Kenaikan Harga BBM Tidak Perlu

Saya bersyukur tidak keluar rumah malam ini dan sempat mendengarkan pidato khusus Presiden SBY mengenai keadaan ekonomi global, krisis kenaikan harga minyak mentah dunia, serta dampaknya terhadap situasi ekonomi kita tahun ini.

Pidato Khusus Presiden SBY mengenai situasi ekonomi kita kali ini terutama masalah kenaikan harga minyak mentah dipasaran dunia $120 perbarel, dan menawarkan berbagai pihak dan profesi untuk mencari solusi terbaik bagi negara, serta tetap optimis ditengah situasi yang berat saat ini. Apa yang sudah dicapai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 6 % lebih tahun ini diharapkan masih tetap optimis untuk maju, dengan melihat peluang dan kesempatan ditengah krisis saat ini.

Mengenai kondisi ekonomi makro kita meskipun sangat berat terutama masalah BBM tidak terjadi kenaikan harga untuk APBN-P tahun 2008-2009. Tetapi meminta kepada kita untuk melakukan penghematan energi dan BBM. Pemerintah juga akan melakukan diversifikasi produk BBM jenis tertentu dengan cara Smart Card. Sementara itu penghematan energi dan BBM, Presiden menginstruksikan KETAHANAN ENERGI & BBM dipatuhi semua pihak baik di pusat maupun didaerah yaitu kantor-kantor pemerintah, mobil dinas, tempat hiburan, pusat perdagangan /mall dll.

Menyoal KETAHANAN PANGAN, apa yang sudah dapat dilakukan dengan SWASEMBADA BERAS tahun lalu hendaknya dipertahankan (sudah tidak adanya beras import). Dan berharap pengembangan kapasitas produksi pangan ditingkatkan.

Salah satunya dengan cara memanfaatkan jutaan hektar lahan menganggur yang ada di seluruh tanah air dimanfaatkan oleh pemerintah pusat maupun daerah (mengingatkan kebijakan land reform agraria, red) untuk meningkatkan produksi pangan. Petani dapat meningkatkan dan melakukan diversifikasi usaha dalam skala besar.

Untuk itu diharapkan pula solusi adanya bantuan investasi dan teknologi dari berbagai sumber sehingga tercapai kenaikan produksi pangan nasional sekaligus menaikan GDP nasional dan PDRB diberbagai daerah.

Kenaikan harga bahan tambang sumber daya alam  dunia menguntungkan bagi Indonesia karena kita sangat kaya dengan bahan tambang. Diharapkan dapat menyumbangkan penerimaan pada sektor pajak pendapatan negara.

Demikian intisari mengenai pidato Presiden SBY malam ini yang cukup mengundang banyak komentar, baik yang pro maupun yang kontra seputar masalah kenaikan harga BBM ditingkat dunia.

KOMENTAR PAKAR DAN ANALISA

Sementara itu komentar Didik J. Rachbini menanggapi bahwa pernyataan presiden SBY masih normatif belum pada tataran eksekusi dan implementasi sektor produksi mana yang harus ditingkatkan (An TV).

Saya sependapat dengan Didik J. Rachbini, bahkan bukan hanya sektor pertanian saja yang harus ditingkatkan tetapi juga kelautan dan perikanan. Sektor ini layak untuk diperhitungkan seperti halnya Jepang dan negara kelautan lainnya, karena menyumbangkan devisa negara yang sangat besar. Begitupula pemanfaatan lahan tidur untuk perkebunan dan peternakan. Dapat juga dianggap relatif  tergantung dari potensi regional wilayah baik secara geografis, kesuburan tanah, potensi ekonomi, dan lain sebagainya.

Mengenai luas lahan daratan tiap daerah berbeda-beda, begitupula jumlah penduduknya. Bagaimana jika pada jumlah penduduk yang sangat padat seperti di Pulau Jawa , tentu sangat menyulitkan (Teori Clifford Gertz, semakin terbatasnya lahan pertanian akibat pertambahan jumlah penduduk). Bukan hanya itu saja, tidak adanya aturan mengenai luas lahan yang boleh dimiliki (dibatasi) terutama untuk kelompok kelas kaya seperti dinegara Amerika misalnya hanya 6 hektar (jika tidak salah), membuat kita tidak memiliki aturan yang jelas dimasa datang, mana untuk usaha dan mana untuk pribadi. Kita lebih tepat memiliki peluang sangat besar diluar Pulau Jawa.

