Aksi Untirta Banten & Unas Jakarta

Malam Sabtu tanggal 23 Mei kemarin dipintu gerbang kampus Untirta terjadi aksi besar mahasiswa yang terdiri dari berbagai elemen organ mahasiswa (BEM Untirta, GMNI, HMI, Hamas, UMC, FAM Banten, dll). Tekad mereka satu yaitu menolak kenaikan harga BBM yang dengan mendadak telah diumumkan Menteri ESDM Purnomo  dan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada jam 7 malamnya. Aksi berlangsung damai hingga pagi dini hari, meskipun sempat terjadi insiden pembakaran ban bekas dan aksi saling dorong dipintu gerbang kampus, juga salah seorang mahasiswa membakar foto SBY diakhir acara.

Orasi bergantian dari para mahasiswa pada saat aksi itu berlangsung terasa lebih menyegarkan lagi dan ternyata mereka lebih cerdas dibanding para menteri SBY-Kalla terutama Sri Mulyani dan Purnomo.

Aksi Untirta itu juga bertepatan dengan aksi yang terjadi pula dikampus UNAS Jakarta yang terjadi bentrok dan  baku hantam, bahkan fasilitas kampus ikut pula dijarah oleh aparat keamanan jam 6 pagi dini hari ketika menyerbu kedalam kampus, memukul serta menahan 100 orang mahasiswa UNAS. Rasa frustasi yang amat sangat dan kekecewaan yang paling mendalam telah terjadi malam kelabu kemarin hingga pagi yang beringas dan brutal terjadi dikampus UNAS,  juga sebagian besar rakyat Indonesia.

Apa yang telah dilakukan Sri Mulyani dan Purnomo terhadap rakyat dengan menaikan harga BBM, sangat gegabah sekali. Sri Mulyani sangat jelas sekali sejak dulu ia adalah antek spekulan asing  dan Purnomo juga telah gagal sebagai Menteri ESDM dengan mengobral minyak kita kepada pihak asing AMAT SANGAT MURAH melalui kepemilikan saham dan insentif (Kontraktor Kerjasama Bagi Hasil-KPS), bahkan diblok Natuna kita tak mendapat apa-apa melalui rasio perbandingan 0 : 100 dan cost recovery yang terlalu tinggi. Data tahun 2007 sebesar 93,2 Triliun untuk mereka.

Nasionalisasi asset dan pembagian yang adil harus kita mulai dari sekarang, mengingat hampir 90 % aset kita dikuasai oleh pihak asing. Mati didalam lumbung padinya sendiri kita bernasib sama dengan negara Bolivia.

Logika Yusuf Kalla lebih lucu lagi 44 BUMN kita akan dijual pada saat acara Todays Dialog dengan Amin Rais dan Kwik Kian Gie. Bagaimana mungkin  jika misalnya BNI, BRI, dan BTN yang termasuk perusahaan sehat dan sangat produktif itu hilang dari tangan negara. BTN misalnya telah memiliki pasar dan konsumennya sendiri yaitu para kreditor perumahan yang jumlahnya amat sangat banyak dan menguntungkan. Dan bagaimana mungkin jika itu terlepas sama artinya deviden BUMN dari penyusunan APBN itu telah hilang sama sekali.    

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s