Saya dan Sayang

Dimasa lalu dan keseharian saya sama sekali tidak memiliki jiwa pendendam, bahkan hanya untuk menginjak rumput dan menyebrangi sungai saja saya sangat berhati-hati. Tetapi kini saya lebih menginginkan menjadi seekor elang karena kejujuran dan kegagahannya ketika terbang bebas.

Karena itu pula saya tidak berhak memberi maaf bahkan memberi semacam pengampunan dosa kepada beliau. Yang lebih berhak adalah keluarga para korban tragedi kemanusiaan dimasa lalu, mereka adalah korban politik balas dendam tewasnya jutaan manusia orang PKI pada tahun 67-70-an, korban tidak berdosa di Aceh, penculikan para aktivis dan rakyat, Tragedi Trisakti, Semanggi, dan korban lainnya yang tidak berdosa.

Saya juga turut prihatin atas dugaan kasus korupsi yang hingga kini belum tuntas diselesaikan.Mungkin bagi sebagian rakyat ini merupakan masalah besar yang harus segera diselesaikan, termasuk warisan hutang yang hingga kini masih menjadi beban rakyat.

Jika dimasa lalu mungkin meninggalkan, maka kini saya tidak ingin pergi meninggalkan rakyat yang tersisa untuk saat ini. Setidaknya masih ikut memikirkan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s