Mata Dewa

mataku kian sakit memicu lelah yang datang berganti pagi ini, menatap mesin jendela cakrawala, membasuh muka yang lusuh oleh keringat, membalik nasib hingga catatan lapuk dimakan usia terbentang kembali,bagai pelangi dilangit lajuardi biru terbentang esok hari sangat indah bagi semua orang, aku merasa lega saat ini.

pagi berkabut dan embun yang sangat dingin, aku kembali pulang dari markas besarku yang  meninggalkan kenangan baru dari jejak nafasku, memacu cepat sepeda motor seperti angin menembus dan menebus kegalauan  juga kegelisahan banyak orang.

jaketku dan rambutku berkibar-kibar tertiup angin seperti melambaikan selamat tinggal, entah untuk siapa, aku tak tahu lagi dan tak ingin mengingatnya kembali seperti dimasa yang lalu yang terbang dikelilingi para bidadari dari setiap aliran libidoku, dan mimpi ekstaseku. mimpiku saat ini aku ingin mataku buta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s