Pun demikian Pulau Jawa didaerah tertentu sampai hari ini kita masih memiliki lahan yang sangat luas dan masih menganggur. Misalnya di Propinsi Banten Kabupaten Lebak mengenai aturan mengenai pemanfaatan lahan mengganggur tsb., Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) telah melakukan kredit lunak program Revitalisasi lahan perkebunan tahun 2008 senilai 44 milyard dari APBN. Lahan untuk mengoptimalkan manfaat lahan tidur tersebut bagi kepentingan rakyat dan daerah seluas 2.302 ha. yang tersebar diwilayah Kabupaten Lebak.

Kegiatan terbagi tiga dengan jumlah petani 3800 orang dengan bantuan kredit nominal 19 juta persatu hektare lahan yaitu; penanaman jarak 105 ha, tanaman karet 200 ha, dan yang terakhir bantuan ternak sapi potong 44  ekor untuk petani, bantuan alat alat pengolahan karet dan bangunannya, kerjasama pengolahan dan hasil perkebunan (P2PH), program peningkatan produk dan produktivitas perkebunan (Fajar Banten, 26 April).

Kenaikan harga minyak bumi sebesar $120 perbarel membuat anggaran kita tertekan dengan besaran subsidi yang ditanggung negara. Kira-kira kenaikan $ 1 sama dengan subsidi bertambah 3,5 trilyun sehingga ketika minyak bumi naik $120 subsidi dalam APBN 2008 diperkirakan naik menjadi Rp.231 triliun dan jika dinaikan selain menutup subsidi juga akan menghemat sebesar 21, 49 Trilyun. Sementara itu jika tidak dinaikan dengan mengggunakan  Smart card hanya menghemat kira-kira sebesar 6 Trilyun.

Sementara itu Alvin Lie berpendapat tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menaikan BBM meskipun harga minyak mentah dunia $120/barel.Belum berbahaya kecuali jika melebihi angka tersebut, dan bila terjadi maka pemerintah dapat memangkas anggaran pos-pos tertentu (berita kota, 2 Mei 2008). 

Pengalaman tahun 2005 ketika BBM dinaikan 50% pada bulan Maret hingga bulan Oktober lebih dari 100%. Dampak kenaikan tersebut menimbulkan jumlah penduduk miskin meningkat sebelumnya 35 juta menjadi 39,05 juta jiwa naik 4,05 juta jiwa, sekaligus menaikan pula laju inflasi 17,11% pada tahun 2005.

Bagi masyarakat kenaikan harga BBM telah memukul daya beli semakin rendah dengan turunnya pendapatan dan karena harga kebutuhan pokok semakin naik. Yang paling terpukul juga adalah dunia usaha ketika BBM non subsidi naik 21% pada bulan Desember 2007 terutama kelompok usaha kecil-menengah.

Kelompok UKM ini adalah sektor yang paling banyak menyumbangkan penyerapan tenaga kerja sebesar 98% dari 108,13 juta jiwa angkatan kerja tahun 2007. Sementara itu bagi perusahaan besar bahan baku yang naik telah membuat hasil produksi yaitu harga jual semakin ikut pula merambat naik, selain itu yang akan terjadi adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).Jumlah  penduduk menganggur menurut data BPS awal tahun 2007 mencapai 10,55 juta jiwa dan angkatan kerja baru tahun ini 2,1 juta jiwa.

Menurut Purnomo Menteri ESDM di Trans 7 kenaikan diperkirakan jika tidak dapat dielakan untuk harga premium dari 4500 menjadi 6000, solar 4300/liter naik menjadi 5500/liter, minyak tanah 2000/liter naik menjadi 2500/liter. Pemerintah dapat menghemat 21,491 triliun.

Dan jika terjadi penghematan energi dan BBM besar-besaran terjadi maka kita memiliki penghematan uang negara puluhan trilyun lebih. Demikian komentar menurut Purnomo Menteri ESDM malam ini di acara Trans 7 yang menurut rencana akan berkonsultasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk melakukan skenario khusus jika terjadi kenaikan BBM.

KENAIKAN BBM TIDAK PERLU 

Kenaikan BBM sesungguhnya tidak perlu jika kita tidak berpatokan pada harga pasar minyak dunia dengan dimasukan dimasukannya dalam indikator penyusunan APBN. Dampaknya lebih besar menambah masalah bagi masyarakat dan yang paling dirugikan adalah masyarakat miskin karena tidak memiliki proteksi khusus.

Asumsi lainnya bahwa kita memiliki kekayaan SDA minyak mentah itu benar, bahkan untuk mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun 2008 sudah tercukupi 1.170.000 barel/hari. Kekurangan 30.000 ribu dapat diupayakan dengan menghemat atau mengimpor dari negara OPEC, menggunakan cadangan minyak mentah kita sebesar 50 juta barel. Lainnya kerja keras mengeksplorasi dari temuan tambang minyak baru.

