Jenar

Paham Jenar boleh dikatakan yang paling unik diantara para wali lainnya. Falsafahnya mati sejroning urip-urip sejroning mati lebih dikenal menganggap hidup tidak lebih sebagai kematian. Gairahnya pada kebenaran nurani, juga menampakan rasa simpatinya yang besar terhadap kebanyakan orang awam. Hal yang kemudian aliran ini sesungguhnya memiliki dinamika tersembunyi yang menarik banyak orang tertentu, juga penafsiran yang beragam. Bahkan para pewaris ajarannya kemudian diabad ke 18  dikenal paling bandel dalam menafsirkan ajarannya (Kitab Darmogandul dan Gatoloco, tanpa identitas pengarang, diduga penganut Kejawen)  

Jenar seorang revolusioner sejati mendobrak kemapanan para bangsawan dan kaum ulama, yang cenderung tidak berhati-hati menjalankan roda pemerintahan dan kaum ulama yang hanya ingin disanjung sebagai orang terhormat, bersih, tetapi tergelincir kesombongan dan kemunafikan, serta tidak lebih hanya menopang kekuasaan para raja. Suara kebenarannya telah hilang dengan kemilau harta, ketenaran,  dan kepalsuan yang diberikan para raja. 

Dalam banyak sisi, Jenar adalah identitas kaum pinggiran yang menyampaikan protesnya lewat cara dan ilmu yang sama, tetapi lebih menukik  pada esensi yang mungkin berbeda ruang dan dimensi.  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s