Kebenaran Salakanagara

Kebenaran Salakanagara

Sore hari yang cerah bersama dengan Kepala BP 3 S (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang) Imam Sunaryo dikantornya, saya melakukan wawancara dan diskusi singkat mengenai kebenaran Kerajaan Salakanagara.  Sedikit informasi tentang BP3 S yang berkantor di jalan Letnan Djidun Serang  ini, memiliki wilayah kerja yang sangat luas yaitu Banten, Jawa-Barat, DKI Jakarta, dan Lampung.

Setelah bergerilya dan terbang bermanuver menelusuri  tapak jejak sejarah Salakanagara dengan literatur buku-buku dan narasumber yang layak dipercaya,  hingga detik ini masih dirasakan terjadi kontroversi dikalangan para pakar sejarawan dan arkeolog.

Masing-masing memiliki argumentasinya sendiri, tetapi umumnya mereka siap berdiskusi kembali bersama para pakar lainnya. Tidak ada yang tidak mungkin untuk dibicarakan ulang, karena kebenaran itu masih relatif dan belum mencapai titik temu.

Sejarah menurut G.R. Elton dan Henry Pirenne berdasarkan studi displin ilmu yang bersumber pada ; 1.Filologi (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno; daun lontar, daluwang, kertas).2. Epigraf (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, dikenal sebagai prasasti), 3.Arkeologi (ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah/artefak).

Perbedaan pendapat tersebut dapat dipahami dan dimengerti, karena yang membuat lemah dasar penemuan dan argumentasi dari adanya Kerajaan Salakanagara yang memiliki kepercayaan agama Hindu tersebut, dilandasi oleh  keraguan kebenaran cerita rakyat dan naskah wangsakerta abad ke 16 itu sendiri (filologi), tidak adanya prasasti (epigraf) yang menguatkan, arca-arca temuan arkeologi di sekitar Gunung Pulosari dan Pulau Panaitan Ujung Kulon, umumnya rata-rata berusia berangka diatas 4 Masehi (Prasasti Munjul abad ke 5 m, arca Ganesha 7-9 M dll.) masa berakhirnya Kerajaan Salakanagara, pengaruh kerajaan Tarumanegara abad ke 5-7 m begitu sangat dominan di Banten. Hanya satu mungkin yang memiliki dasar kuat bukti peninggalan kerajaan Salakanagara tersebut dalam bentuk yang sederhana. Ini masih perlu dibuktikan kembali. Kita tunggu.

Sebagai pengetahuan untuk membuktikan hal tersebut terutama dari sisi usia peninggalan arkeologi yaitu berdasarkan ;

  1. Antropologi ragawi
  2. Dating karbon
  3. Kajian iconografi

Antropologi Ragawi / Fisik

Antropologi ini tertarik dengan sisi fisik dari manusia, termasuk didalamnya  gen yang terdapat pada manusia dan menentukan struktur tubuh manusia. Mereka mempelajari perkembangan bentuk fisik manusia sejak manusia ada hingga sekarang. Ahli antropologi fisik yang lain terkenal karena keahlian forensiknya. 

Dating Carbon

Diuji melalui laboratorium BATAN ( Badan Tenaga Atom Nasional) dan sisa bekas arang dilokasi dan arca.

Kajian Iconografi

adalah ilmu yang mempelajari latar belakang dan makna pembuatan arca (simbol dan makna)

Perbedaan ciri-ciri arca tersebut yaitu berdasarkan:

  1. Sifat / watak tokoh arca
  2. Bentuk tokoh
  3. Tinggi rendahnya kedudukan dalam tokoh arca dalam suatu pantean
  4. Kebebasan seniman untuk mengekspresikan tanggapan terhadap suatu obyek

Umumnya arca atau peninggalan lainnya memiliki lapisan patina secara alami menempel pada sebuah benda, banyak arca, batu, perunggu, dsb. Untuk membuat tua umur benda ada juga yang memakai zat kimia tertentu (cairan), sehingga sulit membedakan dengan yang aslinya (kasus Museum Raditya Pustaka-Solo).

Dari hasil diskusi singkat dan wawancara dengan Kepala BP 3 S tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa;

Masalah Salakanagara masih terbuka untuk diperdebatkan dan dikaji ulang bersama pakar sejarawan, arkeolog dan antropolog.

Yang kedua, adalah penyelamatan dan pemeliharaan benda-benda purbakala dan bersejarah yang tersebar diwilayah Banten dan dimiliki oleh komunitas masyarakat sebagai asset budaya perlu tetap dijaga, bahkan harus ditingkatkan kembali kewaspadaannya, mengingat kasus banyaknya benda-benda tersebut yang hilang di tanah air, serta diincar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Ketiga, Museum Banten perlu didirikan kembali mengulang kisah Museum Rakata dimasa lalu (jaman alm.Halwany Michrob), sebagai tempat atau wadah peninggalan Banten yang terawat, tertata, dan terjaga, untuk kelestarian benda-benda purbakala dan bersejarah tersebut.

