Kepala BIN Ngambek

Kepala BIN : Ada Menteri Sontoloyo!
Kamis, 26 Juni 2008 | 13:31 WIB

Laporan Wartawan Persda Network Ade Mayasanto

JAKARTA, KAMIS – Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kendali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di ambang perpecahan selepas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak senilai 28,7 persen dikeluarkan.

Denting indikasi perpecahan kabinet ini secara lugas dikemukakan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar kepada wartawan seusai mengikuti peringatan hari Antinarkoba di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/6). “Saya menyesalkan menteri dari parpol yang mengusung pemerintah dalam rapat kabinet setuju naik BBM. Eh, tiba-tiba di DPR lain bicaranya,” jawab Kepala BIN Syamsir Siregar ketika ditanya apakah di anggota KIB ada juga yang terlibat dalam aksi penolakan BBM yang berbuntut kekerasan.

Menurut Syamsir, perilaku dan tindak laku anggota kabinet ini secara etika tidak apik dalam menata pemerintahan yang baik hingga 2009 mendatang. “Itu kan nggak benar. Kalau rapat kabinet sudah putus, kok di luar ngomongnya lain. Sontoloyo!” ujar Syamsir dengan suara meninggi.

Meski memastikan ada anggota kabinet yang mbalelo, Syamsir tak berani menyebut nama, bahkan warna parpol anggota tersebut. “Ya, menteri dari parpol,” jelasnya. Saat disinggung apakah tudingan ditujukan pada Menteri Pertanian Anton Apriantono yang berasal dari Partai Keadilan Sosial, Syamsir berkelit. “Yah tenanglah opung mau merokok dulu,” paparnya dengan santai.

Lebih lanjut Syamsir menyatakan, langkah menteri ini telah masuk dalam pengamatan Presiden Yudhoyono. “Ya sudah tahulah. Orang dia di kabinet dukung. Untung bukan aku presidennya. Kalau aku presidennya, chaoow dia,” sergahnya.

Kisruh di tubuh anggota KIB menyeruak selepas Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengancam akan mundur bila kredit bergulir tak kunjung cair dari Departemen Keuangan. Menyangkut hal ini, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa membantah bila Suryadharma menebar ancaman pengunduran diri. “Saya kemarin bicara dengan Suryadharma Ali, dan tidak begitu maksudnya, bukan mau mundur,” ungkap Hatta.

Mantan Menhub ini menjelaskan, persoalan yang menimpa SDA dalam pencairan dana kredit bergulir akan selesai setelah ada pembicaraan dengan Menteri Keuangan. “Saya rasa persoalannnya itu teknis dan bisa dibicarakan dengan Menteri Keuangan,” tuturnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s