Informasi dari pemerintah BPH Migas disebutkan bahwa produksi minyak mentah kita 170.000 barel/hari  dari blok Cepu. Direncanakan bila telah mulai beroperasi Blok Cepu (akhir 2008) akan menghasilkan 170.000 barel/hari. Pembagian saham tersebut adalah 45 % PT.Pertamina, 45% PT. Exxon Mobil dan 10% untuk Badan Usaha Milik Daerah.Perjanjjian ketika mengeksplorasi pada waktu itu tahun 2006 dipatok hanya $45 barel / hari hingga akhir tahun 2008. Friksi sempat terjadi antara pemerintah dengan DPR RI yang tidak setuju sebagian saham diambil oleh Exxon Mobil sebesar 45%. 

Sedangkan hasil produksi seluruh negara sekitar 1 juta barel/hari. Blok Cepu diperkirakan mengandung minyak antara 600 juta – 1,4 miliar barel dan gas bumi sekitar 1,7 – 2 Triliun kaki kubik. Selain lapangan Banyu Urip, lapangan produksi lainnya adalah Alas Dara/Kemuning, Jambaran, Sukowati, Cendana dan Alas Tua.

Pencarian dan penemuan kembali minyak bumi seperti dugaan di Nanggroe Aceh Darusallam lebih besar dari Arab Saudi paska bencana Stunami baru lalu, telah membuka mata kita bahwa negara kita masih sangat kaya dengan potensi minyak bumi dan bahan tambang lainnya.

Sedangkan pasokan minyak bumi dalam negeri selama ini berdasarkan data PT. Pertamina adalah Kilang Dumai dengan kapasitas 170.OOO barel/hari, Kilang Musi 130.000 barel/hari, Balongan 120 ribu barel / hari, Cilacap 300.000/hari, Balikpapan I 60.000 barel/hari, Balikpapan II 200.000 barel/hari dengan total 25% konsumsi minyak dalam negeri. Dengan demikian dari keseluruhan pasokan minyak mentah di Indonesia tahun 2010 sudah dianggap mencukupi kebutuhan masyarakat.  

Sementara itu kapasitas produksi minyak mentah dalam negeri akan ditingkatkan pada tahun 2010 sebesar 200.000 barel perhari sehingga totalnya menjadi 1,2 juta barel perhari untuk mencapai konsumsi masyarakat, karena selama ini hanya 1 juta barel/hari. Tetapi jika menunggu hingga kahir tahun 2008 pasokan minyak mentah kita diperoleh dari 170.000 barel/hari dari blok Cepu.

Dengan demikian kekurangan 30.000 barel/hari dapat diperoleh dari hasil eksplorasi ditempat lainnya yang tidak terdata, atau dengan cara menghemat pasokan yang hanya 1.170.000 barel/hari, atau kekurangan tersebut dengan cara mengimpor dari sesama negara OPEC yang dapat dianggap lebih murah dibanding keluar dari negara OPEC.

Semoga kita kembali sebagai negara pengekspor minyak hingga tahun 2010 berhasil mencukupi kebutuhan dengan ditingkatkan eksplorasi produksi tersebut dan ditemukannya sumur-sumur minyak baru.

Mencari alternatif solusi yang terbaik adalah tidak menaikan harga BBM masih sangat terbuka lebar bahkan paling mungkin dilakukan oleh pemerintah. Dengan demikian maka dunia usaha dan masyarakat, sekaligus membangun solidaritas sosial yang sangat kuat untuk bekerja keras bahu membahu dengan pemerintah.

PENUTUP

Apa yang terjadi malam ini saya mendukung pernyataan Presiden SBY, mengingat harga kebutuhan pokok sudah naik tentu akan membebani masyarakat lagi dengan kenaikan harga susulan, masalah yang sangat memberatkan berdasarkan pengalaman dimasa lalu.

Dengan cara lain mengurangi volume konsumsi BBM bersubsidi, menaikkan penerimaan pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan deviden BUMN, serta memangkas belanja lembaga, kementerian, dan belanja lain-lain.

Diharapkan solusi jalan keluar lainnya lebih banyak lagi untuk memecahkan situasi ekonomi saat ini. Misalnya mengaudit sektor-sektor lainnya yang dianggap tidak berguna dan memboroskan keuangan negara untuk dihentikan, begitupula masalah korupsi. Dengan begitu skala prioritas pembangunan diharapkan lebih membawa dampak bagi sektor rill ekonomi masyarakat dan masih banyak lagi. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s