Sebagai penutup dengan adanya Museum Banten, harapan kembalinya benda-benda yang disimpan oleh museum diluar Banten, terutama dari Jakarta dan Bandung dapat ditarik  dan diminta kembali. Begitupula bagi masyarakat yang menyimpan benda-benda purba dan bersejarah tersebut, dapat menyerahkannya kepada pemerintah untuk dirawat dalam museum dan dipublikasikan untuk kepentingan budaya dan sejarah Banten dimasa datang.

Semoga …….. !!!  (tgh)

Iklan

9 pemikiran pada “Kebenaran Salakanagara

  1. Salam hormat,,
    kami sebagai siswa/murid yang sampai saat ini masih bingung dengan sejarah-sejarah indonesia yang semakin simpang siur..
    mohon perombakan terhadap sistem pembelajaran dan materi ajar dengan materi yang lebih dapat di percaya dan masuk logika..

    Agar Bangsa indonesia semakin maju,,harus di mualai dari sejarah yang kuat,benar,memiliki fakta dan dapat dipercaya dan diterima oleh masyarakat luas.

    terimakasih,, 🙂

  2. arifin

    Terima kasih masih ada warga negara yg ingat dan ingin tahu leluhur bangsa. Semoga saja dapat berhasil. Sejarah Salakanagara lebih banyak dalam cerita dan dongeng yg dahulu sering didengar dari para sesepuh secara kurang disimak. Tentang peninggalan, memang agaknya tidak terawat. Dahulu sewaktu sy masih pelajar smp, masih banyak terlihat tentang kuburan2 yang panjang2 disekitar G. Karang dan Pulosari, yang katanya peninggalan leluhur dan sepertinya dirawat oleh penduduk sekitarnya, juga beberapa makam2 kuno dan tentang cerita2 legenda sekitarnya, namun sekarang sepertinya tdk diketahui lagi letak dan lokasinya. Belum lagi ada beberapa tempat khusus yg mengandung cerita2 tentang legenda. Saya juga baru menyadari bahwa itu penting bagi sejarah. Sayang saya kurang paham akan arti peninggalan sejarah. Sehuingga terlupakan. Terima kasih para ilmuwan dan sejarawan, semoga berhasil.

  3. Rii

    Rupanya Indonesia ini merupakan negeri yang mempunyai peradapan yang hebat dimasa-masa purba, mohon kajian dan penelitian anda lebih lanjut lagi sehubungan bangsa ini masih mencari jati diri yang kokoh, dimana sekarang ini norma budaya kita makin merosot hingga kita sampai hampir tidak ada lagi kebanggaan pada budaya negeri tercinta ini

  4. Dr. Fahmi R.A.

    Assalamu’alaikum
    Pak Teguh, Anda adalah salah satu orang luarbiasa yang pernah saya kenal. Ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan dengan Anda. Bagaimana saya dapat melakukan ‘kontak’ dengan Anda? Mohon jika berkenan, kita bisa saling berkirim email atau via facebook. Beberapa kali di catatan facebook saya mengutip dari tulisan Anda. Saya ucapkan banyak terimakasih.
    Wassalam

  5. nopriandi

    bener tuh bang saya setuju ulasan abang.. dari dulu saya yakin kalo bangsa kita pasti sdh punya peradaban tinggi bahkan mungkin dari masa sebelum masehi.. sekarang kerajaan dari awal abad ke 2 hampir ditemukan, siapa tau nanti akan ditemukan lagi yang lebih tua.
    thanx

  6. banyak peninggalan musium krakatau yang tertinggal dikondonium lippo, seperti tengkorak badak, ikan paus, dan fosil-fosil akibat krakatau meletus (ikut penggalian di anyer. red) yang seharusnya tertata diruang pamer u/n dapat di[amerkan pada pengunjung malah disimpan entah kemana???

  7. Marbawi A. Katon

    salam republik !

    Saya setuju poin pertama kesimpulan Anda, status historis Salakanagara masih perlu kaji ulang hingga teruji kebenarannya secara ilmiah. Perlu pendekatan interdisipliner untuk menyimpulkan keberadaan “negara” tua kita ini.

    Soal lokasi di sebelah wilayah barat Nusantara ini menunjukkan bahwa filsafat, teori, ide2, dan praktik2 politik yang kemudian berkembang di Nusantara lebih banyak datang dari arah barat mata angin.

    O ya ini bisa dikaji di Salakanagara, siapakah yang membuat undang-undang (legislative power)? Apakah seorang Raja? Jika ya, ide ini datang darimana? Ah…banyak lagi soal2 dasar yang harus kita ketahui.

    Salam hangat,
    Marbawi A. Katon
    Depok – Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s