Bingkai Retak Nasionalisme

BINGKAI RETAK NASIONALISME 2008 – 2009

Kita akan memiliki masa depan yang tidak pasti dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh SBY-Kala/

Kebijakan pemerintah semakin tidak memperdulikan hati nurani rakyat.



A. Kenaikan harga BBM dan kebijakan lainnya yang berkaitan (SDA-Migas) ditandai yaitu sbb. ;

  1. Pengelolaan sebelumnya yang tidak berpihak pada rakyat, mengisyaratkan negara telah dipecundangi oleh investor dan kontraktor asing.
  2. Produksi yang semakin menurun sementara insentif-insentif diberikan begitu sangat tinggi dan sarat korupsi.
  3. Hitungan kalkulasi biaya produksi (cost of production) yang cenderung kurang rasional.
  4. Kenaikan harga BBM sangat tidak rasional ditengah stok cadangan yang aman 50 juta barel
  5. Tidak bersabar menunggu hingga awal tahun 2009 produksi mencukupi 1.170.000 bph dari blok Cepu, dengan penghematan dan cadangan stok yang ada sebetulnya masih dapat diatasi.
  6. Tidak mendengar dan peduli pendapat para pakar lainnya yang memiliki banyak sekali solusi alternatif untuk tidak menaikan harga BBM.
  7. Kekayaan SDA-Migas kita yang sangat kaya kembali diberikan pada investor (25 blok). Daya tawar sangat rendah dan nasionalisasi aset semakin jauh dari harapan rakyat.
  8. Kenaikan harga BBM mengakibatkan kemiskinan dan pengangguran semakin bertambah.

B. PRIVATISASI 44 BUMN dirancang untuk menghilangkan proteksi negara terhadap sektor publik.

  1. Tidak rasional dengan menjual BUMN produktif dan menguntungkan bagi APBN.
  2. Menghilangkan sumber penerimaan dan pendapatan negara (PNBP) yaitu deviden/Laba BUMN

C. Penegakan Hukum yang semakin lemah.

  1. Kekerasan Negara semakin menjadi. Penyerbuan Mapolres Jaksel terhadap kampus UNAS telah mengakibatkan tewasnya mahasiswa UNAS Maftuh Fauzi.
  2. Kekerasan rakyat yang ditukangi FPI telah membuat resah masyarakat. Apalagi dipicu dan disebabkan oleh Kebijakan pemerintah yang kurang tegas terhadap Ahmadiyah.
  3. Kerugian atas Lumpur Lapindo ditanggung negara sangat tidak rasional dan memboroskan uang negara.
  4. Banyaknya Kasus korupsi yang belum selesai seperti Kasus BLBI,Soeharto dan kroni orde baru dsb.
  5. Korupnya para penegak hukum dengan terbongkarnya kasus suap Arthalita dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Untung Udji Santoso menghilangkan kepercayaan rakyat.

D. Kebijakan Luarnegeri tidak memiliki orientasi yang jelas.

  1. Hapuskan hutang luar negeri 1200 Trilyun lebih tidak diperjuangkan oleh pemerintah.
  2. Batas teritorial negara yang semakin berkurang.
  3. Agenda dunia Global Warming dan Climate Change harus memiliki bargaining daya tawar hapuskan hutang.
  4. Bargaining terhadap WTO, Bank Dunia, dan IMF masih lemah untuk hapuskan hutang

Kebebasan dari tirani dan despotisme yang telah diperjuangkan dengan harga mahal pengorbanan mahasiswa dan jutaan rakyat seperti tidak ada artinya lagi. Kebebasan kehilangan makna digantikan kebebasan mengambang dialog tanpa solusi untuk meringankan beban rakyat, agenda reformasi masih jauh dari harapan, ditambah arogansi penguasa saat ini yang kurang mau mendengar.

Mekanisme parlemen masih penakut untuk mengadili pemerintahan SBY-Kalla. Hak angket dan impeachment harus lebih tegas meskipun beresiko saat ini (1 tahun selesai), diharapkan tidak membuat pemerintah berada diatas angin semakin tak terkendali dan arogan.

Jika apabila terjadi resiko yang paling terburuk terjadi dengan jatuhnya pemerintahan SBY-Kalla saat ini, maka kekuasaan masih dapat dipegang sementara oleh SKB 3 Menteri yaitu Mendagri, Menlu, dan Menhankam (UUD 45). Jika salahsatu atau ketiganya bermasalah maka dapat diganti menteri lainnya. Sebagian besar Kabinet masih tetap dapat terus bekerja atau diganti jika ada masalah atau gagal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s