Dialog

Kemarin malam mengikuti Todays Dialog di Metro TV edisi khusus yang menghadirkan Amin Rais, Kwik Kian Gie, Habibi, dan Hendro Priyono dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 100 tahun dan 10 tahun reformasi. Sangat menarik sekali terlihat kesemuanya berbicara dengan semangat kenegarawan.

Yusuf  Kalla  yang hadir pada malam itu terlihat sangat bersikukuh sekali dengan pendapatnya, bahwa 20 BUMN harus diprivatisasi dengan mengikuti mahzab pasar persaingan sempurnanya neo-liberalisme, meskipun Amin Rais dan Kwik Kian Gie mengemukakan pendapat bahwa perusahaan nasional tersebut masih sehat dan tidak perlu diprivatisasi seperti India dan China.

Sementara itu Kwik Kian Gie memaparkan harga BBM terkurangi dan terdistorsi oleh segelintir broker di luarnegeri warisan orde baru. Bukan hanya itu Kwik juga menolak RAPBN-P 2008 dikatakan akan jebol jika tidak mengikuti standar internasional harga BBM dunia $ 120/barel. Dan banyak lagi.

Hendro Priyono mantan kepala BIN ikut pula meramaikan dan menyatakan, bahwa neo-liberalisme berbeda dengan demokrasi dan HAM.

Diskusi malam kemarin menyiratkan bahwa masalah bangsa ini semakin krusial dengan persoalan ekonomi dan krisis identitas bangsa ini.

Sedangkan Kompas hari ini Amin Rais menyatakan bahwa reformasi telah gagal dalam acara peluncuran bukunya,  “Menyelamatkan Indonesia”  yang dihadiri oleh tokoh-tokoh politik dan akademisi seperti Din Syamsuddin, Sutrisno Bachir, Jalaluddin Rahmat, dll.

Di RCTI kemarin juga lebih lengkap lagi dalam hal pemaparan data-data dari berbagai sumber yaitu tentang kemiskinan dll. dari FAO, Bapenas, BPS, Bank Dunia, dll. Reformasi juga telah diangggap gagal.

Iklan

3 responses

  1. BBM naek pening dah rakyat… 😦

    Kamis, Mei 15, 2008 pukul 5:17 pm

  2. andygoblin


    AYO LAH LIAT SITUS: Axxyc.com
    (Komunitas Indo, ga perlu register)

    Kamis, Mei 15, 2008 pukul 12:30 pm

  3. saya juga nonton acara tsb acraa yg menarik.
    saya setuju utk BBM tidak naik yang harus dilakukan adalah pemotongan biaya yang banyak dipakai oleh pejabat tinggi negara yang boros dan mengurangi fasilitas mereka.
    supaya jika bangsa sedang menderita maka semuanya harus menderita, jangan hanya rakyat saja yang menderita sedangkan pejabat negara tidak terpengaruh (hanya pendapat pribadi)

    Kamis, Mei 15, 2008 pukul 9:16 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s