Peran Bulog Diperlebar !

Potensi Indonesia sebagai negara dengan ketahanan pangan yang sangat kuat dapat terjadi, jika peran Bulog diperlebar. Lahan tanaman padi yang tersebar disemua wilayah dan luas areal tanaman kelapa 3,88 juta hektar, mampu memproduksi 19,5 miliar butir atau setara 1,2 juta ton kopra. Selain itu, dengan produksi CPO (Crude Palm Oil/bahan baku minyak goreng) sebesar 16 juta ton dari lahan kelapa sawit seluas 6,1 juta hektar yang juga merupakan produsen CPO terbesar.

Tetapi anehnya ketika harga pangan dan bahan baku pangan dunia naik tinggi, ternyata bukan menjadi berkah bagi rakyat Indonesia tetapi petaka yang berkepanjangan. Ketika CPO naik misalnya, bahan baku minyak goreng itu ternyata diekspor keluar negeri oleh produsen dalam negeri. Himbauan Menperin Fahmi Idris dan Mendag Marie Elka Pangestu bahkan tidak digubris.  Disparitas harga lebih menggiurkan para pedagang menjual CPO keluar negeri, meskipun pemerintah telah menerapkan kebijakan Pungutan Ekspor (PE) dan Domestic Market Obligation (DME).

“Dalam kondisi ekonomi rakyat yang belum begitu kuat dibawah standar hidup layak, kondisi itu tak dapat dibiarkan bahkan harus ada upaya Indonesia menjadi negara yang memilki ketahanan pangan yang kuat, ” kata Direktur INDEF Imam Sugema kepada Berita Kota, beberapa waktu lalu.

Selain dengan mengubah tata niaga pengaturan pangan nasional, kata dia, kedepan peran Bulog harus diperlebar kembali. Tak hanya mengatur keseimbangan harga beras, tetapi juga mengatur stok komoditas pangan secara keseluruhan, seperti minyak goreng, kedelai, dan harga pangan lainnya.

Sebab, ketika Indonesia masuk pasar bebas, pemerintah tidak memiliki lagi kewenangan menekan pedagang atau pengusaha agar harga jualannya diturunkan. Intervensi terhadap harga hanya dapat dilakukan melalui operasi pasar dengan jumlah pasokan yang disesuaikan persediaan Bulog.

Artinya, saat perilaku pedagang atau pengusaha tak bisa lagi dibatasi dan dibendung, hanya ada satu celah yang masih terbuka membela kepentingan masyarakat dalam rangka ketahanan pangan nasional, yakni mengoptimalkan dan melebarkan peran Bulog (Berita Kota, 2 Mei 2008).  

    

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s