Front Pemuda 98

Kejadian kemarin di televisi membuat saya cukup kaget, salah seorang kawan entah siapa saya lupa dikomunitas Angkatan 98 terjebak aksi yang dianggap anarkis oleh aparat dengan sedikit emosional terpicu, setelah peserta aksi lainnya yang sebelumnya ditangkap karena melempar molotov dan mahasiswa dari BEM SI tertembak peluru karet aparat. Sekitar 20 orang mahasiswa telah ditangkap pada peristiwa kemarin. Aparat keamanan terlihat mulai represif dan menerapkan siaga satu di Jakarta. Kemungkinan korban mahasiswa akan berjatuhan jika terjadi aksi kembali.

Saya cukup prihatin tetapi juga dapat memakluminya mengapa bertindak seperti itu. Saya melihat di tv ada nuansa ia ingin membela rakyat dan ingin berdiri digaris depan sebagai frontier. Saya dapat merasakan kekecewaan dan kegelisahannya sama seperti yang saya alami.

Ia salah salah seorang alumni angkatan kami yang merasa turut bertanggung jawab dan ikut andil adanya jaman baru reformasi saat ini.

Wajar dan amat wajar setelah penantian yang sangat panjang untuk kembali berproses mencari format bentuk yang ideal dari generasi kami. Apakah dengan konsep , aksi atau petisi mosi tidak percaya terhadap pemerintah seperti Bang Ali Sadikin (alm) cs Petisi 50 lakukan.

Hari ini apa yang kita lihat adalah bersama rakyat harus turun kejalan. Mengenai tuduhan pemerintah aksi kemarin ditunggangi Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie sangat tidakmasuk akal, keduanya sudah mulai uzur dan tidakmemiliki sama sekali ambisi kekuasaan. Nurani dan rakyatlah yang menunggangi aksi mereka kemarin.

Pola gerakan kami adalah mengembalikan cita-cita reformasi yang sebagian besar mungkin sudah dianggap kandas.

Tahun 2007 lalu ketika saya diundang untuk datang menghadiri acara Pertemuan Aktivis Nasional Angkatan 98 bukan hanya temu kangen dan rendevouz romantisme semata, tetapi lebih dari itu menemukan kembali jati diri kami yang hilang.

Sebelumnya pada tanggal I Juni 2006 di Banten tepatnya Hari Pancasila saya dkk dahulu pernah mendirikan FOLKer 98 untuk mengembalikan esensi perjuangan reformasi yang hilang waktu itu yaitu menggugat kembali dan adili Soeharto.

Karena gerakan waktu itu hanya terdiri dari orang-orang Banten yang pernah melawan rezim orde baru (rata-rata pernah kuliah diluar daerah kami), maka akhirnya kami bergabung ditingkat nasional yang lebih besar, dengan harapan esensi perjuangan tidaklah hilang begitu saja.

Ketika menjadi bagian dari tim perumus FP 98 adalah bagaimana merumuskan platform dasar perjuangan nasional dan pembangunan kita, dalam hal ini adalah resolusi jawaban yang terdiri dari berbagai masalah multi dimensional waktu itu yang dianggap krusial bagi bangsa.

Selain itu sebagai pembuka adalah manifesto untuk menempatkan peran pemuda sebagai identitas yang mesti diberi peran dan tanggung jawab memegang posisi kunci pemerintahan dengan catatan progresif dan intelektual, memiliki nasionalisme dan kebangsaan, serta idealis secara moral. Jadi tidak benar sama sekali bahwa Front Pemuda 98 tidak memiliki pola dan kehilangan orientasi sama sekali. Dengan adanya berbagai masalah bangsa saat ini termasuk dampak naiknya harga BBM yang akan berakibat besar bagi kesengsaraan rakyat, maka sudah selayaknya kami turun kejalan serta ikut pula merumuskan solusi alternatif terbaik bagi pengambil kebijakan dan rakyat Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s