadi anggota parlemen. Nah, bagaimana jika tidak mewakili rakyatnya, atau sebetulnya terbantu oleh nomor urut dibawahnya yang betul-betul populer mewakili rakyatnya. Tentu ini juga tidak adil.

Seharusnya jika mau adil sistem nomor urut jadi yang  bakal naik lebih baik dibubarkan saja. Dengan begitu akan terjadi kompetisi yang adil. Pencoblosan bukan lagi tanda gambar parpol tetapi juga orang yang betul-betul dipilih rakyatnya tanpa nomor urut.

Iklan

One response

  1. Ping-balik: Kalkulasi dan Solusi Demokrasi | Teguh Iman Prasetya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s